Gadis Pecal Lele Jatuh Cinta

Gadis Pecal Lele Jatuh Cinta
BAB 24. MENGGOMBAL_GPLJC


__ADS_3

Garnier sangat bingung dengan sikap adiknya Rexona yang sangat membenci Wardah. padahal Garnier melihat Wardah wanita yang baik dan selalu ramah kepada setiap orang. Prestasi yang diraih oleh Wardah membuat Rexona menjadi iri kepadanya. Padahal Rexona tidak mengetahui betapa besar perjuangan Wardah mendapat prestasi itu.


Kebencian Rexona terhadap Wardah semakin menjadi ketika dirinya mengetahui kalau Wardah berhasil masuk ke salah satu universitas negeri ternama,melalui jalur beasiswa Bidikmisi. Ia juga mengetahui kalau sang kakak sering sekali pergi ke warung pecel lele milik Wardah.


"Kenapa sih semua orang ingin sekali dekat dengan wanita sialan itu?" gumam Rexona dalam hati api kebencian membara di dalam hatinya melihat kedekatan Garnier dengan Wardah.


"Kakak tidak mengetahui apa penyebab Kau sangat membenci Wardah. Tetapi satu hal yang kamu ingat, jika rasa benci menyelimuti dirimu terhadap seseorang, maka apapun yang dilakukan orang itu selalu salah di matamu. Jadi belajarlah menerima segalanya.


Jangan pernah iri dengan kemampuan orang lain. Kakak mengetahui Kenapa kamu membenci Wardah. Bukan karena Wardah menyakiti hatimu atau berbuat jahat kepadamu. Tetapi kamu iri dengan kemampuan yang diraih Wardah bukan?" ucap Garnier yang mampu membuat adiknya langsung terdiam.


"Yang menjadi adik kakak itu Rexona atau Wardah? Mengapa Kakak selalu membela wanita sialan itu?" gerutu Rexona yang mendengar Kalau kakaknya menyalahkan dirinya. "kakak tidak membela siapa-siapa. Karena bagaimanapun kau tetaplah adikku.


Tetapi walaupun kau adikku, kakak tidak boleh membelamu, Jika kau salah. Kakak harus menyalahkan Siapa yang salah dan membela Siapa yang benar. Jika Papi mengetahui sikap dan tingkah lakumu itu, maka tidak menutup kemungkinan Papi akan marah besar kepadamu dan tidak akan memberikanmu fasilitas lagi seperti yang kau rasakan saat ini.


" Cobalah berdamai dengan keadaan. Jangan seperti ini terus. Kau bukan anak kecil lagi, kau sudah tidak memakai dinas putih abu-abu. Tetapi kau sudah menginjak kan kaki di universitas. Jadi menurut kakak kau berpikir lebih dewasa jangan seperti anak-anak. ujar Garnier

__ADS_1


Terlihat Nyonya Setiawan datang menghampiri putra-putrinya yang sedang berdebat. Rexona mengadu kepada Nyonya Setiawan kalau Garnier selalu membela Wardah yang sama sekali tidak dikenal oleh Nyonya Setiawan. Nyonya Setiawan sering sekali mendengar nama Wardah disebut-sebut oleh Rexona, wanita yang selalu membuat dirinya kalah dan segala bidang.


"Kau ini bagaimana? mengapa adikmu selalu Kau salahkan gerutu Nyonya Setiawan yang tiba-tiba ikut-ikutan menyalahkan Garnier. "Jangan pernah membela yang salah mom, jika Mami selalu membelanya maka tidak menutup kemungkinan Rexona tidak akan merubah sikapnya, yang kekanak-kanakan. Padahal di usianya saat ini sudah semakin dewasa.


"Apapun yang terjadi, Kau harus selalu membela adikmu. Bukan lebih membela orang lain.camkan itu! ucap Nyonya Setiawan dengan nada meninggi membuat Garnier langsung terdiam dan memilih meninggalkan Nyonya Setiawan dan Rexona di ruang tamu.


Garnier masuk ke dalam kamar miliknya menutup pintu dengan menghempaskan pintu, hingga suara pintu terdengar jelas di telinga Nyonya Setiawan itu pertanda Garnier saat ini sedang emosi karena mendapat suara besar dari Nyonya Setiawan.


Beberapa menit kemudian Garnier keluar dari dalam kamar lalu terlalu meninggalkan Nyonya Setiawan dan Rexona disana. daripada mengundang emosi Garnier yang memilih untuk menenangkan dirinya keluar dari rumah.


Garnier melajukan mobil miliknya ke arah jalan raya menuju warung pecel lele milik Wardah. Berharap Ke warung pecel lele milik Wardah masih beroperasi. Ia melirik jarum jam yang ada di pergelangan Tangannya sudah menunjukkan pukul 09.30 malam. itu berarti warung pecel lele milik warga tidak lama lagi akan tutup.


Karena jam operasional warung pecel lele milik Wardah akan tutup. Wardah menatap heran melihat mobil Lamborghini milik Garnier parkir di depan warung pecel lele miliknya. Padahal warung pecel lelenya sudah mau tutup.


Wardah menghampiri Garnier yang baru turun dari mobil Lamborghini miliknya. "Mas kok malam banget? Tapi sayangnya ke warung sudah mau tutup. Dan peralatan sudah dibersihkan semua. Tapi jika Mas ingin makan Wardah akan menyiapkannya." ucap Wardah sambil mempersilahkan Garnier duduk di sana.

__ADS_1


"Aku tidak ingin makan, tetapi aku ingin menemuimu."


"Memangnya ada apa Mas, mengapa tiba-tiba malam-malam begini mas ingin menemui Wardah?


Garnier menghela nafas panjang. ia enggan mempertanyakan sesuatu yang diperdebatkan oleh Garnier dengan adiknya Rexona.


Maaf aku hanya menenangkan diri di sini, aku merindukanmu. Tiba-tiba saja Garnier mengatakan kepada kalau dirinya sangat merindukan Wardah membuat Wardah mengerutkan keningnya. "Ya Allah Mas baru aja tadi siang Mas makan di sini, tidak perlu menggombal seperti itu. Wardah tidak suka di gombal.


Tetapi kalau lelaki setampan mas Garnier menggombal tidak apa-apa." ucap Wardah sambil terkekeh. Ia berniat bercanda kepada Garnier. Tetapi sepertinya Garnier menanggapinya serius. Kamu serius suka aku gombal? ucapnya dengan serius. Serius amat Mas? ucap Wardah sambil terkekeh yang mampu membuat elips dan oval langsung ikut tertawa mendengar celotehan Wardah dan Garnier.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


sambil menunggu karya ini aku kembali yuk mampir ke karya teman Emak



__ADS_2