Gairah Cinta Sang Mafia

Gairah Cinta Sang Mafia
Melakukan Apa?


__ADS_3

"Apa?" Teriak mereka bersamaan dengan wajah terkejut.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Coba ceritakan lebih detail." Tanya Daddy Edward.


Adara menceritakan dari awal hingga akhir sedangkan keluarganya mendengarkan semua cerita Adara tanpa ada yang mengeluarkan suara sedikitpun.


"Itulah yang terjadi." Ucap Adara mengakhiri ceritanya.


brak


Tiba-tiba pintu ruang perawatan di dorong dengan kasar membuat mereka menatap ke arah pintu dan melihat Edmund dengan wajah sendu.


"Apa benar yang kamu katakan?" Tanya Edmund pada adik kembarnya.


"Iya Kak, bagaimana keadaan Kak Marbella?" Tanya Adara balik bertanya.


"Kakak tidak tahu karena sejak tadi pintu operasi belum di buka juga." Jawab Edmund sambil membalikkan badannya dan meninggalkan ruangan tersebut.


"Kakak merasa bersalah karena mengira Marbella ingin menembak Edmund." Ucap Edwind merasa bersalah dengan Marbella.


"Tante Katarina kenapa belum datang?" Tanya Mommy Alona dengan wajah kuatir.


Ceklek


Ketika Daddy Edward ingin menjawab bersamaan pintu ruang perawatan terbuka membuat mereka menatap ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang ternyata Alex anak dari pasangan Mikael dengan Katarina bersama istrinya yang bernama Dewi Arumi.

__ADS_1


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Cerita Tentang Katarina dengan Mikael dapat di baca novelku dengan judul : Wanita Kesayangan CEO sedangkan untuk cerita Alex bersama istrinya yang bernama Dewi Arumi dapat di baca di novelku dengan judul : Cinta Sejati Mafia Dan Dewi Arumi


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


"Maaf Mommy tidak bisa datang jadi aku yang mewakili Mommyku." Ucap Alex.


"Tidak apa-apa, ayo kita langsung ke ruang operasi." Ucap Mommy Alona sambil berjalan ke arah pintu ruang perawatan.


"Baik." Jawab Alex dan Dewi Arumi singkat.


"Adara, maaf Mommy tinggal sebentar." Ucap Mommy Alona sambil memegang pintu.


"Tidak apa-apa Mom." Jawab Adara.


"Edmund, apakah belum ada kabar?" Tanya Mommy Alona.


"Belum ada Mom." Jawab Edmund.


Ceklek


Ketika Mommy Alona ingin bicara bersamaan pintu ruang operasi terbuka membuat Mommy Alona, Edmund, Alex dan Dewi Arumi berjalan ke arah dokter tersebut yang baru saja keluar dari ruang operasin dengan wajah sendu.


"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Tuhan lebih sayang dengan Nona Marbella." Ucap dokter tersebut dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Entah kenapa dirinya sangat sedih karena tidak bisa menyelamatkan nyawa pasiennya.


"Maksud dokter, Marbella meninggal?" Tanya Edmund tidak percaya dengan apa yang barusan di dengarnya.


Dokter tersebut hanya menganggukkan kepalanya membuat tubuh Edmund merosot seperti tidak bertulang namun Alex berusaha menahannya agar tidak ambruk ke lantai.


"Boleh aku melihatnya Dok?" Tanya Alex.


"Silahkan." Jawab dokter tersebut.


Mereka berempat berjalan ke arah ruang operasi hingga mereka di brangkar ada kain putih yang menutupi orang yang sedang berbaring di ranjang.


Dengan tangan gemetar Edmund perlahan menarik kain putih tersebut dan melihat kulit wajah dan tubuh Marbella biru kehitaman membuat Alex mulai mengecek kondisi Marbella yang sudah dingin.


Edmund hanya bisa melihat Alex yang sedang melakukan sesuatu dengan Marbella. Dalam hati kecilnya yang terdalam Marbella baik - baik saja dan bisa diselamatkan.


Setelah hampir lima menit mengecek Alex menotok syarat Marbella kemudian ke dua jari telunjuk dan jari tengah disatukan. Alex menyentuh dari perut kemudian berjalan hingga ke ujung mulut melalui dua jari tersebut dengan menggunakan tenaga dalam.


"Uhuk ... Uhuk .... Uhuk ... "


Tiba - tiba Marbella terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah berwarna hitam membuat beberapa dokter dan perawat sangat terkejut karena pasalnya mereka mengira Marbella sudah meninggal.


Setelah beberapa Alex sudah selesai kemudian Alex memberikan pil kecil lalu dimasukkan ke dalam mulut Marbella dengan menggunakan tenaga dalam agar dapat masuk ke dalam tubuh Marbella, setelah selesai Alex menatap ke arah Edmund.


"Apakah Marbella baik-baik saja?" Tanya Edmund.

__ADS_1


"Paman hanya bisa mengeluarkan sedikit racunnya dan Paman tidak tahu apakah kamu bersedia melakukan sesuatu?" Tanya Alex dengan ragu.


"Melakukan apa?" Tanya Edmund penasaran begitu pula dengan Mommy Alona dam Dewi Arumi.


__ADS_2