
Sambil menunggu Ibu datang, Nely memutuskan untuk mulai packing barang barangnya.
Ia tadi pergi ke warung Mpok Lela untuk membeli beberapa kardus bekas dan tali rapiah.
Mpok Lela tentu sudah mendengar bahwa Ia dan keluarganya di usir oleh pemilik rumah.
Ketika Nely datang wajah Mpok Lela sudah siap untuk merujaknya.
Tipe ibu-ibu penggosip yang siap untuk nyinyir kepada Nely.
" Mpok bisa beli kardus berkas Mpok "
" Mau kemana Nel? pindahan lagi? "
" Iya Mpok butuh buat pindahan kardusnya "
" Nggak capek Lo pindah-pindah begitu, harusnya Lo bilangin Bapak Lo hidupnya yang bener aja nggak usah judi deh kalo nggak mampu " Nely memperhatikan bibir Mpok Lela yang sangat runcing ketika mengatakan itu.
" Iya Mpok " Nely sebenarnya sudah malas mendengar ucapan Mpok Lela.
Harinya sudah terlalu berat dan tidak perlu orang lain mengomentari hidupnya lagi, seolah-olah Ia tau semua hidup keluarga Nely.
Melihat Nely yang sedang berada di warung Mpok Lela, Bu Inggrid berlari dari dalam rumahnya menuju rumah Mpok Lela.
Hanya karena Ia ingin ikut menggosip dengan Mpok Lela.
" Eh ada Nely " Ujar Bu Inggrid ketika sampai di warung Bu Inggrid.
Nely mencoba tersenyum seramah mungkin.
" Tadi pagi Ibu denger ada ribut-ribut di rumah, ada apa? " Ujar Bu Inggrid dengan mata yang menyelidik.
" Saya diminta pindah sama Bu RT " Suara Nely hampir tidak terdengar ketika mengucapkan kata-kata itu.
Bu Rt adalah pemilik rumah mereka yang tadi pagi mengusirnya.
" Kenapa? " Tatapan Bu Inggrid sangat membuat Nely tidak nyaman.
" Ya apalagi sih Bu, paling nunggak uang sewa , ya kan Nel? " Mpok Lela nampaknya sudah tidak sabar menunggu jawaban daei Winda sehingga Ia berbicara seperti itu.
Nely menjawab pertanyaan Mpok Lela dengan mengangguk.
Ia tidak nyaman berada disini, rasanya Ia ingin pergi secepatnya dari sini.
" Udah saya bilang, harusnya kalo nggak mampu nggak usahlah mabok dan judi setiap hari. Setiap malam nih kalau Bapaknya si Nely pulang dalam keadaan mabuk, saya sama suami sampai bisa mendengar suaranya yang marah-marah "
__ADS_1
" sampai segitunya mpok? "
" Iya..Bu Sri sama anaknya nih selalu jadi korban kekerasan dari Pak Januar Bapaknya si Nely? iya kan Nel "
" Mpok boleh nggak saya beli kardusnya dulu, karena ada beberapa yang harus cepat-cepat diurus"
Nely sudah tidak mau menjawab pertanyaan ibu-ibu tetangganya itu, karena ada hal penting yang harus ia kerjakan.
" Oh iya lu mau pindahan ya, Butuh berapa" kardus? "
" Dua puluh kardus ya Mpok "
" Iya deh bentar ya "
Mpok Leha pergi ke dalam rumahnya untuk mengambil stok kardus bekas yang ia punya.
Melihat Nely yang sedang menunggu kardus dari Mpok Lela, Ibu Inggrid tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.
" Jadi mau pindah ke mana Nel? "
Sejujurnya Nelly juga tidak tahu akan pindah ke mana, karena sedari tadi Ibunya yang pergi untuk mencari rumah kontrakan baru belum pulang.
" Belum tahu Bu "
" Masa sih belum tahu? Cerita aja sama Ibu, Percaya deh Ibu nggak akan cerita-cerita sama yang lainnya jadi kamu nggak usah takut "
Walaupun Nely tahu Iya tentu tidak akan memberitahukannya kepada bu Inggrid.
Karena Bu Inggrid terkenal sekali di lingkungan ini sebagai ratu gosip. Bisa dibilang tidak ada berita yang ia tidak tahu.
Sekali Nely membuka mulutnya, maka seluruh orang di lingkungannya akan mengetahui rumah kontrakannya yang baru.
" Beneran Bu Nely belum tahu, karena Ibu juga belum pulang dari mencari rumah kontrakan " Nely berusaha meyakini Bu Inggrid.
Tapi walaupun Nely sudah berkata jujur, terlihat sekali Ibu Inggrid tidak puas dengan jawabannya.
Mulutnya bahkan berkomat-kamit sendiri seperti seseorang yang sedang mendumal.
Semoga nanti di rumah kontrakannya yang baru Ia tidak bertemu dengan orang seperti Bu Inggrid yang selalu kepo dengan kehidupan orang lain, padahal kehidupannya sendiri pun tidak jauh lebih baik.
Entah sudah berapa kali suami Bu Inggrid berselingkuh dengan beberapa perempuan di lingkungannya.
Walaupun sudah sering ketahuan, tapi suaminya seperti tidak takut dengan Bu Inggrid karena terus melakukan hal yang sama.
Pekerjaan suami Bu Inggrid yang sebagai tukang ojek pangkalan, membuat Ia banyak kenal dan dekat dengan para pelanggannya yang perempuan.
__ADS_1
Suaminya Bu Inggrid bahkan pernah menggoda Nely, dan bukan hanya itu ia bahkan berani memegang paha Nely ketika memboncengnya.
Nely yang baru pindah ke lingkungan rumahnya sekarang, merasa terkejut dengan tindakan suaminya Bu Inggrid, bahkan Semenjak itu Ia tidak pernah lagi naik ojek pangkalan.
Tapi walaupun suaminya begitu terkenal sebagai tukang selingkuh, herannya masih saja ada perempuan yang mau didekati olehnya.
Bahkan Ibu Monik yang rumahnya persis bersebelahan dengan Bu Inggrid, pernah nekat menjadi selingkuhan suaminya Bu Inggrid.
Sudah dapat dibayangkan bagaimana Bu Inggrid murkanya ketika tahu suaminya berselingkuh dengan tetangganya sendiri.
Setelah bertengkar hebat dengan suaminya, ia mengambil dirigen berisi minyak tanah dan korek api, berjalan menuju rumah dan hendak membakar rumahnya.
Suaminya yang menahan Bu Inggrid sekuat tenaga tidak bisa melakukan apa-apa ketika Bu Inggrid menyiramkan minyak tanah ke rumah Bu Monik.
Bu mana ya mendengar keributan itu cepat-cepat keluar dari rumahnya dan menghentikan perbuatan Inggrid.
" Dasar orang gila ngapain lo mau bakar rumah gue? " Ucap Bu Monik dengan intonasi yang tinggi.
Seolah ia tidak takut sama sekali dengan Bu Inggrid yang sudah tahu perselingkuhan Bu Monik dengan suaminya.
" Emang nggak ada malunya ya Lo bisa-bisanya ngerebut suami orang"
Bu Inggrid meletakkan dirigen ke tanah dan menyerbu Bu Monik dengan beberapa pukulan.
Pertikaian itu berlangsung sengit, Baik bu Monik ataupun Bu Inggrid sama-sama memiliki kekuatan yang besar.
Mereka saling menjenggut rambut masing-masing dan berguling di atas tanah.
Bukannya membantu memisahkan istri dan selingkuhannya, suami Bu Inggrid hanya memegangi kepalanya saja dan menonton pertikaian itu seolah-olah Menunggu siapa yang akan menjadi pemenangnya.
Akhirnya Pak RT dan beberapa pemuda datang dan mencoba memisahkan keduanya.
Baik bu Inggrid dan Bu Monik mengalami beberapa luka lebam akibat perkelahian itu, Sedangkan suaminya terlihat baik-baik saja.
Tapi walaupun kejadian itu menggemparkan lingkungan ini, Bu Inggrid seperti tidak malu dan tetap menjadi biang gosip di lingkungan ini.
Tidak Berapa lama Mpok Leha membawa kardus yang diminta oleh Nely.
" Sama tali rafia juga Mpok " Nely menunggu kardus yang ada di tangan Mpok Lela.
" Iya..sabar kenapa Nel, baru aja ngambil tuh kardus kardus"
Nely hanya bisa tersenyum tidak enak karena terlihat tidak sabaran.
" Mau berapa tali rafia nya? "
__ADS_1
" Sepuluh deh Mpok "
Setelah membayar kardus dan tali rafia itu, buru-buru Nely pergi dari warung Mpok Lela, dia tidak sempat merawat ras terkuat di bumi itu.