
Saat Elips datang menghampiri Wardah. memesan menu makanan pesanan Garnier. Wardah menatap Garnier dengan Tatapan yang sulit diartikan. "Hallo bestie, Garnier memesan pecel lele dan orange juice satu." request harus kamu yang masak." ucap Elips yang mampu membuat Wardah terhenyak
"Mengapa harus aku?
Elips menggerdikkan bahunya. Ia pun berlalu meninggalkan Wardah begitu saja untuk melayani pengunjung yang lain. Menunggu 15 menit kemudian, menu makanan pesanan Garnier pun siap dihidangkan. Tetapi Elips tak kunjung menghampiri Wardah yang ada di meja kasir.
Dengan terpaksa Wardah pun menghidangkan menu makanan itu di meja yang ditempati oleh Garnier. Wardah mengembangkan senyumnya. "Silahkan mas." ujar Wardah setelah menghidangkan menu makanan itu.
"Pasti makanannya sangat enak. Aku sudah yakin melihat tekstur dan aroma masakannya begitu mengunggah selera." ucap Garnier sambil menatap Wardah
Wardah mengembangkan senyumnya lalu meninggalkan Garnier begitu saja tanpa berbasa-basi.
Saat Garnier menikmati menu makanan yang ada di sana. Tiba-tiba Tuan Hermawan juga datang untuk menikmati menu makanan yang dihidangkan di warung pecel lele milik keluarga. Garnier dan Tuan Hermawan duduk berjauhan mereka saling tidak mengetahui.
Tuan Hermawan sama sekali tidak mengetahui kalau putranya juga berada di sana. Datang menghampiri Tuan Hermawan dengan membawakan daftar menu.
"Maaf Tuan, mau pesan apa?" ucap Elips menghampiri Tuan Hermawan.
__ADS_1
menu makanan spesial di warung ini dan minumnya air mineral saja." sahut Tuan Hermawan sambil mengembangkan senyumnya kepada Elips
Elips kembali menghampiri Wardah dan memesan menu makanan pesanan Tuan Hermawan. Sambil menunggu pesanan, Tuan Hermawan mengotak-atik ponselnya. membuka beberapa email yang masuk ke layar ponselnya
Tidak menunggu lama, menu makanan pesanan Tuan Hermawan sudah dihidangkan oleh Wardah. Saat ini Elips disibutkan dengan mencuci piring kotor. Wardah sendiri yang langsung menghidangkan menu makanan itu.
Silahkan Tuan, semoga Citra rasa menu makanan yang kami hidangkan cocok di lidah Tuan." ucap keluarga sambil mengembangkan senyumnya. Wardah benar-benar bahagia ternyata warung pecel lele miliknya hari ini laris Manis.
Tuan Hermawan menikmati makanan yang dihidangkan oleh Wardah.
"Ternyata tidak salah aku makan di sini, menu makanan yang dihidangkan di sini cocok di lidahku." batin Tuan Hermawan sambil menyantap menu makanan yang ada di sana. Tuan Hermawan belum menyadari keberadaan putranya di sana. Karena kebetulan Garnier duduk di sudut paling pojok.
"Papi...! gumamnya yang dapat didengar oleh Tuan Hermawan. Tuan Hermawan terhenyak lalu mengembangkan senyumnya.
" loh kamu di sini juga?
"Iya Pi, habis menu makanan yang dihidangkan di sini enak dan Citra rasanya pas di lidah Garnier. Di samping itu, harganya juga ekonomis dan tempatnya bersih. orang-orangnya juga ramah." Puji Garnier yang mampu membuat Tuan Hermawan menata putranya dengan tatapan penuh tanya.
__ADS_1
"Tapi Papi malah curiga kalau kau datang ke sini, karena ingin bertemu dengan seseorang." ucap Tuan Hermawan mencurigai putranya
"Sudahlah Pi, tidak perlu berkomentar. Papi seperti tidak pernah muda saja. Beruntung Garnier dibalas tawa dari Tuan Hermawan.
Tuan Hermawan langsung membayar menu makanan yang ia santap.
lalu berpamitan kepada Garnier untuk lebih dulu meninggalkan warung pecel lele itu. Sementara Wardah yang melihat interaksi keduanya pun, menatap Garnier dengan tatapan Tanya.
Sejujurnya Wardah ingin sekali bertanya kepada Garnier, siapa sosok pria itu yang terlihat dekat dengan Garnier. Tetapi mulutnya seolah tertutup rapat, tidak sanggup mempertanyakan itu kepada Garnier.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏
sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya teman emak
__ADS_1