
Ketika Wardah memberitahu yang ia ketahui mengenai apa yang terjadi kepada oval, kedua orang tua Oval menangis histeris. Mereka berusaha ingin segera melihat kondisi oval saat ini. Tetapi dokter masih berusaha untuk menyelamatkan oval saat ini. Salah satu suster yang bertugas di sana, menghampiri Wardah dan juga Garnier yang masih tetap setia menunggu oval.
Bagaimana kondisi putri saya suster? apa dia baik-baik saja? tanya nyonya Kelly kepada Suster itu,yang sudah tidak sabar ingin mengetahui kondisi oval saat ini. Saat yang bersamaan terlihat Wardah yang tidak sabaran ingin mengetahui kondisi sahabatnya, langsung masuk ke dalam ruang UGD. Melihat suster dan dokter berusaha untuk membersihkan luka yang dimiliki oleh oval.
"Anda lebih baik menunggu di luar nona, jangan di sini agar kami dapat bekerja dengan leluasa."
"Tolong ijinkan saya tetap berada di sini dokter. Dia sahabat baikku. Hanya dia yang aku miliki. Kedua orang tuaku sudah pergi untuk selamanya. Dia Yang mengetahui kehidupanku selama ini. Aku tidak mau terjadi sesuatu Kepada sahabatku.
"Kami ingin segera melakukan tindakan operasi. Terlalu banyak darah yang diperlukan di sini. Kami lagi mencari persediaan darah untuk golongan darah yang diperlukan kepada ke tubuh pasien." ucap doker itukepada Wardah.
"Ambil saja Darah saya dokter. Mungkin darah saya cocok untuknya. Wardah meminta kepada dokter agar segera memeriksa golongan darahnya. Berharap dirinya dapat menyumbangkan darahnya kepada sahabatnya itu.
Kondisi oval semakin melemah. Hingga dokter pun harus segera melakukan tindakan operasi. Suster yang bertugas di sana pun meminta persetujuan kepada kedua orang tua oval, dan saat itu juga orang tua oval membubuhkan tanda tangan. Berharap putrinya dapat diselamatkan.
Saat oval sudah berada di ruang operasi, kini Wardah sudah melakukan pemeriksaan terhadap golongan darahnya. Saat suster yang bertugas memeriksa golongan darah milik Wardah, Suster itu bernapas lega, karena golongan darah Wardah cocok untuk disumbangkan ke tubuh oval.
"Ambil darah saya, selamatkan sahabat saya. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepadanya. "ucap Wardah memohon kepada Suster itu, agar segera melakukan transfusi saat itu juga. Kini Wardah sudah menjalankan operasi. Garnier sudah menunggu Wardah, saat Wardah mendonorkan darahnya kepada oval.
****
Dokter keluar dari ruang operasi. Kedua orang tua oval, Wardah dan juga Garnier langsung menghampiri dokter yang menangani oval saat itu. "Bagaimana kondisi putri saya dokter?
__ADS_1
"Bagaimana kondisi sahabat saya?"
Mereka bergantian bertanya kepada dokter itu.
Dokter itu mengembangkan senyumnya.
"Alhamdulillah operasinya berjalan dengan lancar. Untung saja golongan darah Nona Wardah, cocok dengan golongan darah Oval. Jadi operasinya berjalan dengan lancar." ucap dokter itu membuat kedua orang tua oval dan juga Wardah bernafas lega.
Garnier spontan memeluk Wardah.
"Kau memang wanita yang sangat luar biasa. Aku yakin oval pasti selamat itu berkat kamu."ucap Garnier kepada Wardah. Kedua orang tua oval langsung memeluk Wardah dan mengucapkan terima kasih kepadanya. Berkat donor darah yang diberikan oleh Wardah kepada oval, Ovel dapat selamat dari kecelakaan maut yang menimpanya malam itu.
Jam sudah menunjukkan pukul 12.00 malam. Wardah masih berada di Rumah Sakit bersama dengan Garnier, dan juga kedua orang tua oval. Kini oval sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. Tetapi untuk sekarang oval belum sadarkan diri , akibat obat bius yang disuntikkan ke tubuhnya saat tindakan operasi itu dilakukan.
"Apa kau tahu, melihatmu berbaring lemah di sini separuh nyawaku bagai lenyap ditelan bumi. Bangun kau sahabatku, Kau harus kuat. "ucap Wardah sambil mengelus rambut milik oval. Tidak bisa dipungkiri, Wardah mengatakan seperti itu memang benar adanya. Selama ini oval yang selalu membantu Wardah saat Wardah membutuhkan pertolongan.
Garnier meraih tubuh Wardah kepelukannya. Ia sangat mengetahui betapa sedihnya Wardah saat ini. Karena Garnier mengetahui bagaimana kedekatan Wardah dengan Oval. "Kamu tenang saja sayang, oval itu wanita yang kuat. Aku yakin dia mampu melewati ini semua.
"Aku akan coba mencari tahu apa yang terjadi, mengakibatkan kecelakaan laka lantas yang menimpa oval. Orangku sudah mencari tahunya kamu jangan kawatir." ucap Garnier kepada Wardah mencoba untuk menenangkan Wardah.
Sementara Nyonya Kelly menatap oval yang berbaring lemah di atas branker sambil meneteskan air matanya. "Kamu lihat sayang, betapa sedihnya sahabatmu Wardah melihat kamu tidak berdaya seperti ini. Kau harus kuat sayang, dan kembali lagi dapat beraktivitas bersama Wardah.
__ADS_1
Siapa lagi yang menemani Wardah di warung pecel lele miliknya, kalau tidak kamu yang membantunya. Apa kau tidak kasihan kepadanya? kamu pasti kasihan bukan. Sama seperti yang kamu katakan kepada mami, kau akan selalu bersama Wardah dalam susah maupun senang. mohon Nyonya Kelly sambil mengelus wajah pucat putrinya mengecup kening putrinya dengan penuh kasih sayang, diikuti dengan Ayah yang selalu menyayangi oval.
Wardah membiarkan Nyonya Kelly dan suaminya berada di sana. Sementara Wardah keluar memberikan waktu kepada Nyonya Kelly dan suaminya berbicara dengan oval berharap kesadaran oval segera kembali.
"istirahatlah dulu, kamu baru mendonorkan darahmu kepada oval. Jadi kau masih membutuhkan istirahat. Lebih baik kita pulang, aku antar kamu pulang sekarang ."ujar Garnier kepada Wardah .
Tetapi Wardah langsung menolak. "Aku ingin tetap di sini bersama sahabatku. Aku ingin selalu berada di sini." Tolak Wardah. "Kalau begitu, aku juga harus tetap menjagamu di sini. Aku akan minta kepada suster menyediakan tempat tidur untukmu juga. Di samping Wardah, agar kamu juga bisa istirahat dengan nyaman.
Terserah kamu saja. Yang penting aku tetap akan berada di sini, jangan memintaku pulang.
Garnier meninggalkan Wardah sendiri duduk di luar ruang rawat inap oval. Lalu pergi menemui suster yang bertugas di sana.
Salah satu suster mengembangkan senyumnya, lalu memenuhi keinginan yang dikatakan oleh Garnier kepada mereka. "Berbaringlah branker yang sudah berada di sana. Aku ingin kau istirahat. Kau jangan seperti ini. Jika kau sakit, oval juga akan sedih melihatmu sakit karena memikirkan dirinya. " ujar Garnier kepada Wardah dibalas anggukan dari Wardah.
Wardah naik di atas branker, dituntun oleh Garnier. Sementara Nyonya Kelly dan suaminya, hanya menatap Wardah dan Garnier dengan tatapan penuh tanya. Mereka tidak mengetahui hubungan apa yang dimiliki Wardah dengan Tuan Garnier ,sang pengusaha kaya raya pemilik dari Zinc Hermawan Company.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak "Antara kutub Utara dan Selatan.(YOU & ME)