Gairah Cinta Sang Mafia

Gairah Cinta Sang Mafia
Racun


__ADS_3

Marbella menatap ke arah pria yang dicintainya sambil tersenyum siapa lagi kalau bukan Edmund. Hingga tanpa sengaja dirinya melihat seorang pria yang bersembunyi di balik pohon dan mengarahkan pistol ke Edmund.


Marbella melihat Edmund memegang senjata membuat Marbella berjalan ke arah Edmund tanpa takut melihat tatapan mata Edmund yang seakan ingin membunuhnya.


Grep


Bruk


Marbella merebut senjata Edmund sambil mendorong tubuh Edmund dengan sekuat tenaganya kemudian mengarahkan pistolnya ke arah Edmund dengan tangan kirinya karena tangan kanannya sedang terluka kena tembak.


'Si*l, racunnya sudah mulai bekerja.' Ucap Marbella dalam hati sambil menggelengkan kepalanya agar dirinya tersadar karena kepala Marbella mulai terasa pusing.


Dor


Dor


Dor


"Akhhhhhhhh ....!" Teriak Marbella dan pria tersebut bersamaan.


Bruk


Bruk


Edwind yang mengira Edmund akan di tembak oleh Marbella membuat Edwind menembak punggung Marbella. Edwind dan yang lainnya tidak tahu kecuali Adara namun sayang Adara sudah di bawa ke rumah sakit kalau sebenarnya Marbella berusaha mengangkat tangannya ke arah depan untuk menembak pria yang bersembunyi di balik pohon.


Ketika Edwind menembak Marbella bersamaan Marbella berhasil mengangkat tangannya ke arah depan dan menembak pria tersebut. Pria itu yang awalnya ingin menembak Edmund terpaksa mengalihkan pistolnya ke arah Marbella dan mengenai dadanya.

__ADS_1


Marbella dan pria itupun ambruk, pria tersebut meninggal di tempat sedangkan Marbella berusaha untuk berdiri membuat keluarga besar Alexander kaget dengan apa yang terjadi barusan.


Edmund merasa bersalah karena telah menembak Marbella yang ternyata menolong adik kembarnya dari tembakan musuh. Sedangkan Marbella berusaha untuk membantu Edmund berdiri, namun ...


Plak


Bruk


"Jangan sentuh Aku, Aku tahu kalau Kamu pura-pura menolongku agar aku memaafkan mu. Kami sangat bod*h memelihara ular 🐍 di rumah tanpa menyelidiki dari mana ular itu berasal." Ucap Edmund kemudian menampar pipi Marbella dengan keras membuat Marbella terjatuh.


Sudut bibir Marbella mengeluarkan darah segar tapi segera di usap Marbella dengan kasar tanpa memperdulikan rasa sakit pada pipi dan sekujur tubuhnya karena racun tersebut mulai bereaksi di tambah dua peluru yang bersarang di tubuhnya.


Marbella berusaha untuk bangun kemudian menatap ke arah Edmund sambil tersenyum dan berusaha menutupi kesedihan karena orang yang dicintainya membenci dirinya.


"Aku tidak menyangka Mommy yang sangat baik padamu tapi kamu balas dengan merencanakan menculik Mommy. Tapi syukurlah kami dapat membebaskan Mommy kami dan kini kami akan membalas semua kejahatan yang kamu lakukan pada Mommy dan adik kembarku Adara." Ucap Edmund sambil mengarahkan pistolnya ke arah Marbella yang sedang menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya.


Dor


Edmund menarik pelatuknya sambil memejamkan matanya hingga terdengar suara letusan pistol sedangkan Marbella hanya terdiam tidak menghindar ataupun membalas tembakan tersebut padahal dirinya memegang pistolnya dengan menggunakan tangan kiri.


Edmund perlahan membuka matanya dengan mata berkaca-kaca karena dalam hatinya yang terdalam dirinya tidak tega menembak Marbella tapi karena Marbella telah menyakiti dua orang yang sangat disayanginya yaitu Mommy Alona dan Adara membuat Edmund terpaksa menembak dada Marbella satunya yang dekat dengan jantung.


"Jaga dirimu dan maafkan aku." Ucap Marbella sambil berusaha tersenyum.


Uhuk Uhuk Uhuk


Bruk

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu Marbella mulai terbatuk-batuk hingga mengeluarkan darah berwarna hitam pekat tanda racun sudah mulai bekerja hingga Marbella ambruk namun matanya masih menatap ke arah Edmund sambil berusaha memaksakan untuk tersenyum.


"Maafkan aku." Ucap Marbella dan perlahan menutup matanya.


Grep


"Marbella! Kenapa darahmu berwarna hitam?" Tanya Edmund dengan wajah terkejut begitu pula dengan yang lainnya membuat Edmund memeluk tubuh Marbella yang mulai dingin.


"Aku tidak apa - apa, jaga dirimu baik - baik ... I ... Love ... You..." Ucap Marbella.


Marbella pun tidak sadarkan diri membuat Edmund mengecek nadi Marbella yang ternyata mulai melemah dan langsung menggendongnya.


"Kita bawa ke rumah sakit!" Perintah Daddy Edward.


"Baik Dad." Jawab Edmund patuh.


Daddy Edward mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang untuk datang ke rumah sakit sambil berjalan ke arah mobil. Tanpa mereka sadari dua pasang mata menatap kepergian mereka sambil menahan amarahnya.


Lima belas menit kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit karena Edwind mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Kini Marbella berada di ruang operasi untuk mengambil peluru yang bersarang di tubuh Marbella.


Tidak berapa lama pintu UGD terbuka membuat daddy Edward dan keluarga besar lainnya menatap ke arah pintu dan melihat Adara berbaring di brangkar di mana dua perawat mendorong brangkar tersebut ke ruang perawatan.


Lima menit kemudian Adara membuka matanya dan menatap ke sekeliling ruangan dan melihat keluarganya sedang menatap dirinya namun Adara melihatnya terlihat buram efek obat bius.


"Kak Marbella di mana? Apakah Kak Edwind menghubungi Oma Katarina?" Tanya Adara beruntun.


"Marbella ada di rumah sakit, kenapa menghubungi oma Katarina?" Tanya Edwind dengan wajah bingung begitu pula dengan keluarganya.

__ADS_1


"Kak Marbella di suntik 💉 racun oleh penjahat karena Kak Marbella menolak untuk menembak ku karena itulah aku memintanya untuk menghubungi Oma Katarina." Jawab Adara menjelaskan apa yang terjadi.


__ADS_2