
"Memang benar orang - orang yang menyerang putri kita dan Cintya sudah di tangkap sama anak buah Daddy tapi mereka lebih memilih bu nuh diri dengan cara menggigit lidahnya daripada mengatakan siapa dalang di balik penyerangan putri kita dan Cintya." Ucap Daddy Edward menjelaskan.
"Daddy, Mommy, Edmund." Panggil Edwind.
Edmund yang namanya di panggil oleh kakak kembalinya hanya melambaikan tangannya ke arah Edwind karena dirinya sedang berkomunikasi dengan seseorang lewat ponselnya.
Ketika Mommy Alona ingin bicara tiba-tiba datang seorang pria dan memanggil dirinya dan keluarganya membuat Mommy Alona tidak jadi bicara. Mereka langsung menatap ke arah sumber suara yang sangat familiar siapa lagi kalau bukan Edwind.
"Lho Edwind ada di sini?" Tanya Daddy Edward.
"Iya Dad, tadi Edwind di telepon Adara katanya Katty di rawat di sini karena itulah aku datang. Adara kemana Dad, Mom? Kenapa Daddy, Mommy dan Edmund ada di ruang tunggu?" Tanya Edwind sambil menatap sekeliling ruangan.
"Adara di rawat di ruang UGD." Jawab Daddy Edward.
"Adara memang kenapa Dad?" Tanya Edwind dengan wajah kuatir.
"Adara tadi di serang dan untunglah kami datang tepat waktu." Jawab Edward.
"Apa? Apa orangnya sudah di tangkap?" Tanya Edwind sambil menahan amarahnya.
"Belum, ini Daddy akan menghubungi Opa Albert." Ucap Daddy Edward sambil mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya.
Edwind hanya menganggukkan kepalanya kemudian menatap ke arah pintu ugd.
"Oh ya Edwind tadi kamu bilang kalau Adara menghubungimu karena Katty di rawat di sini?" Tanya Mommy Alona.
__ADS_1
"Iya Mom katanya di rawat di ruang perawatan." Jawab Edwind.
"Kalau begitu kita ke ruang perawatan." Ajak Mommy Alona.
"Baik Mom." Ucap Edwind.
Ceklek
Ketika Mommy Alona dan Edwind melangkahkan ke dua kakinya bersamaan pintu ruang UGD terbuka membuat mereka membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu ugd begitu pula dengan Daddy Edward dan Edmund.
"Bagaimana keadaan putri kami Dok?" Tanya Mommy Alona dan Daddy Edward bersamaan.
"Keadaannya baik-baik saja sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan." Ucap dokter tersebut.
"Syukurlah." Ucap mereka bersamaan.
"Terima kasih dok." Ucap Mommy Alona.
"Sama - sama Nyonya dan sudah menjadi tanggung jawab kami mengobati pasien.'' Ucap dokter tersebut.
Mommy Alona hanya menganggukkan kepalanya kemudian dokter itupun pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Daddy dan Edmund temani Adara di ruang perawatan." Ucap Mommy Alona.
"Mommy dan Kak Edwind mau kemana?" Tanya Edmund yang sudah selesai menerima telepon.
__ADS_1
"Mommy dan Edwind mau pergi ke ruang perawatan di mana Katty di rawat." Jawab Mommy Alona.
"Daddy ikut Mom." Ucap Daddy Edward.
"Lebih baik Daddy temani Adara biar Mommy dan Edwind yang menemui Katty." Ucap Mommy Alona.
Daddy Edward hanya menganggukkan kepalanya bersamaan pintu ugd terbuka dengan lebar dan tampak Adara berbaring di ranjang sambil menatap keluarganya sambil tersenyum.
"Kamu baik-baik sajakan?" Tanya Mommy Alona.
"Baik-baik Mom, hanya badan Adara pegel - pegel." Jawab Adara.
"Maaf sayang, Mommy dan Edwind ingin melihat keadaan Katty." Ucap Mommy Alona.
"Tidak apa-apa Mom." Jawab Adara.
"Kak Edwind temani Kak Katty dan jangan mengangkat masa lalu karena Kak Katty tidak ingat apa yang terjadi waktu acara reuni." Sambung Adara.
"Kenapa tidak ingat?" Tanya Mommy Alona.
"Akibat jatuh dari tangga Kak Katty sebagian memorinya ada yang hilang karena itulah Kak Katty tidak ingat." Jawab Adara.
"Kalau begitu Mommy dan Edwind pergi ke ruang perawatan." Ucap Mommy Alona.
Adara hanya menganggukkan kepalanya kemudian Mommy Alona dan Edwind pergi ke ruang perawatan di mana Katty di rawat sedangkan brangkar Adara di dorong ke arah ruang perawatan dengan diikuti oleh Daddy Edward dan Edmund.
__ADS_1
'Kenapa jantung berdetak kencang?' Tanya Edwind dalam hati.