Gairah Cinta Sang Mafia

Gairah Cinta Sang Mafia
Charli dan Adara


__ADS_3

''Kak Charli, aku mohon jangan lakukan itu pada sahabatku." Mohon seorang gadis sambil menahan pisau lipat tersebut dengan menggunakan tangan kanannya.


Tes


Tes


Darah segar keluar dari tangan kanan gadis tersebut namun gadis tersebut meringis menahan rasa sakit.


Deg


Deg


Tiba-tiba jantung Charli berdetak kencang membuat Charli menatap ke arah gadis tersebut begitu pula dengan Adara.


"Cintya." Panggil Charli dan Adara bersamaan.


Grep


Cling


Charli sangat terkejut melihat telapak tangan Cintya mengeluarkan darah segar membuat Charli melepaskan pisau lipatnya kemudian menggenggam tangan Cintya untuk membuka tangan Cintya. Setelah terbuka Charli membuang pisau lipat tersebut kemudian menariknya ke ruang perawatan dengan diikuti oleh Adara.


"Jangan ikuti kami." Ucap Charli dengan nada dingin.


"Tapi ..." Ucapan Adara terpotong oleh Cintya.


"Aku tidak apa-apa." Ucap Cintya yang melihat wajah Charli terlihat menggelap.


Adara terdiam hanya memandangi kepergian Charli dan Cintya dengan tatapan berbeda.


'Semoga saja Cintya bisa membujuk Charli untuk tidak melakukan itu padaku terlebih menghilangkan keinginan untuk mem x bu x nuh x ku.' Ucap Adara.


'Aku akan menemani Kak Katty dan merawat Kak Katty sebagai ungkapan terima kasih dan menebus rasa bersalahku karena Kakak kembarku menyiksanya. Aku akan memberitahukan ke Mommy dan Daddy tentang keberadaan Kak Katty nanti setelah aku pulang ke hotel.' sambung Adara dalam hati sambil berjalan ke arah ruang perawatan.


Ceklek


Adara membuka pintu ruang perawatan dan melihat Katty sedang menatap dirinya dengan tatapan bingung.

__ADS_1


"Kak Charli kemana?" Tanya Katty.


"Kak Charli bertemu dengan temannya, apa ada yang bisa aku bantu?" Tanya Adara balik sambil berjalan ke arah Katty.


"Aku ingin minum dan aku masih menunggu Kak Charli datang." Jawab Katty.


"Biar aku yang ambilkan minum." Ucap Adara.


Adara mengambil gelas yang berisi air mineral yang sudah ada sedotan kemudian diberikan ke mulut Katty. Katty meminum hingga menyisakan setengah gelas.


"Ada lagi yang lainnya?" Tanya Adara dengan nada lembut sambil meletakkan gelas tersebut di atas meja dekat ranjang.


"Aku lapar mau makan bubur." Jawab Katty sambil berusaha bangun namun tubuhnya terasa sangat sakit membuat Katty berbaring lagi.


"Biar aku suapi dan jangan bangun dulu karena Kak Katty masih sakit." Ucap Adara sambil menahan tubuh Katty yang ingin bangun.


"Tapi aku tidak ingin merepotkan mu." ucap Katty.


"Aku tidak merasa direpotkan." Jawab Adara sambil tersenyum kemudian mengambil mangkok yang berisi bubur.


"Kenapa kamu sangat baik padaku?" Tanya Katty.


Ceklek


Mereka melihat Daddy William dan Mommy Chaterine orang tua Katty berjalan ke arah mereka.


"Mommy, Daddy." Panggil Katty.


"Hallo sayang, Kakakmu kemana? Maaf kamu siapa?" Tanya Mommy Chaterine.


"Aku Adara adik kelas Kak Katty dan kebetulan aku bertemu Kak Katty di rumah sakit ini." Jawab Adara.


"Kata Adara, Kak Marcel menemui temannya Mom." Sambung Katty.


'Menemui temannya? Sejak kapan Charli lebih mementingkan temannya daripada adiknya. Apa jangan-jangan seorang gadis? Jika memang benar semoga saja gadis itu wanita baik-baik dan bisa merubah sifat Charli mengingat Charli seorang psycophath.' ucap Mommy Chaterine dalam hati.


'Jangan-jangan Charli menemukan jodohnya? Semoga saja gadis itu wanita baik-baik dan mau menerima Charli apa adanya mengingat Charli seorang psycophath mengikuti keturunan orang tuaku.' Ucap Daddy William dalam hati.

__ADS_1


Adara mulai menyuapi Katty mengingat Katty lapar. Adara dengan telaten menyuapi Katty dan sesekali menghapus sisa bubur yang tertinggal di sudut bibir Katty.


"Biar Tante saja yang menyuapi Katty." Ucap Mommy Chaterine.


"Tidak apa-apa Tante." Ucap Adara sambil tersenyum.


'Gadis di depanku juga sangat baik padahal aku ingin dia yang menjadi pendamping putraku.' Ucap ke dua orang tuanya dalam hati secara bersamaan.


Ceklek


Hingga tiga menit kemudian pintu ruang perawatan kembali terbuka membuat mereka menatap ke arah pintu dan melihat Charli masuk ke dalam ruang perawatan bersamaan Adara sudah selesai menyuapi Katty.


Adara memberikan minuman ke Katty dan Katty pun meminumnya dengan menggunakan sedotan. Setelah selesai Adara membersihkan sisa makanan di sudut bibir Katty dengan menggunakan tissue.


"Sekarang istirahatlah biar cepat sembuh." Ucap Adara dengan nada lembut sambil menyelimuti tubuh Katty hingga ke pinggang.


"Mau kemana?" Tanya Katty yang melihat Adara berdiri.


"Aku ingin menemui temanku yang di rawat di rumah sakit ini." Jawab Adara sambil tersenyum menatap Katty.


"Memangnya temannya sakit apa?" Tanya Katty.


"Waktu kami dalam perjalanan ke rumah makan kami di serang oleh sekelompok orang yang tidak kami kenal. Hingga datang Kak Charli membantu kami namun sayang temanku terluka terkena tusukan pisau dari salah satu penjahat tersebut." Jawab Adara.


"Jahat banget mereka tapi temanmu tidak apa-apa kan? Maksudku tidak terlalu serius lukanya?" Tanya Katty dengan wajah kuatir.


"Lukanya tidak terlalu serius." Jawab Adara.


"Maaf Tante, Paman, Kak Charli dan Kak Katty, aku permisi dulu." Pamit Adara.


"Nanti main ke sini kan? Aku sangat kesepian tidak ada teman mengobrol." Ucap Katty penuh harap.


"Ten ..." Ucapan Adara terpotong oleh Charli.


"Adara besok pulang bersama temannya jadi tidak bisa menemanimu mengobrol. Apalagi kan ada Kakak yang menemanimu." Ucap Charli.


"Bukannya temannya sedang terluka? Apalagi tadi Adara bilang Ten ... pasti jawabannya Tentu saja bisa datang ke sini." Ucap Katty.

__ADS_1


Charli tidak menjawab ucapan Katty hanya menatap Adara dengan tajam seakan meminta bantuan kalau Adara tidak boleh menemui Katty.


'Apa yang mesti aku katakan? Aku ingin merawat Kak Katty tapi Kak Charli tidak mengijinkannya.' Ucap Katty dalam hati sambil berpikir.


__ADS_2