
Setelah kejadian hari itu, Bapak selalu menghindar jika bertemu dengan Ara.
Mungkin di hati kecilnya Bapak merasa menyesal karena telah menampar Ara malam itu.
Daripada mengatakan maaf, Bapak lebih memilih untuk pergi menghindar seperti apa yang selalu ia lakukan selama ini.
Tapi setidaknya rumahnya kembali tenang seperti sebelumnya, Ara juga tidak perlu repot-repot melihat wajah Bapak, karena sejak hari itu bapak tidak pernah makan di meja makan bersama keluarga.
Dengan usahanya yang lembur setiap hari, akhirnya Ara bisa mengejar target dari kantornya.
Tidak terbayang oleh Ara jika ia tidak bekerja lagi di perusahaan itu, bagaimana ia harus menghidupi keluarganya?
Nyatanya kehadiran Bapak tidak membantu apapun malah menambah beban Ara.
Hari itu seperti biasa Ara pulang larut dari kantor, Iya naik di gerbong perempuan dan bertemu dengan Novi.
Entah sudah berapa kali mereka dipertemukan seperti ini.
Ara menganggap ini adalah cara Tuhan untuk memberi penghiburan kepada Ara yang hampir tidak pernah merasakan bahagia.
Yang awalnya mereka hanya bercerita tentang pekerjaan, sekarang mereka berdua sudah sering curhat satu sama lain.
Ara jadi tahu jika Novi adalah seorang yatim. Bapaknya sudah meninggal beberapa belas tahun yang lalu karena serangan jantung setelah habis bermain tenis.
Ara dan Novi memiliki persamaan yaitu Mereka berdua adalah tulang punggung keluarga, atau bahasa kerennya Sandwich Generation.
Kehidupan perekonomian Mereka pun tidak jauh beda, setiap gajian mereka Langsung mengalokasikan pendapatan mereka untuk kebutuhan keluarganya.
Pantas saja cara berpakaian mereka tidak terlalu berbeda, mereka berdua terlihat sederhana untuk ukuran Seseorang yang bekerja di kawasan Sudirman.
Ketika sedang asyik mengobrol mereka melihat seseorang yang sedang merekam penumpang lain.
Biasanya hal seperti itu mereka temui di gerbong campuran, jadi nampak aneh jika itu terlihat di gerbong wanita.
Tidak hanya arah yang Curiga dengan perempuan itu, Novi pun juga sama.
Perempuan yang sedang direkam menggunakan rok berwarna abu-abu dengan kemeja berwarna putih.
Wanita itu sedang tertidur sehingga tidak sadar ketika ada seseorang yang sedang merekamnya.
" Tingkahnya mencurigakan sekali, jelas Ia memakai handphonenya untuk merekam bukan untuk berselancar di media sosial" Ujar arah berbisik kepada Novi.
"Tapi dia juga perempuan, Apa itu adalah modus laki-laki yang menyamar sebagai perempuan? "
Perekam itu memakai gamis berwarna hitam dengan masker berwarna Senada. Ada kemungkinan jika laki-laki itu benar menyamar sebagai perempuan agar tidak dicurigai ketika sedang merekam.
Karena penasaran, ketika orang di sebelah perekam itu turun Novi bergegas duduk di sebelahnya.
Dan benar saja ketika ia melihat ke arah ponsel perekam itu, ia sedang merekam wanita yang duduk tepat di seberangnya.
Sengaja Novi terus melihat ke arah perekam itu sampai akhirnya perekam itu tersadar jika Novi sedang memergoki aksinya.
__ADS_1
Iya langsung menyimpan handphonenya ke dalam tas.
Novi tidak lantas menyerah, ia mencoba bicara dengan perekam itu.
" Ngerekam teman saya ya? "
Perekam itu menggeleng.
" Saya liat sendiri kok, tadi saya sampai juga Lo masih ngerekam "
Ia masih tidak menjawab dan hanya menggeleng.
Tidak beberapa lama ada petugas kereta datang ke gerbong mereka.
Novi tidak menyianyiakan kesempatan itu, Ia langsung menghampiri petugas dan menceritakan semuanya.
Terlihat sekali perekam itu ketakutan dan mulai salah tingkah.
Petugas mendekatinya dan menginterogasinya namun tetap saja perekam itu tidak mengakui dan hanya menjawab dengan gelengan.
Petugas lalu meminta ponsel orang tersebut, dan benar saja ketika dicek ada beberapa rekaman ya merekam dengan jelas beberapa wanita yang menggunakan rok pendek.
Petugas meminta orang tersebut untuk berdiri dari tempatnya dan Alangkah terkejutnya ternyata perekam itu adalah seorang laki-laki yang menyamar sebagai perempuan.
Petugas selalu memanggil rekannya yang berada di gerbong lain untuk datang ke gerbong perempuan.
Karena situasi mendadak ramai, petugas akan membawa laki-laki itu di stasiun selanjutnya.
Petugas juga membangunkan wanita yang direkam oleh laki-laki itu.
Wanita itu terlihat terkejut ketika di bangunkan oleh petugas dan lebih terkejut lagi ketika tau bahwa dirinya di rekam oleh laki laki itu.
Di stasiun selanjutnya, Ara, Novi, wanita itu dan perekam di minta untuk turun dan membuat laporan.
Di dalam ruang keamanan, laki laki itu mengakui tindakannya.
Yang mengerikan, Ia sudah sering melakukan hal itu ke penumpang wanita lain.
Ia mengaku memiliki fetish senang melihat wanita dengan rok mini.
Setelah membuat laporan mereka di perbolehkan untuk pulang.
" Makasih banyak ya Mbak udah ngebantuin, Oh iya belum kenalan Aku Nely "
" Aku Novi dan ini temanku Ara "
" Kita udah merhatiin orang itu dari tadi, karena tidur mungkin kamu nggak sadar kalo laki laki itu udah merekam kamu cukup lama "
" Iya aku nggak sadar kalo di rekam, tadi begitu dapat duduk langsung tidur "
" Iya capek sih ya habis pulang ngantor, kamu turun dimana? "
__ADS_1
" Di Depok baru Mbak "
" Sebelum aku berarti " Ujar Novi.
Kereta menuju depok lama akan tiba lima menit lagi.
" Kerja dimana Nel? "
" Di gedung MPR Mbak, aku sekretaris di sana "
" Wah seru ya "
" Lumayan seru Mbak kalo lagi ada demo " Ujarnya sambil tersenyum.
Jika dilihat dari tampilannya, sepertinya Nely lebih muda dari mereka berdua.
Rambutnya di cat berwarna Ash Brown dan wajahnya terlihat cantik.
Mereka mengobrol sampai akhirnya kereta mereka tiba.
Dua stasiun lagi Nely akan sampai di tujuan, Ia mengucapkan terima kasih lagi kepada Ara dan Novi.
" Aku jadi ngerepotin karena Mbak-Mbak harua ikut buat laporan tadi "
" Santai aja Nel, moga nanti kita ketemu lagi ya. Kalo ketemu lagi duduk bareng kita aja biar aman "
" Iya Mbak " Ucap Nely sopan.
Pengeras suara memberitahukan bahwa kereta sudah sampai di Stasiun Depok Lama.
Nely berpamitan dengan Novi dan Ara kemudian turun dari kereta.
Badannya terasa capek sekali, besok akan diadakan rapat parlemen sehingga Nelly harus mempersiapkan semua nya.
Dari Stasiun Depok Baru untuk menuju kontrakannya hanya membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit.
Kontrakannya berada di perumahan kereta api yang bersebelahan dengan stasiun.
Akses menuju ke sana hanya dengan berjalan kaki saja melewati terowongan yang sering dibuat nongkrong oleh pemuda.
Terkadang Nely risih karena menggunakan rok, ia sering digoda oleh pemuda-pemuda itu.
Iya harus menunggu penumpang yang ingin melintasi Terowongan itu.
Jika ia berjalan hanya sendirian, sudah pasti ia akan habis digoda oleh para pemuda itu.
" Ibu kan sudah bilang, lebih baik kamu ganti seragam mu dengan celana panjang sebelum pulang Agar tidak digoda oleh pemuda-pemuda itu"
Jika sedang ada di kondisi ini, ia selalu ingat nasehat ibunya itu.
Untungnya tidak lama ada bapak-bapak yang ingin melintasi terowongan, Nely sengaja berjalan sejajar dengan bapak-bapak itu dan benar saja pemuda-pemuda itu tidak berani menggoda Nely.
__ADS_1