
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya dan tidak terasa pula sudah dua bulan hubungan Edwind dengan Katty berjalan dengan harmonis.
Wajah Katty sudah di operasi dan kini wajahnya sangat cantik di tambah Katty sudah bisa berjalan seperti sedia kala.
Hari ini adalah pernikahan Edwind dan Katty di mana acara pernikahan dilangsungkan secara meriah. Banyak tamu undangan datang terlebih Edwind yang merupakan keluarga besar di mana dirinya adalah keturunan Alexander di tambah keluarga besar Daddy Alvonso tentu saja banyak tamu datang silih berganti.
"Kamu lelah?" Tanya Edwind yang melihat Katty duduk di sofa pengantin.
"Iya Kak, apalagi ke dua kaki ku terasa sakit jika terlalu lama berdiri." Jawab Katty.
"Kalah begitu tetaplah duduk, Kakak akan mengatakan ke Daddy dan Mommy kalau kita istirahat." Ucap Edwind yang mengerti ke dua kaki Katty terasa lelah karena baru sebulan lebih ke dua kaki Katty baru bisa digerakkan.
Edwind berjalan ke arah Mommy Alona dan Daddy Edward di mana mereka sedang mengobrol dengan keluarga besar Daddy Edward.
"Ada apa Edwind?" Tanya Daddy Edward.
"Ke dua kaki Katty tidak kuat berdiri karena itu kami ingin istirahat." Jawab Edwind.
"Baik, kalian istirahatlah biarkan Mommy dan Daddy yang menemani para tamu undangan." Ucap Mommy Alona.
"Baik Mom." Jawab Edwind.
Edwind kemudian pergi menuju ke panggung di mana istrinya sedang duduk menunggu dirinya. Di tempat yang sama di mana Marbella mengobrol dengan Edmund namun terkadang arah pandangannya ke arah para tamu undangan dan terkadang menatap Edmund.
'Aku tidak rela jika keluarga besar Kak Edmund terluka.' Ucap Marbella dalam hati.
"Marbella, apakah wajahku jelek?" Tanya Edmund yang melihat Marbella menatap sekeliling tamu undangan.
"Kok Kak Edmund bicara seperti itu? Wajah Kak Edmund sangat tampan, kok di bilang jelek?" Tanya Marbella.
__ADS_1
"Habis dari tadi arah pandanganmu terkadang menatapku dan terkadang menatap ke tamu undangan." Jawab Edmund menjelaskan.
"Maaf Kak, aku menatap tamu undangan sambil berfikir." Ucap Marbella.
"Mikir apa?" Tanya Edmund.
"Mikir dari tadi tamu undangan tidak habis-habisnya datang dan pergi." Jawab Marbella berbohong.
"Karena Daddy merupakan keluarga besar belum lagi di tambah keluarga besar Alvonso dan para keluarga sahabat." Ucap Edmund menjelaskan.
Marbella hanya menganggukkan kepalanya sambil masih mengarahkan pandangannya ke arah lain. Hingga dirinya melihat salah satu rekan kerjanya menatap dirinya dengan tatapan tajam sambil perlahan tangan kanannya ke arah jas.
Grep
Tiba-tiba Marbella memeluk Edmund membuat Edmund sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Marbella.
'Jangan membuat orang lain curiga karena ada musuh yang menyamar dan masuk ke dalam pesta pernikahan Kak Edwind dengan Kak Katty. Orangnya berada di arah jam sembilan, dia seorang pria mengarahkan tangannya ke jasnya sepertinya ingin mengambil pistol.' Bisik Marbella sambil mempererat pelukannya.
Selesai mengatakan hal itu Marbella memutar tubuhnya dengan masih dalam posisi memeluk Edmund. Edmund tidak menjawab ucapan Marbella hanya ikut memutar tubuhnya sambil membalas pelukan Marbella hingga arah pandangannya menatap ke arah pria tersebut.
'Aku melihatnya.' Bisik Edmund sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Marbella.
Edmund berjalan ke arah pria tersebut sedangkan Marbella berjalan mendekati Mommy Alona yang tidak jauh dari Edmund dan Tio tapi arah pandangannya tidak pernah lepas menatap ke arah rekan kerjanya yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam.
'Pasti Tio orang suruhan Tuan Vincent untuk membunuh semua keluarga Alexander dan juga aku. Sebelum itu terjadi aku dan keluarga Alexander yang terlebih dahulu membunuh Tuan Vincent.' Ucap Marbella dalam hati.
Rekan bisnisnya yang bernama Tio melihat Edmund berjalan ke arah dirinya membuat Tio terpaksa menurunkan tangannya.
"Siapa kamu?" Tanya Edmund sambil menatap tajam ke arah Tio.
__ADS_1
"Tentu saja saya tamu undangan." Jawab Tio.
"Siapa yang mengundangmu? Karena aku tidak kenal denganmu." Ucap Edmund.
"Ada apa Edmund?" Tanya Daddy Edward tiba-tiba datang atas permintaan Marbella.
xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx
Ketika Marbella dekat Mommy Alona, Marbella dengan sengaja memeluk Mommy Alona membuat Mommy Alona terkejut .
'Mommy, pinta tolong Daddy temani Edmund karena ada musuh yang mencoba masuk ke dalam pesta pernikahan Kak Edwind dengan Kak Katty.' Bisik Marbella sambil melepaskan pelukannya.
Mommy Alona terkejut dan melihat putra ke duanya mengobrol dengan seorang pria tidak di kenal di tambah sorot mata pria tersebut penuh dendam dan kebencian.
Grep
Mommy Alona langsung memeluk suaminya kemudian membisikkan sesuatu ke telinga suaminya. Daddy Edward yang mendengar ucapan Mommy Alona langsung menatap ke arah putra sulungnya yang sedang mengobrol dengan pria tidak di kenal.
Daddy Edward merasakan kalau pria tersebut bukanlah pria baik-baik membuat Daddy Edward berjalan ke arah mereka berdua.
xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxxx
"Apakah Daddy mengenalnya?" Tanya Edmund tanpa menjawab pertanyaan Daddy Edward.
"Tidak, memang siapa dia?" Tanya Daddy Edward penasaran.
"Aku juga tidak tahu Dad." Jawab Edmund.
"Siapa yang menyuruhmu?" Tanya Daddy Edward tanpa basa basi.
__ADS_1