
Keluarga besar Alexander langsung berpencar untuk mencari pintu rahasia hingga lima menit kemudian Daddy Edward menemukan pintu rahasia.
"Ada di sini." Ucap Daddy Edward sambil membuka pintu rahasia tersebut.
Keluarga besar Alexander satu persatu masuk ke dalam ruang rahasia di mana Adara dan Marbella di bawa oleh para penjahat.
Di tempat yang sama di mana Adara dan Marbella di bawa oleh para penjahat.
"Kamu pegang senjata dan harus menembak gadis itu jika tidak maka Ibu gadis itu akan di tembak oleh temanku!" perintah salah satu dari rekan kerjanya.
Pria tersebut memberikan pistol ke Marbella untuk menembak Adara yang sedang menahan rasa sakit akibat luka tembak pada dadanya.
"Jangan bunuh Mommy Ku, Kak Marbella tembak aku saja karena aku tidak mau Mommy Ku mati." Mohon Adara.
"Aku tidak percaya dengan perkataanmu." Ucap Marbella tanpa menjawab permintaan Adara sambil menerima pistol tersebut.
Pria tersebut langsung menjentikkan jarinya dan salah seorang memperlihatkan ke Marbella dan Adara di mana foto tersebut Mommy Alona di keningnya ada pistol melalui layar ponselnya.
__ADS_1
Adara dan Marbella sangat terkejut melihat foto dimana wajah Mommy Alona memar dari ponsel milik pria tersebut membuat Adara dan Marbella menahan amarahnya.
"Kalian memang brengs*k, berani menyakiti Mommy Ku. Aku akan pastikan keluarga besar ku akan menghukum kalian semuanya hingga mati mengenaskan." Ucap Adara dengan nafas memburu.
"Tembak atau Ibu gadis itu mati!" Perintah pria tersebut tanpa memperdulikan makian Adara karena pria tersebut sudah terbiasa di maki oleh bosnya yang sudah meninggal akibat di tembak oleh salah satu keluarga besar Alexander.
"Kak Marbella tembak aku saja karena aku tidak sanggup Mommy Ku mati." Mohon Adara.
Dengan tangan gemetar Marbella mengarahkan pistolnya ke arah Adara namun langsung diturunkan karena dirinya tidak sanggup melakukannya.
Dalam hatinya semoga saja orang - orang yang tadi menyerangnya segera bisa datang karena bagaimanapun dirinya tidak tega menembak Adara yang sudah di anggap sebagai adiknya.
"Selama ini kita berteman dan bos kita sudah meninggal jadi tolong lepaskan gadis itu bersama Ibunya." Pinta Marbella berusaha membujuk rekannya.
"Walau kita berteman lama tapi kamu sudah berani mengkhianati Tuan Vincent untuk tidak membunuh keluarganya dan aku bisa pastikan kamu akan mengkhianati ku juga." Ucap pria tersebut.
"Tembak gadis itu atau Ibu gadis itu mati!" Perintah pria tersebut yang tidak ingin berlama di tempat tersebut.
__ADS_1
Marbella mengangkat tangannya ke arah Adara sambil memegang pistol sedangkan Adara memejamkan matanya.
'Mommy, Daddy maafkan Adara yang belum membahagiakan Mommy dan Daddy.' Ucao Adara dalam hati.
'Aku tidak bisa melakukannya, apa yang harus aku lakukan?' Tanya Marbella dalam hati.
Dor Dor Dor Dor
Dor Dor Dor Dor
"Akhhhhhhhh...!" teriak tujuh pria dan Marbella bersamaan.
Bruk Bruk Bruk Bruk
Bruk Bruk Bruk
Di saat krisis tiba-tiba terdengar delapan suara tembakan ke arah para penjahat. Tujuh pria dan Marbella berteriak kesakitan secara bersamaan karena tujuh pria tersebut terkena luka tembak tepat di keningnya sedangkan Marbella terkena tangannya.
__ADS_1
Tujuh pria itupun langsung ambruk seketika dan meninggal di tempat sedangkan Marbella menahan rasa sakit pada tangannya.
"Marbella!" Teriak seorang pria tampan dengan tatapan membunuh sambil berjalan ke arah Marbella.