Gairah Cinta Sang Mafia

Gairah Cinta Sang Mafia
Tamat


__ADS_3

"Tentu saja boleh." Jawab Edmund.


Edmund melepaskan ke dua sepatu pantofel nya kemudian melepaskan jasnya dan barulah berbaring di ranjang sambil memeluk tubuh mungil Marbella.


"Aku sangat mengantuk." Ucap Marbella sambil memejamkan matanya dengan menyandarkan kepalanya di dada bidang Edmund.


"Tidurlah, Kakak akan menjagamu." Ucap Edmund sambil mengusap punggung Marbella.


Marbella hanya menganggukkan kepalanya dan tidak membutuhkan waktu lama Marbella tidur dengan pulasnya.


'Maaf Kakak belum bisa mengatakan kalau Kakak sudah mengambil harta yang selama ini kamu jaga. Tapi kamu jangan kuatir karena aku akan bertanggung jawab.' Ucap Edmund sambil ikut memejamkan matanya dan tidak membutuhkan waktu lama Edmund tidur dengan pulasnya.


Mereka tidur dengan pulasnya sambil berpelukan dan memberikan kehangatan masing-masing.


Seminggu Kemudian


Tidak terasa hari berlalu dengan cepatnya dan tidak terasa pula Marbella sudah keluar dari rumah sakit. Kini Marbella dan Edmund sudah resmi menikah dengan mengucapkan janji suci pernikahan.


Acara resepsi pernikahan digelar sangat meriah banyak tamu undangan datang silih berganti. Hari ini kebahagiaan Marbella dan Edmund karena sudah resmi menikah berbeda dengan para gadis yang merupakan tamu undangan.


Di mana merupakan hari patah hati karena Edmund sudah menikah dan pupuslah sudah harapan mereka untuk bisa menikah dengan salah satu cucu Alexander yang terkenal dengan kekayaannya dan kesetiaan terhadap pasangannya.


"Kamu lelah?" Tanya Edmund.


"Lumayan lelah apalagi ke dua kakiku pegel banget." Ucap Marbella yang sejak tadi satu jam lebih berdiri.


"Kalau begitu kita istirahat saja." Ucap Edmund.


"Tapi tidak enak kalau kita langsung pergi." Jawab Marbella.


"Kalau kalian lelah, istirahatlah." Ucap Mommy Alona tiba-tiba datang bersama Daddy Edward suaminya.


"Tapi tidak enak Mom, tamu undangannya masih banyak." Jawab Marbella.


"Santai saja, mereka keluarga besar kami." Ucap Daddy Edward.


"Ayo sayang kita istirahat saja." Ucap Edmund yang sebenarnya ingin merasakan lagi hubungan suami istri.


Marbella hanya mengangukkan kepalanya kemudian mereka berdua berjalan ke arah lift sedangkan ke dua orang tua Edmund hanya tersenyum melihat kelakuan Edmund.


"Sifat Edmund mirip dengan Daddy." Ucap Mommy Alona.


"Sifat yang mana Mom?" Tanya Daddy Edward.


"Mesumnya." Jawab Mommy Alona sambil berjalan untuk menemui keluarga besar suaminya.


"Tapi Mommy sukakan?" Tanya Daddy Edward dengan suara menggoda.


"Suka, asal mesumnya sama Mommy." Jawab Mommy Alona.


"Tentu saja sama Mommy." Ucap Daddy Edward.


Mommy Alona hanya tersenyum kemudian merekapun menemui keluarga besar Alexander yang sedang asyik mengobrol.


Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan dimana Edmund melepaskan satu persatu pernak pernik yang menempel di rambut dan anggota tubuh Marbella. Seperti sepasang giwang, kalung dan cincin.


Marbella hanya di suruh duduk di kursi rias sambil menatap suaminya melalui kaca rias yang sedang sibuk melepaskan pernak pernik melalui kaca rias.


"Sudah selesai dan sekarang menarik resleting gaun pengantin istriku, ayo sayang berdiri." Ucap Edmund.


Tanpa menjawab Marbella berdiri namun dalam hatinya sangat bahagia dengan perlakuan Edmund terlebih dirinya membayangkan melakukan hubungan suami istri membuat jantungnya berdebar kencang.


Cup


"Bolehkah sekarang kita melakukannya?" Tanya Edmund dengan suara serak sambil mengecup punggung mulus Marbella membuat Marbella kegelian.

__ADS_1


"Melakukan apa?" Tanya Marbella pura-pura polos sambil berjalan ke arah kamar mandi dengan ke dua tangannya menahan agar gaun pengantin tidak jatuh.


Grep


'Hubungan suami istri.' Bisik Edmund tepat di telinga Marbella kemudian menjilatnya sambil memeluk tubuh Marbella.


"Sayang, geli." Ucap Marbella.


"Hehehehe... Boleh ya." Pinta Edmund.


Baru kali ini Edmund merayu untuk meminta sesuatu karena selama ini apa yang diinginkannya tidak ada satupun yang berani menolaknya.


"Nanti ya setelah kita mandi karena tubuhku lengket banget." Jawab Marbella yang merasakan bokongnya ada yang mengganjal.


"Tapi adik kecilku bagaimana? Kan kasihan." Ucap Edmund.


"Tahan saja dan tolong lepaskan tangan Kak Edmund karena aku ingin mandi." Jawab Marbella.


"Baiklah." Jawab Edmund dengan wajah cemberut.


Dengan sangat terpaksa Edmund melepaskan pelukannya kemudian Marbella berjalan ke arah kamar mandi. Hingga dua belas menit kemudian Marbella sudah selesai mandi dan kini memakai jubah handuk.


Ceklek


Marbella membuka pintu kamar mandi dan melihat suaminya sedang berbaring di ranjang tanpa menggunakan atasan.


"Kak Edmund kenapa hanya menggunakan celana boxer?" Tanya Marbella sambil berjalan ke arah ranjang.


"Mau mandi, badan Kakak juga lengket." Jawab Edmund sambil turun dari ranjang.


"Jangan tidur." Sambung Edmund.


Marbella hanya mengangukkan kepalanya kemudian berjalan ke arah lemari pakaian sedangkan Edmund berjalan ke arah kamar mandi.


Marbella mengambil lingerie seksi kemudian memakainya tanpa menggunakan bagian dalam nya. Marbella berbaring di ranjang kemudian menutupi tubuhnya dengan selimut hingga menyisakan kepalanya.


Ceklek


Hingga dua belas menit kemudian Edmund membuka pintu kamar mandi dan melihat istrinya sedang tidur dengan pulas.


'Bagaimana nasib adik kecilku yang sudah tegang sejak tadi?' Tanya Edmund dalam hati dengan wajah frustasi.


'Sejak pertama kali merasakan hubungan suami istri membuatku ingin merasakan lagi dan lagi tapi sekarang ...' Ucap Edmund dalam hati menggantungkan kalimatnya.


Edmund sebenarnya sangat ingin merasakan kembali hubungan suami istri namun karena Marbella tidur dengan pulas membuat Edmund tidak tega untuk memaksanya.


Edmund masuk ke dalam selimut kemudian berbaring di samping Marbella namun baru saja memejamkan matanya Edmund merasakan Marbella memeluk pinggangnya.


Edmund hanya tersenyum namun tiba-tiba tangan Marbella turun ke arah bawah dengan perlahan hingga sampai di wortel import milik Edmund, Marbella masuk ke dalam jubah handuk kemudian membelainya.


Edmund langsung memaksakan membuka matanya untuk melihat wajah cantik istrinya yang masih tertidur dengan pulas.


"Sayang, apa yang sayang lakukan?" Tanya Edmund sambil membelai pipi istrinya.


Marbella membuka matanya kemudian tersenyum menatap wajah tampan Edmund.


"Suamiku tidak ingin melakukan hubungan suami istri?" Tanya Marbella balik bertanya.


"Tentu saja." Jawab Edmund dengan semangat empat puluh lima.


Edmund langsung bangun kemudian membuang asal selimutnya dan matanya langsung membulat sempurna melihat tubuh seksi istrinya.


Glek


"Istriku seksi sekali, aku tidak menyangka istriku ternyata nakal juga." Ucap Edmund sambil menaiki tubuh istrinya.

__ADS_1


"Nakal sama suaminya boleh dong." Jawab Marbella dengan suara menggoda.


"Harus sama suaminya tidak boleh sama pria lain." Jawab Edmund.


Merekapun melakukan hubungan suami istri hingga terdengar suara merdu keluar dari mulut mereka berdua hingga setengah jam kemudian mereka sudah selesai melakukan hubungan suami istri.


Edmund sangat puas dan bahagia karena bisa merasakan kembali tubuh Marbella yang kini sudah resmi menjadi istrinya. Namun berbeda dengan Marbella, hatinya sangat sedih karena dirinya hanya sedikit merasakan perih ketika melakukan hubungan suami istri di tambah dirinya tidak mengeluarkan darah sebagai tanda dirinya masih menjaga kehormatannya.


Edmund yang merasakan perubahan wajah Marbella sangat terkejut membuat Edmund menarik dagu Marbella agar menatap dirinya.


"Ada apa?" Tanya Edmund.


"Aku ..." Ucap Marbella menggantungkan kalimatnya.


"Aku apa?" Tanya Edmund dengan nada lembut.


Tes


Tes


Grep


Air mata yang sejak tadi ditahannya akhir keluar juga membuat Edmund sangat terkejut dan langsung memeluk tubuh mungil istrinya.


"Hiks hiks hiks hiks...." Isak Marbella sambil membalas pelukan suaminya.


"Ada apa?" Tanya Edmund dengan nada masih lembut sambil mengusap punggung istrinya yang masih polos.


"Kak Edmund, kata orang-orang jika kita melakukan hubungan suami istri untuk pertama kalinya akan sulit dan bagian privasiku sangat sakit serta mengeluarkan darah tanda kehormatan sudah di ambil oleh Kak Edmund tapi kenapa aku tidak merasakan sakit sedikitpun?" Tanya Marbella.


Deg


'Haruskah aku mengatakannya kalau aku yang mengambilnya? Tapi jika aku katakan nanti Marbella marah sama aku.' Ucap Edmund dalam hati.


"Jika Kak Edmund merasa sangat kecewa denganku, aku tidak apa-apa jika Kak Edmund mencari gadis lain tapi ceraikanlah aku dulu karena aku tidak ingin diduakan." Ucap Marbella.


"Kakak tidak mungkin merasakan sangat kecewa karena Kakaklah yang mengambil harta berhargamu yang selama ini kamu jaga." Jawab Edmund akhirnya terpaksa berkata dengan jujur.


"Maksud Kak Edmund?" Tanya Marbella mendorong perlahan tubuh suaminya.


Edmund menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian Edmund menceritakan semua yang telah terjadi ketika Marbella tidak sadarkan diri akibat racun yang berada di dalam tubuh Marbella.


"Itulah yang terjadi dan maaf Kakak tidak jujur mengatakannya karena Kakak takut kamu marah sama Kakak. Kakak terpaksa melakukan hubungan suami istri di saat kamu tidak sadar karena Kakak sangat takut kehilanganmu. Kamu boleh menghukum Kakak sepuasmu." Ucap Edmund mengakhiri ceritanya.


Grep


"Terima kasih karena Kak Edmund menyelamatkan nyawaku dan aku tidak mungkin menghukum Kakak." Jawab Marbella sambil memeluk tubuh kekar suaminya.


"Kamu tidak marah?" Tanya Edmund sambil membalas pelukan istrinya.


"Tentu saja tidak tapi dengan satu syarat." Pinta Marbella.


"Apa itu?" Tanya Edmund penasaran.


"Lain kali jangan disembunyikan karena dalam hubungan suami istri harus saling jujur dan tidak ada kebohongan di antara kita serta saling percaya dengan pasangannya." Jawab Marbella.


"Baik Kakak janji untuk mengikuti permintaanmu terlebih apa yang kamu katakan benar adanya." Jawab Edmund.


Marbella tersenyum hingga Edmund meminta melakukan hubungan suami istri lagi karena Edmund sudah kecanduan dengan tubuh istrinya. Setelah setengah jam mereka sudah selesai melakukan hubungan suami istri kemudian mereka bersama membersihkan tubuhnya di kamar mandi setelah itu barulah mereka tidur sambil berpelukan dan memberikan kehangatan masing-masing.


Edwind dan Katty hidup bahagia begitu pula dengan Edmund dengan Marbella. Tidak ada lagi musuh yang menyerang mereka untuk saat ini.


Tamat


Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

__ADS_1


Tidak terasa novel ini sudah tamat dan terima kasih atas komentar, like, hadiah dan vote. Maaf kalau author tidak semua membalas komentar para pembaca tapi yang pasti author sangat senang dengan komentar para pembaca setiaku.


Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua. Amin.


__ADS_2