
Bagus kalau kamu mengakui kesalahan kamu. Kalau masalah ganti rugi, biar kakak yang menggantinya." ucap Garnier dengan nada pelan kepada Rexona. Karna yang diinginkan Garnier hanya pengakuan dan meminta maaf kepada Wardah. Rexona menganggukkan kepalanya pelan, lalu ia perlahan mengangkat kepalanya menatap Wardah dengan Tatapan yang sulit diartikan.
"Sekali lagi aku minta maaf kepada kamu Wardah." ucap Rexona di hadapan Garnier. entah Rexona memang benar-benar menyesali perbuatannya atau tidak. Yang pasti saat ini Rexona Sudah beberapa kali mengucapkan permintaan maafnya kepada Wardah.
"Wardah hanya diam saja. Sementara Oval dan beberapa temannya yang ada di sana hanya menatap Rexona dengan tatapan tajam. Mereka seolah tidak percaya kalau Rexona benar-benar menyesali perbuatannya.
"Aku tidak yakin kalau wanita ini benar-benar menyesali perbuatannya ucap elips kepada oval.
"Aku juga tidak yakin karena aku sudah sangat mengetahui siapa sosok Rexona, yang dari dulu tidak pernah suka melihat Wardah." ucap Oval memberitahu kepada Elips kalau Rexona selama ini tidak pernah menyukai sosok Wardah.
Garnier menghubungi asistennya untuk membenahi warung pecel lele milik keluarga yang sudah dirusak anak buah Rexona. Itu sebagai permintaan maaf Garnier kepada Wardah atas perbuatan adiknya. Wardah sama sekali tidak mengetahui kalau Garnier merupakan kakak kandung Rexona. Karena Ia memang tidak terlalu dekat dengan Rexona walaupun Rexona merupakan teman satu kelasnya.
Saat ini Wardah hanya terdiam memperhatikan Rexona dan Garnier. "Mereka kakak beradik tetapi Mengapa sikap mereka berbanding terbalik?" batin Wardah.
"Apa yang kau pikirkan?" ucap Oval sambil menepuk pundak Wardah yang sedari tadi masih bengong.
"Entahlah aku masih belum percaya begitu saja kalau Rexona merupakan adik kandung Garnier." ucap Wardah kepada Oval.
"Iya sepertinya mereka berbanding terbalik kakaknya begitu baik. Tetapi Rexona Aduh buat malu saja."ucap Oval sambil mengembangkan senyumnya menatap warga dengan tatapan seksama.
Garnier berpamitan kepada Wardah dan teman-temannya untuk segera meninggalkan warung pecel lele yang dikelola oleh Wardah. Berniat untuk segera menghantarkan Rexona ke rumah utama keluarga Hermawan. Ia tidak ingin mengganggu pekerjaan Wardah karena saat ini jam operasional pecel lele masih beroperasi menerima pesanan ojek online.
"Kalau begitu kami pamit dulu. Aku akan segera mengurus ini semua kamu tenang saja." ucap Garnier sambil berpamitan kepada Wardah meninggalkan warung pecel lele itu. Wardah mengganggu kan kepalanya ia menatap kepergian Garnier dan Rexona hingga mobil Lamborghini yang dikendarai oleh Garnier sendiri menghilang dari pandangannya.
Di sepanjang perjalanan Garnier meminta kepada Rexona untuk tidak melakukan hal-hal yang membuat keluarganya malu. "Apa kamu tahu tindakan kamu ini dapat menghancurkan reputasi keluarga kita? jika Wardah melaporkanmu ke kantor polisi maka tidak menutup kemungkinan pemberitaan ini akan viral ke media sosial dan dapat merugikan keluarga kita.
__ADS_1
Ini berpengaruh besar ke dunia bisnis milik keluarga kita apa kamu mau bisnis yang kakak kelola dan papa kelola selama ini hancur berantakan karena ulahmu? Jadi sebelum melakukan tindakan kamu harus terlebih dahulu berpikir apa yang menjadi resikonya nanti." ucap Garnier sambil tetap fokus menyetir mobil Lamborghini miliknya
pandangannya lurus ke depan tanpa melihat sosok Rexona yang ada di sampingnya.
"Tega sekali kamu melakukan itu kepada Wardah, kesalahan Apa yang dilakukan Wardah kepadamu sehingga kamu melakukan itu semua? tanya Garnier penuh selidik. Rexona sama sekali tidak menjawab Ia memilih untuk diam karena takut jika ia salah menjawab kepada sang kakak.
Kakak peringatkan sama kamu. Sekali lagi kamu melakukan kesalahan yang sama, maka kakak tidak akan memberi kamu ampun. camkan itu baik-baik jangan pernah kamu membuat malu keluarga.
Kakak tidak menyangka kamu mampu melakukan hal seperti itu. ucap Garnier tetapi Rexona hanya diam saja.
setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit dari warung pecel lele milik warga akhirnya mereka tiba di rumah utama keluarga Hermawan.
Garnier menghentikan mobilnya tepat di gerbang rumah utama."Kamu turun sekarang kakak masih ada urusan. Kalau Papa dan Mama bertanya bilang Kakak masih ada urusan di luar ucap Garnier kepada Rexona dibalas anggukan dari Rexona.
Rexona berlalu meninggalkan mobil milik Garnier masuk ke dalam rumah. Security yang bertugas menjaga keamanan di rumah utama keluarga Hermawan langsung membuka pintu gerbang karena melihat mobil yang dikendarai oleh Garnier tiba disana. Walaupun mobil yang dikendarai Garnier tidak masuk ke dalam rumah.
Sontak Rexona menghentikan langkahnya.
"Duduk kamu! perintah Tuan Hermawan yang tidak bisa dibantah oleh Rexona. Rexona sedikit khawatir kalau Tuan Hermawan akan marah besar kepadanya. "Kamu pergi ke sekolah setiap hari apa yang kamu pelajari di sana? tanya Tuan Hermawan sambil memutar-mutar hasil ujian akhir milik Rexona.
Yang sebelumnya belum diberikan oleh Nyonya Hermawan. karena yang mengambil ijazah dan raport Rexona itu Nyonya Hermawan. Tetapi entah mengapa Tuan Hermawan bertanya mengenai hasil ujian akhir Rexona kepada Nyonya Hermawan. membuat Nyonya Hermawan tidak dapat menolak dan terpaksa memberikan rapor dan ijazah yang didapatkan oleh Rexona dari sekolah.
Walaupun sekolah itu milik Tuan Hermawan, bukan berarti Rexona mendapatkan nilai yang bagus walaupun dirinya tidak mampu menjawab soal-soal yang diberikan pihak sekolah kepadanya. Sebelumnya Tuan Hermawan sudah bertanya kepada kepala sekolah dan juga para guru yang bertugas mengajar di sana.
Tuan Hermawan meminta kepada guru-guru dan kepala sekolah yang mengajar di sana, untuk jujur memberikan nilai kepada Rexona tanpa adanya nilai tambahan akibat Rexona Putri pemilik sekolah. Karena Tuan Hermawan tidak ingin anak-anaknya mendapat perlakuan khusus. Karena itu bisa menjadi bumerang kepada putrinya sendiri.
__ADS_1
Rexona sama sekali tidak menjawab ia hanya menundukkan kepalanya. "Jawab Rexona!"
"Jangan diam saja!" ucap Tuan Hermawan dengan nada meninggi. Membuat Rexona sedikit gemetaran mendengar suara bariton dari Tuan Hermawan. Rexona sudah mengetahui kalau saat ini Tuan Hermawan sangat emosi kepadanya.
Tetapi ia memilih untuk diam. "Sudahlah pa Biarkan saja Ngapain juga papa marah-marah toh sudah terjadi." ucap Nyonya Hermawan mencoba untuk meredakan emosi suaminya.
"Diam kamu!"semua ini gara-gara kamu yang selalu memanjakannya. Aku heran dengan pola pikirmu dalam mendidik anak.
"Mau jadi apa dia nanti jika kamu terus-terusan membelanya Di saat dia salah. ucap Tuan Hermawan yang sudah sangat emosi. Nyonya Hermawan langsung terdiam ya khawatir suaminya akan lebih marah lagi dan itu dapat merugikan dirinya sendiri tidak dapat jatah bulanan lebih dari Tuan Hermawan.
"Terserah Papa saja deh." ucap Nyonya Hermawan sambil langsung bangkit dari tempat duduknya masuk ke dalam kamar, membiarkan Tuan Hermawan dan Rexona di sana.
"Tuan Hermawan mencampakkan raport ke hadapan Rexona.
"lihat hasilnya kamu tidak pernah sungguh-sungguh belajar. Kamu lulus dari sekolah itu karena faktor kasihan oleh guru-guru bukan karena ilmu pengetahuan kamu. Papa benar-benar malu akan apa yang kamu dapatkan ini.
Apa kamu tidak lihat dengan kemampuan Wardah hidup sebatang kara, mengelola pecel lele peninggalan kedua orang tuanya baru ia dapat bersekolah membiayai sekolahnya sendiri. Apa kamu tahu saat ini Wardah lulus masuk di universitas ternama di negara ini dengan program beasiswa Bidikmisi. Bagaimana dengan kamu? ucap Tuan Hermawan sambil menggelengkan kepalanya menatap putrinya dengan Tatapan yang sulit diartikan.
"Papa tidak mau tahu papa akan potong uang jajan kamu. Dan mulai saat ini kamu harus benar-benar belajar dengan sungguh-sungguh. Papa sudah mendaftarkan kamu ke salah satu universitas di kota ini. Papa tidak terima penolakan kamu harus benar-benar tekun belajar." paham! ucapkan Hermawan dengan nada dibalas anggukan dari Rexona.
"Ya sudah kamu masuk ke dalam kamar dan Langsung istirahat. besok kita akan pergi ke kampus, karena satu minggu lagi mata kuliah akan berlangsung." ucapkan Hermawan meminta kepada Rexona segera istirahat.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya
__ADS_1
terimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏🙏