
Wardah melihat kotak itu yang berisikan beberapa barang yang dapat digunakan untuk melancarkan usaha kuliner pecel lele milik keluarga. "aku minta maaf atas apa yang dilakukan adikku."tulisan itu yang tertulis di dalam kotak yang berisikan barang yang ada di kotak itu dari tulisan itu Wardah mengetahui siapa pengirim barang ke warung pecel lele miliknya.
Wardah langsung menghubungi nomor ponsel milik Garnier. berniat untuk menanyakan hal barang yang sudah tiba di warung miliknya.
Kring.....
kring....
kring....
suara deringan ponsel milik Garnier terdengar jelas di telinganya. Garnier yang duduk ruang CEO, meraih ponsel yang ada di meja kerjanya. Ia melihat nomor ponsel Wardah yang menghubungi dirinya.
Garnier mengembangkan senyumnya seolah ia sangat bahagia mendapat sambungan telepon seluler dari Wardah. Ia langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Wardah.
"Halo selamat pagi." sapaGarnier di ujung telepon
"Selamat Pagi mas, Apa benar mas yang mengirimkan barang-barang ini semua? tanya Wardah penuh.
"Ia itu sebagai ganti rugi atas apa yang dilakukan oleh adikku kepada." sahutnya
"Tapi tidak harus seperti ini mas barang-barang yang dirusak oleh anak buah Rexona, tidak semuanya. Tetapi Mas sudah menggantinya lebih dari yang dirusak oleh anak buah Rexona." ucap Wardah merasa dirinya memanfaatkan Garnier.
"Tidak apa-apa, aku harap usaha kulinermu semakin berkembang. Aku yakin dengan kemampuanmu, kalau kamu pasti bisa mengembangkan usaha kuliner milik kedua orang tuamu." ucap Garnier di dalam sambungan telepon selulernya.
"Oh iya, sepertinya nanti sore aku akan ke sana, kamu harus mempersiapkan menu spesial untukku ucap Garnier meminta kepada Wardah agar mempersiapkan menu spesial untuknya. "Itu pasti mas, Wardah sendiri yang akan turun tangan untuk memasak dan menghidangkan menu makanan untuk Mas." ucap Wardah penuh dengan semangat
"Aku akan tagih janjimu, karena aku ingin memakan langsung masakanmu." ucap Garnier. Kini Garnier ini menghubungkan telepon WhatsApp itu menjadi WhatsApp video. Wardah mengerutkan keningnya karena Garnier meminta menyambungkan sambungan video kepadanya.
__ADS_1
Wardah pun menyambungkan sambungan video itu kepada Garnier terlihat Garnier duduk di kursi kerajaannya, kini ia sudah melihat sosok Garnier yang sedang menyandarkan tubuhnya di sana sambil berbicara dengan Wardah.
"Tampan sekali pria ini." gumam Wardah di dalam hati sembari terus menatap wajah tampan Garnier. Di dalam sambungan video call-nya. Wardah Kenapa kamu bengong seperti itu? Wardah tampak tersadar lalu kembali mengembangkan senyumnya menatap pria yang ada di layar ponselnya.
"Tidak apa-apa Mas, hanya saja Wardah tidak habis pikir Mengapa Mas begitu baik kepadaku. "ucap Wardah mengingat apa saja yang dilakukan pria itu kepadanya, dan saat ini ia membantu dirinya untuk mengembalikan warung pecel lele miliknya seperti semula.
Setelah selesai berbicara di dalam sambungan telepon selulernya, kini Garnier memutuskan sambungan telepon selulernya karena mendengar suara ketukan pintu dari ruang kerjanya. Dengan terpaksa Garnier harus memutuskan sambungan telepon selulernya kepada Wardah.
Wardah mengembangkan senyumnya menatap pria yang baru saja ingin memutuskan sambungan telepon selulernya. "Syukurlah, ternyata masih ada orang yang baik kepadaku." gumam Wardah di dalam hati sembari menata meja dan kursi yang dihantarkan oleh anak buah Garnier.
Tiba-tiba suara the deringan ponsel milik warna pun kembali terdengar jelas di telinganya. Ia melihat di dalam sambungan telepon selulernya tidak ada di list kontaknya. Tetapi ia menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Ia khawatir salah satu pengunjung ingin memesan menu makanan yang ada di warung pecel lele miliknya.
Tetapi ketika Wardah menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, hingga sambungan telepon itu pun tersambung. ternyata bukan pelanggan melainkan kakak sepupu OVal sendiri yang entah dari mana dia mengetahui nomor ponsel milik keluarga..
"Hello cantik bagaimana kabarmu hari ini?" apa baik-baik saja? tanya fair kepada Wardah membuat Wardah mengerutkan keningnya.
"Apa benar kau tidak mengenali suaraku? atau kau hanya pura-pura tidak mengenal suaraku tanya fair di dalam sambungan telepon selulernya.
"Maaf aku memang tidak mengenal kamu siapa? dan nomor ponsel kamu pun tidak ada di list kontakku. Kalau boleh tahu ini siapa Tanya keluarga penuh selidik. Karena dirinya memang benar-benar tidak mengetahui siapa sosok yang menghubungi dirinya.
Aku akan datang ke tempatmu sekarang juga Kau pasti akan mengenaliku." ucapnya sambil langsung memutuskan sambungan telepon selulernya. Membuat Wardah sedikit kesal, bukan menjawab pertanyaannya malah memutuskan sambungan telepon selulernya.
"Siapa sih ini orang cari gara-gara saja." gumam Wardah sembari kembali meletakkan ponselnya di atas meja kasir dan kembali merapikan warung pecel lele miliknya, sebelum Elips dan kedua temannya datang membantu dirinya.
Kini warung sudah terlihat rapi, sore ini Wardah sudah dapat menerima pengunjung untuk menyantap menu makanan yang mereka sediakan di sana tidak hanya ojek online lagi. Tidak menunggu lama Oval, Elips dan kedua temannya sudah tiba di sana Mereka pun heran. Mengapa tiba-tiba warung pecel lele itu sudah tampak rapi dan memiliki meja kursi yang baru Begitu juga dengan steling yang baru dan lebih besar dari steling yang sebelumnya.
"Apa kau yang melakukan ini semua?" tanya oval penuh selidik sembari menelisik seisi ruangan warung pecel lele milik Wardah.
__ADS_1
Tentunya bukan aku sendiri yang mengerjakannya tidak mungkin dong aku sendiri yang mengerjakan.
Anak buah Mas Garnier yang menghantarkan semua ini dan membantuku merapikan warung ini." sahutnya sambil terus membersihkan bahan makanan yang akan diolah agar mereka dapat menjualnya mengingat jam operasional warung pecel lele itu sebentar lagi akan buka.
Teman-teman Wardah pun tampak antusias membantu dirinya. Membuat Wardah semakin bersemangat tidak menunggu lama satu persatu pengunjung sudah datang untuk menikmati menu makanan yang ada disana. Saat Wardah dan temannya melayani para pengunjung, yang baru datang menikmati makanan disana, terlihat fair datang menghampiri ke Wardah.
"Bagaimana cantik Apa kamu sudah membuat menu makanan spesial untukku? ucap fair yang mampu membuat Wardah langsung terkekeh.
"Kok kamu tertawa?saya serius di mana menu makanan yang sudah aku pesan melalui sambungan telepon seluler, tadi aku sudah sangat lapar. Tolong hidangkan sekarang juga ." ucap Fair memohon kepada Wardah agar segera menghidangkan menu makanan pesanannya melalui sambungan telepon seluler.
Wardah yang tidak percaya begitu saja akan pesanan lelaki itu, ia pun tidak membuatkannya sebelum lelaki itu tiba di warung pecel lele milik Wardah.
Silakan duduk saja Mas. Aku akan membuatkan menu makanan pesanan Mas." ucap Wardah mempersilahkan fair untuk duduk di sana fair menatap lekat wajah Wardah yang terlihat cantik mempesona menurutnya.
Ia Pun mendudukkan bokongnya di atas kursi tepatnya di dekat meja kasir agar dirinya dapat memandang wajah Wardah yang begitu cantik dan mempesona.
Beberapa menit kemudian menu makanan itu pun dihidangkan oleh Wardah. Silakan dinikmati makanannya Mas." ucap Wardah.
Jam sudah menunjukkan pukul 21.00 tetapi fair masih berada di sana, sambil mengotak-atik ponselnya. Karena saat itu Wardah disibukkan dengan menghidangkan pesanan pengunjung yang datang ke sana. Wardah tampak bahagia melihat warung miliknya kembali ramai walau beberapa hari belakangan sebelumnya Warungnya tampak sepi karena
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya
terimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏🙏
__ADS_1