
Setelah beberapa minggu kemudian, pria yang menitipkan jas miliknya kepada Wardah datang kembali ke warung pecel lele milik Wardah. "Wah sepertinya pria itu datang untuk mengambil jas dan kemejanya. Untung saja aku sudah membersihkannya." gumamnya dalam hati sambil berlalu untuk mengambil Jas milik pria itu yang ada di kamar miliknya.
Selamat datang Tuan, Ada yang bisa saya bantu?" ucap salah satu pegawai yang bekerja di pecel lele milik Wardah. Saya ingin mencari wanita yang dulu mengotori Jas saya. Apa dia tidak ada di sini? tanya Garnier kepada elips yang bekerja di pecel lele milik Wardah.
Sebentar ya Tuan, sebentar lagi Wardah pasti akan datang untuk menghampiri Tuan. katanya sih dia tadi untuk mengambil jas dan kemeja Tuan yang sudah ia bersihkan." ucap elips sambil berlalu meninggalkan pria itu dari sana.
Tiba-tiba Wardah datang dengan membawakan paper bag kepada pria itu. "Maaf Mas, ini jas dan kemeja Mas. Dan saya pastikan kalau jas dan kemeja Ini, sudah bersih dan wangi." ucap Wardah sambil memberikan paper bag itu kepada pria itu.
"Oh ya Mas, Kenapa lama sekali jasnya tidak dijemput? Saya kira Mas sudah lupa mas meninggalkan jas mas di sini. Sehingga saya mencari cari di mana tempat tinggal Mas. Tetapi saya tidak menemukannya." sahut Wardah kepada pria itu.
Pria itu menatapnya dengan datar, lalu meminta asistennya untuk membawanya ke dalam mobil miliknya. "Maaf Mas, apa Mas ingin mencicipi menu makanan yang ada di sini? saya gratiskan deh untuk kali ini. Oh ya Mas ini kembalian uang milik Mas yang dulu Mas tinggalkan di sini." ucap Wardah sembari mengembalikan uang sebesar sembilan ratus ribu kepada pria itu.
Uang yang saya berikan kepada orang lain, tidak akan saya minta kembali. Jadi pegang saja uang itu. Tidak perlu dikembalikan kepadaku." ucapnya dengan datar tanpa menoleh ke arah Wardah. Tapi saya tidak enak hati Mas. Saya sudah mengotori baju Mas, tetapi Mas masih membayar menu makanan yang kami sediakan dengan harga yang cukup tinggi. Seperti ini saya merasa tidak berhak mendapatkan ini mas." ucap Wardah sambil terus menyodorkan uang itu kepada Garnier.
Tetapi Garnier terus menolak. "Anggap saja itu sebagai pembayaran kamu mencuci Jas saya." ucap pria itu dengan datar. Sekarang juga buatkan saya menu makanan spesial yang ada di sini.
"Saya sudah lapar." ucap yaitu dibalas anggukkan dari Wardah. Wardah berlalu meninggalkan pria itu sambil menggelengkan kepalanya. Ini pria gimana sih? dulu saja dia ngotot meminta ganti rugi kepada saya sebesar 30 juta. Setelah itu dia kembali meminta saya untuk membersihkan jas dan kemejanya.
Kemudian ia meninggalkan uang bayaran menu makanan yang ia santap dengan harganya yang fantastis, ketika aku mengembalikan uangnya, justru ia tidak menerimanya. Maunya apa sih pria itu." Wardah bermonolog sendiri sambil terus berjalan meninggalkan pria itu di sana.
__ADS_1
Kemudian Ia pun membuatkan menu makanan spesial yang disediakan oleh warung pecel lele miliknya. Setelah menyediakannya semua, Ia pun berlalu meninggalkan elips yang sudah membantu dirinya menyediakan menu makanan itu.
lalu Wardah menghidangkan makanan itu di meja yang ditempati oleh pria itu. Silakan dimakan mas, ini menu makanan spesial hari ini di warung milik kami." ucap Wardah sembari langsung mempersilakan Garnier menyantap menu makanan yang mereka sediakan.
Tiba-tiba saja seorang wanita cantik datang menghampiri pria itu, terlihat wanita itu seperti memiliki hubungan khusus dengan Garnier."Sayang Kenapa sih harus meminta bertemu di sini, apa tidak ada lagi tempat yang lain? tanya wanita yang berparas cantik itu berpenampilan elegan seperti layaknya seorang artis.
Garnier hanya terdiam dengan wajah yang datar. Siapa juga yang meminta kamu datang ke sini. Saya hanya memberitahu kalau Saya lagi berada di sini. Bukan berarti saya meminta kamu ke sini. Saya datang ke sini untuk menikmati menu makanan yang dihidangkan pemilik warung di sini." ucap pria itu dengan datar.
"Wanita itu mendudukkan bokongnya di samping Garnier. Sepertinya itu kekasih pria itu." ucap Oval kepada Wardah yang sedari tadi memperhatikan interaksi keduanya.
"Iya, Memangnya kenapa?
"Tidak perlu ngaco seperti itu, seandainya saja Dia masih jomblo, sungguh tidak mungkin mau kepada Ku, yang hanya anak yatim piatu dan bau ikan lele seperti yang dikatakan oleh Rexona." ucap Wardah sambil langsung tertawa ngakak membuat suara tawa mereka dapat didengar oleh Garnier.
Garnier menatap Wardah dengan Oval secara bergantian. " Mengapa mereka tertawa lepas seperti itu, apa ada yang lucu di sini?" sepertinya tidak." gumamnya dalam hati. terlihat Wardah dan Oval sedang sibuk melayani tamu yang datang saat itu.
Apalagi pemesanan ojek online yang sudah bekerja sama dengan usaha kuliner pecel lele milik wadah sudah mengantri di sana. Kali ini tugas Oval yang melayani ojek online. Sementara Wardah melayani tamu yang menyantap menu makanan di warung pecel lele milik Wardah.
Terlihat pria itu memperhatikan gerak-gerik Wardah selama melayani para tamu yang ada di sana. Entah mengapa sorot matanya yang tajam terus memperhatikan Wardah. Padahal ada wanita cantik yang ada di sampingnya.
__ADS_1
Kamu lagi merhatiin Apa sih sayang tanya wanita itu kepada Garnier.
Tidak apa-apa, saya hanya melihat warung pecel lele emang kecil.Tetapi Citra rasa menu makanan yang disediakan di sini mengunggah selera. Terbukti warung ini sangat ramai dan ojek online pun pada ngantri memesan menu makanan yang ada di sini. Itu berarti Citra rasanya banyak diminati oleh masyarakat." Puji Garnier yang mampu membuat wanita yang ada di sampingnya mengerutkan keningnya.
"Sekarang kamu mau makan atau tidak? kalau kamu tidak mau makan lebih baik kamu diam aku ingin menyantap menu makanan yang enak di sini." ucap Garnier sambil menyantap menu makanan yang sudah dihidangkan oleh Wardah di sana.
"Saya tidak mau makan, di tempat seperti ini pasti jorok." ucap wanita itu, padahal dia belum mengetahui bagaimana warung pecel lele milik di Wardah sangat menjaga kebersihannya.
"Apa kamu sudah jatuh bangkrut sehingga kamu makan di sini?
"Bisa-bisa saya sakit perut jika makan di sini. Kamu tahu sendiri kan, kalau aku tidak menyukai makan di tempat seperti ini." ucap wanita itu kepada Garnier.
Tetapi Garnier seolah tidak peduli dan terus menyantap menu makanan yang ada di hadapannya. Ia tidak ambil pusing dengan ocehan wanita yang ada di sampingnya. Ia wanita itu adalah kekasih Garnier yang sudah mampu menduakan Garnier.
Ia mengira, Garnier tidak mengetahui apa yang dilakukan wanita itu di belakang Garnier. Padahal Garnier sudah mengetahui dan melihat dengan mata kepalanya sendiri. Tetapi Garnier tidak ambil pusing, ia memilih untuk tetap berdiri kokoh mengerjakan tugas-tugasnya sebagai pimpinan perusahaan ternama di negaranya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓