Gairah Cinta Sang Mafia

Gairah Cinta Sang Mafia
Marbella dan Edmund


__ADS_3

("Karena di ruang perawatan di mana Katty dan Adara di rawat ada cctv kecil plus ada penyadap suara jadi jangan pernah beritahukan ke mereka. Kamu boleh kasih tahu ke mereka ketika kalian berada di lorong rumah sakit tapi perhatikan apakah ada kamera cctv atau tidak." Ucap Paman Alex menjelaskan).


("Baik Paman dan terima kasih banyak sudah memberitahukan ke Edwind." Ucap Edwind yang merasa hutang budi karena telah menyelamatkan nyawanya dan juga nyawa orang-orang yang sangat di sayanginya).


("Sama-sama Edwind, kalian berhati-hatilah jangan sampai lengah." Ucap Paman Alex).


("Baik Paman." Jawab Edwind).


("Kami di sini akan mencari di mana musuhnya dengan meretas data mereka karena mereka sangat licin jadi kalian berhati-hatilah jangan sampai lengah." Ucap Paman Alex).


("Terima kasih Paman, kami akan lebih berhati - hati dan jangan sampai lengah.'' Ucap Edwind).


("Ok. Bye." Pamit Paman Alex).


("Bye." Jawab Edwind singkat).


Tut tut tut


Sambungan komukasi langsung terputus kemudian Edwind menceritakan apa yang baru saja dikatakan oleh Paman Alex sedangkan Edmund mendengarkan apa yang yang dikatakan oleh Kakak kembarnya.


"Si*l, siapa yang berani bermain dengan keluarga besar Alexander?" Tanya Edmund sambil menahan amarahnya.


"Kakak tidak tahu, sekarang lebih baik kita kembali ke rumah sakit karena orang tua kita sudah menunggu." Ucap Edwind.


"Baik Kak." Jawab Edmund.


Ke dua pria tampan itu pun pergi meninggalkan hotel tersebut menuju ke rumah sakit. Sampai di lobby Edmund membayar biaya sewa penginapan setelah selesai Edwind dan Edmund berjalan ke arah keluar untuk menyebrang jalan.


Ketika Edwind dan Edmund menyebrang jalan ttiba-tiba dari arah kejauhan sebuah mobil box 🚛 melaju dengan kecepatan tinggi menuju ke arah ke dua pemuda tampan tersebut.


Bertepatan terdengar teriakan seorang gadis sambil berlari berlawanan arah kemudian menarik tangan Edwind dan Edmund dengan keras.


Bruk

__ADS_1


Bruk


Bruk


"Akhhhhhhhh..!" Teriak gadis tersebut ketika tubuh depannya di timpa oleh Edmund sedangkan tubuh belakangnya jatuh ke aspal.


Edmund menahan kepala gadis tersebut agar tidak terhantam aspal. Untuk Edwind wajahnya nyaris mencium aspal jika saja Edwind tidak menahan ke dua tangannya.


Whushhhh


Tidak berapa lama mobil box 🚛 melaju kecepatan tinggi melewati mereka. Hal itu membuat Edwind dan Edmund sangat terkejut dan merasa berhitung nyawa dengan gadis tersebut.


Deg


Deg


Jantung Edmund dan gadis tersebut berdetak kencang ketika bibir mereka bersentuhan sambil saling menatap.


'Kenapa jantungku berdetak kencang? Mana mungkin aku jatuh cinta secepat ini.' sambung gadis tersebut dalam hati.


"Maaf." Jawab Edmund sambil berdiri kemudian menarik perlahan gadis tersebut agar berdiri.


'Kenapa jantungku berdetak kencang? Mana mungkin aku jatuh cinta secepat ini.' sambung Edmund tersebut dalam hati.


Gadis itu pun menerima uluran tangan Edmund, sambil meringis menahan rasa sakit gadis itu berusaha untuk berdiri membuat Edmund tidak tega.


"Masih sakit?" tanya Edmund merasa bersalah karena telah menimpa tubuh gadis tersebut.


"Lumayan Kak." Jawab gadis tersebut sambil tersenyum namun terlihat jelas wajahnya menahan rasa sakit.


"Mau Kakak gendong?" Tanya Edmund.


Selama ini Edmund tidak pernah perduli dan sangat dingin dengan wanita lain terlebih cenderung kejam jika ada yang berani menyentuh tubuhnya. Tapi entah kenapa ketika bersama gadis tersebut dirinya tidak bisa melakukan hal itu.

__ADS_1


"Ke dua tangan dan ke dua kaki Kakak juga sakit jadi tidak usah di gendong." Jawab gadis tersebut.


"Oh ya kenalkan namaku Edmund dan ini Kakak kembar ku Kak Edwind." Ucap Edmund memperkenalkan dirinya.


"Namaku Marbella." Ucap Marbella sambil membalas uluran tangan Edmund.


"Edwind, Edmund kalian tidak apa-apa?" Tanya Daddy Edward tiba-tiba datang dengan wajah kuatir.


Ketika Edwind ingin bertanya bersamaan kedatangan Daddy Edward dan bertanya keadaan Edwind dan Edmund membuat Edwind tidak jadi bertanya.


"Kami baik-baik saja Dad, hanya perih sedikit." Jawab ke duanya bersamaan.


"Lebih baik kalian cek ke dokter untuk diobati dan kamu juga." Ucap Daddy Edward menunjuk ke arah Marbella sambil menjentikkan jarinya.


"Baik Paman." Jawab Marbella patuh.


Tiba-tiba datang satu bodyguard dan Daddy Edward menyuruh bodyguardnya menggendong Marbella ala bridal style menuju ke ruang ugd.


"Kenapa aku di gendong?" Tanya Marbella dengan wajah terkejut.


"Kamu sedang terluka jadi lebih baik di gendong oleh salah satu bodyguardku." Jawab Daddy Edward.


"Terima kasih Paman, karena aku di gendong sebab tubuhku agak perih tertimpa benda berat." Ucap Marbella sambil tersenyum.


Edmund menatap tajam ke arah Marbella karena dikatakan benda berat padahal tadi dirinya juga menahan tubuhnya agar tidak terlalu menimpa Marbella dengan cara ke dua tangannya memegang aspal.


"Terima kasih sudah membantu ke dua putra kami." Sambung Daddy.


"Sesama manusia harus saling tolong menolong." Ucap Marbella sambil tersenyum.


Daddy Edward membalas senyuman Marbella kemudian membalikkan badannya untuk memapah Edwind dan Edmund ke arah ruang ugd.


'Mereka sepertinya sangat baik, apakah aku sanggup melukai mereka?' Tanya Marbella dalam hati sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2