
Jam menunjukkan pukul 22.00 malam. Itu artinya jam operasional pecel lele milik Wardah sudah akan berakhir. Ketiga temannya sudah membantu Wardah untuk beres-beres ada yang membersihkan piring dan mengelap meja lalu merapikannya kembali.
Sementara Fair masih setia duduk disana membuat Wardah mengerutkan keningnya. Ia bingung Mengapa Fair masih berada di sana, padahal Jan Operasional warung pecel Lele miliknya akan berakhir.
Oval menghampiri Fair yang sedang duduk di kursi paling pojok.
"Kakak kok masih berada di sini? jam operasional warung ini sudah akan berakhir." ucap Oval berusaha untuk meminta fair untuk pergi dari sana. Dengan secara halus. Ia tidak ingin membuat sang kakak tersinggung.
Apa Kakak salah duduk disini? sementara kamu saja masih berada di sini." ucap fair tidak mau kalah dari Oval. "ya aku memang berada di sini untuk membantu Wardah. Tapi Kakak sudah tahu bukan, kalau jam operasional warung ini sampai jam 22.00 malam.
Jadi Sudah sepatutnya Kakak pulang, daripada harus mengganggu pekerjaan kami. "Sepertinya aku tidak mengganggu pekerjaan kalian. Aku hanya duduk santai di sini sambil bermain ponsel."sahut fair yang mampu membuat Oval sedikit kebingungan Bagaimana caranya membuat fair pergi dari sana.
Oval menggaruk kepalanya yang tidak gatal menoleh ke belakang melihat Wardah yang masih sibuk membereskan steling dan meja kasir. "Kak please lah, keluar dulu dari sini agar kami tutup warungnya." ucap oval memohon kepada fair agar segera keluar dari warung itu.
"Okey aku akan keluar dari sini tapi kau harus berjanji dulu.
__ADS_1
"Janji apa Kak?
"Kau harus mengatur jadwal dinner Kakak dengan Wardah. Bagaimana Apa kamu setuju? kalau kau tidak setuju maka kakak tidak akan pergi dari sini. ucap Fair yang mampu membuat oval semakin pusing.
Bagaimana mungkin Kakak mengatakan seperti itu. kakak sudah tahu bukan kalau Wardah dan Oval sibuk di sini.
"Kakak tidak akan terima penolakan. sepertinya Kakak tertarik dengan temanmu itu.
"Aku tidak akan membiarkan sahabatku jatuh dengan cinta palsumu itu, dan aku tidak ingin membuat sahabatku sakit hati karena ulah kakak nanti."
"Jika kau berhasil mendekatkan aku dengan sahabatmu Wardah aku berjanji tidak akan bermain-main lagi kepada wanita. Karena sepertinya sahabatmu itu mampu memporak porandakan hatiku." ucap Fair sambil mengebangkan senyumnya lalu mengedipkan matanya sebelah kepada Oval membuat Oval semakin kesal kepada sang kakak sepupunya itu.
Karena mereka mengetahui kalau fair akan mampu memanjakan mereka dengan uang yang ia miliki. Lain halnya dengan Wardah. Ia sama sekali tidak tertarik dengan lelaki yang hanya mengandalkan uang untuk menggaet seorang wanita.
Wardah bukan tidak ingin memiliki uang, atau tidak minat memiliki uang. Tetapi ia juga memiliki harga diri. Wardah tidak pernah menilai cinta seseorang itu dari segi ekonomi, melainkan cinta tulus yang benar-benar dari lubuk hati yang paling dalam.
__ADS_1
Entahlah hanya Fair yang mengetahui dia benar-benar cinta atau tidak sama Wardah. Yang pasti Oval sama sekali tidak percaya begitu saja, kepada kakak sepupunya. Oval memilih meninggalkan pria itu duduk di sana sambil mengutak-atik ponselnya. Tetapi netranya menatap Wardah yang sibuk disana.
Oval menghampiri Wardah, lalu mengatakan kalau pria itu tidak akan pergi dari sana. Kalau Wardah tidak bersedia makan malam bersama lelaki itu. Membuat Warda pun terhenyak mendengar apa yang diucapkan oleh sang sahabat.
Wardah menghampiri Fair yang asik memainkan ponselnya. Tetapi ia tidak mengetahui kalau yang dilihat di layar ponselnya itu adalah dokumentasi Wardah yang sedang sibuk melayani para tamu yang berkunjung ke warung pecal lele miliknya, lalu foto-foto Wardah yang ditangkap layar oleh ponselnya.
"Mas Maaf, kami sudah mau tutup lebih baik Mas tinggalkan tempat ini dan kembali besok lagi." ucap Wardah dengan nada lembut berusaha untuk meminta kepada fair agar segera meninggalkan tempat itu, berharap fair tidak tersinggung jika dirinya memintanya keluar dari warung miliknya.
"Aku akan pergi dari sini cantik, Tetapi kamu harus berjanji dulu kau harus bersedia makan malam denganku malam minggu ini." ucapnya mengatakan kalau dirinya akan jalan bersama dengan Wardah esok harinya.
Wardah menggelengkan kepalanya menatap pria itu. "Maaf Mas, Maksudnya apa ya?
Aku ingin lebih dekat denganmu. Jadi aku ingin mengajakmu makan malam bersama, Setelah itu kita nonton film yang lagi viral di media sosial Sekarang." ucap fair berusaha agar Wardah bersedia pergi dengannya.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓