Gadis Pecal Lele Jatuh Cinta

Gadis Pecal Lele Jatuh Cinta
BAB 22. DI EMERON COMPANY _GPLJC


__ADS_3

Wardah sedikit bingung dengan sikap Fair terhadapnya. Padahal Ia baru kenal Fair beberapa hari yang lalu. Itupun karna Oval yang mengenalkan Fair kepada Wardah, saat Fair datang menghampiri Oval ke warung pecal lele milik Wardah.


"Mas kalau untuk sekarang sepertinya saya tidak bisa. Karna tubuh saya sudah sangat lelah bekerja satu harian ini. Mas lihat kan dari tadi kami sudah sedikit kewalahan melayani pengunjung yang ingin menikmati makanan disini, jadi sepertinya lain kali saja ya mas.


"Wardah janji, nanti Wardah akan atur waktunya." ucap wardah berharap lelaki yang ada dihadapannya dapat memahami situasinya saat ini.


"Okey, aku akan tagih janji kamu." ucap Fair sambil beranjak dari tempat duduknya meninggalkan Wardah dan Oval di sana.


****


Satu minggu kemudian, Wardah berlalu dari warung pecel lele miliknya pagi itu. Berniat untuk segera berangkat ke kampus. Untuk pertama kalinya duduk di bangku kuliah. Walaupun jurusan berbeda dengan Oval. tetapi tidak ada yang menandingi persahabatan mereka.


Oval datang menghampiri Wardah. "Apa kau tahu Kak Fair ada di sini menunggumu.


"Ngapain dia menungguku?


Oval mengedipkan bahunya. Seperti yang kau tahu kalau ka Fair tergila-gila kepadamu. Sudah berulang kali aku katakan kalau kamu belum ada berniat untuk memiliki kekasih. tetapi sepertinya kakakku tidak terima begitu saja. Dan ingin lebih dekat dengan kamu.


Sementara di tempat lain, Garnier terlihat sangat sibuk melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai CEO perusahaan ternama di negara ini. Salah satu asistennya datang menghampiri Garnier.


"Maaf Tuan, Sepertinya kita ada meeting di luar pagi ini. ucap sang asisten kepada Garnier. Mencoba memberitahu kepada sang Big boss.


Sepertinya kita terlebih dahulu meeting di sini peluncuran produk kosmetik yang akan kita luncurkan. Aku ingin mengetahui bagaimana hasil riset di lapangan, dan daya tarik produk yang akan kita jual nanti." ucap Garnier kepada salah satu asistennya yang sudah lama setia mengikuti dirinya.


Tapi klien kita sudah menunggu Tuan.

__ADS_1


"Baiklah, setelah kita meeting di luar maka berikan informasi kepada karyawan lainnya, kalau kita akan mengadakan meeting setelah kita selesai meeting di luar." ucap Garnier kepada asistennya dibalas anggukan dari sang asisten.


Bernando berlalu dari sana. Meninggalkan Garnier seorang diri di ruang kerjanya. Ia menghampiri para karyawan lainnya untuk memberitahu informasi mengenai Kalau hari itu, mereka akan segera meeting setelah Garnier dan Bernando kembali meeting dengan klien di luar.


Bernando dan Garnier berlalu dari sana, hingga keduanya pun tiba di lobby kantor. Garnier masuk ke dalam mobil mewah miliknya, sementara sang asisten duduk di bangku kemudi. Ia melajukan mobil ke arah jalan raya menuju salah satu kantor dimana Di antara kantor milik Garnier bekerjasama dengan salah satu kantor pemasaran yang ada di kota ini.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit dari kantor yang selama ini dipimpin oleh Garnier, akhirnya mereka tiba di emeron Company. Terlihat wanita cantik datang menghampiri Garnier dan memberi salam kepadanya. "Selamat datang Tuan Garnier." sapa wanita berparas cantik itu kepada Garnier sambil menatap Garnier dengan tatapan penuh arti.


Garnier mengembangkan senyumnya, lalu berjalan berdampingan dengan wanita cantik itu. Yang mana wanita cantik itu merupakan pimpinan perusahaan emeron Company.


"Kita langsung ke ruangan meeting saja Tuan." sahut emeron


Garnier menganggukkan kepalanya lalu mengikuti masuk ke dalam ruang meeting yang ada di kantor itu.


Setelah Garnier dan asistennya mempresentasikan rencana peluncuran produk mereka, akhirnya emeron bersedia bekerjasama dengan perusahaan yang dipimpin oleh Garnier. Kini keduanya sepakat dan melakukan tanda tangan kontrak kerjasama antara perusahaan emeron company dengan Zinc Hermawan Company.


Terlihat emeron sangat bahagia akhirnya perusahaan miliknya berhasil bekerja sama dengan Garnier. "Senang sekali bekerja sama dengan perusahaan yang Tuan Pimpin. Semoga dengan kerjasama ini, perusahaan kita akan memiliki keuntungan yang sangat besar dan berkembang." ucap emeron sambil memberi salam kepada Garnier.


Garnier berlalu dari emeron Company, berniat untuk segera kembali ke kantor. Tetapi ketika mereka berada di perjalanan, Entah mengapa netranya melihat sosok warga yang baru keluar dari kampus. "Wardah!" gumam Garnier di dalam hati sembari langsung meminta kepada asistennya Untuk menghentikan mobil mewah miliknya.


Garnier langsung keluar dari mobil miliknya Memanggil nama Wardah. "Wardah!" teriak Garnier langsung menghampiri Wardah yang berdiri di depan gerbang kampus menunggu angkutan umum.


"Mas Garnier, Kok bisa ada di sini?


"Aku ada meeting di kantor Emeron Company yang lokasinya tidak jauh dari kampus ini. "Apa kamu kuliah di sini?" tanya Garnier penuh selidik dibalas anggukan dari Wardah. "Wah kamu keren, bisa kuliah di sini." ucap Garnier memuji kemampuan Wardah.

__ADS_1


"Keren bagaimana? aku bisa kuliah di sini hanya karena program beasiswa berprestasi Bidikmisi. Kalau dengan biaya sendiri mungkin aku tidak akan mampu kuliah di sini."ucap keluarga sambil nyengir.


Garnier hanya manggut-manggut. Kau mau ke mana Biar saya antar. "Biasalah Mas aku ini segera pulang ke warung karena Wardah harus mempersiapkan segalanya sebelum jam operasional warung mulai.


"Ya sudah kalau begitu. Kamu saya antar, mas tidak terima penolakan." ucapnya sambil menarik tangan Wardah masuk ke dalam mobil miliknya sementara oval yang baru keluar dari kamar mandi, mencari keberadaan Wardah.


Tetapi sosok Wardah tidak ditemukan di sana membuat dirinya sedikit kebingungan dan bertanya kepada salah satu mahasiswa yang ada di parkiran itu. "Maaf, lihat sahabat saya Wardah tidak?" ucap Oval kepada salah satu teman kuliah yang kebetulan berada di parkiran mobil.


"Wardah baru saja pergi bersama laki-laki dengan menggunakan mobil mewah. Kami juga tidak mengenal lelaki itu." sahut salah satu wanita yang ditemui oleh Oval di sana. Di tengah-tengah sibuknya Oval mencari keberadaan Wardah, Wardah saat ini sudah berada di mobil milik Garnier.


Sang asisten mengendarai mobil milik Garnier dengan kecepatan sedang. Wardah yang merasa tidak enak hati, karena dirinya meninggalkan Oval sendiri di sana pun akhirnya mengirimkan pesan Whatsapp. Ingin memberitahu kalau dirinya sudah kembali ke rumah.


Kring....


Kring....


kring.....


Suara sendiri ponsel milik Oval terdengar jelas di telinganya. Ia pun menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Oval. Kau dimana, Mengapa kau pergi meninggalkanku? Tanya Oval penuh selidik. "Nanti aku akan cerita sama kamu." sahut Wardah.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


__ADS_2