
Garnier terhenyak mendengarkan kabar itu. ia menatap Wardah yang masih terduduk di sana Dengan tatapan kosong. "Wardah Mengapa ini bisa terjadi?" tanya Garnier yang belum mengetahui apa penyebab warung itu menjadi hancur berantakan.
Wardah yang masih sibuk dengan pemikirannya tidak menjawab pertanyaan Garnier. Garnier semakin mendekatkan diri kepada Wardah. Ia menepuk pundak wadah. Wardah Ada apa ini?" tanya Garnier penuh selidik. Wardah yang baru tersadar, ketika Garnier menepuk pundaknya pun langsung menghapus air matanya perlahan.
" Ada apa mas?" tanya Wardah penuh selidik dengan Tatapan yang sulit diartikan.
"Siapa yang melakukan ini semua?
"Saya juga tidak tahu Mas, seandainya saya tahu, saya sudah meminta pertanggungjawaban darinya. Entah apa yang membuat dirinya sehingga dia tega menghancurkan warung milikku.
Padahal aku tidak pernah berbuat salah kepada orang lain." ucap wanita berparas cantik itu kepada Garnier. "Kamu tenang saja aku akan menyelidiki ini semua, dalam waktu dekat aku pasti mengetahui siapa pelakunya."ucap Garnier meyakinkan ke Wardah kalau dirinya akan menemukan siapa pelaku yang menghancurkan Warung pecel lele milik Wardah.
Garnier benar-benar iba melihat warung pecel lele milik Wardah sudah hancur berantakan."pasti ada seseorang yang tidak ingin melihat ke warung pecel lele ini berkembang. Aku akan menyelidikinya dan aku tidak akan memberikan ampun kepada siapapun yang menghancurkan warung pecel lele ini gumam Garnier dalam hati sembarang langsung bangkit meninggalkan Wardah yang masih duduk di sana.
__ADS_1
Garnier berlalu melihat ke arah halaman warung pecel lele itu, berharap di daerah sana ada yang memiliki atau kamera pengawas CCTV. Garnier menelusuri sekitar ada tidaknya jaringan CCTV yang mengarah ke warung pecel lele milik Wardah.
lebih tepatnya CCTV tetangga. "Alhamdulillah ternyata ada CCTV salah satu minimarket yang lokasinya tepat di samping warung pecel lele milik Wardah. Garnier langsung berlalu ke sana meminta kepada pihak minimarket untuk bersedia memberikan rekaman CCTV yang mengarah ke halaman warung pecel lele milik Wardah.
Setelah bernegoisasi sekitar beberapa menit kemudian, akhirnya pihak minimarket bersedia memberikan rekaman CCTV itu dan memperlihatkan ada dua orang pria dengan menggunakan helem dan juga menggunakan motor ninja untuk menghancurkan warung lele milik Wardah.
Garnier menatap nomor plat kepolisian motor itu, dan berniat untuk mencari tahu siapa pemilik motor itu. "Dari sini aku pasti akan mendapatkan titik terang siapa pelakunya." gumam Garnier langsung berterima kasih kepada salah satu pria yang memberikan rekaman CCTV itu kepada Garnier.
Garnier kembali menghampiri Wardah. "Kamu tenang saja dalam jangka waktu dekat kita akan mengetahui siapa pelakunya. Karena aku sudah mendapatkan rekaman CCTV dari milik minimarket itu." ucap Garnier memberitahu kepada Wardah.
Wardah mengembangkan senyumnya, ia bingung Mengapa pria itu terlihat antusias untuk membantu dirinya, mengungkap siapa pelaku utama yang menghancurkan warung pecel lele miliknya.
Garnier langsung menghubungi asistennya dengan menggunakan sambungan telepon selulernya dan meminta asistennya untuk mencari tahu siapa dalang dan siapa pelaku pengrusakan warung pecel lele milik Wardah.
__ADS_1
Ia pun mengirimkan beberapa data-data yang ia dapatkan. Tidak butuh waktu lama sang asisten sudah mendapat informasi kalau pemilik nomor polisi yang sudah dikirimkan oleh Garnier sudah diketahui identitasnya.
Garnier mengembangkan senyumnya. Dengan gerak cepat, sang sistemnya dapat diandalkan. "Cari tahu dan bawa ke hadapanku siapa pelaku pengrusakan warung pecel lele milik Wardah." ucap Garnier kepada asistennya.
Garnier berpamitan kepada Wardah, aku akan membawakan pelaku itu kepadamu. Dan akan bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan kepada warung milikmu percaya kepadaku. biarkan aku yang menyelesaikan ini semua." ucap Garnier sambil berlalu dari hadapan Wardah dibalas anggukan dari Wardah.
Wardah menatap kepergian lelaki yang berniat untuk membantu dirinya. Padahal Ia sudah pasrah kalau pelaku itu tidak akan ditemukan, karena tidak ada jejak yang mereka dapatkan di sana.
Malam harinya, sang asisten menemui Garnier di apartemen miliknya. Dengan membawa dua orang lelaki yang merusak warung pecel lele Wardah. Garnier sengaja meminta kepada asistennya, untuk tidak membawa pelaku itu ke rumah utama keluarga Hermawan. Karena Ia tidak ingin kedua orang tuanya mengetahui apa yang ia lakukan terhadap kedua pria itu.
Terlihat Garnier sudah sangat emosi melihat Kedua lelaki yang sudah di bawah kendali asistennya. Garnier mengrekatkan giginya dan mengepal tangannya, ingin segera memberikan pelajaran kepada kedua pria itu. rahangnya mengeras seolah dirinya ingin menelan hidup-hidup lelaki yang ada di hadapannya.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓