
Semenjak kejadian itu tidak ada lagi anak di lingkungan mereka yang berani mengganggu Dewi.
Begitulah hubungan persaudaraan mereka berdua, hal itu membuat Nely makin menyukai Dani.
Setelah selesai makan, Dani dan Nely membersihkan kembali semua alat alat yang mereka pakai.
" Udah biarin Gue aja, Lo tidur aja sama Dewi "
Setelah makan, Dewi langsung mengajak Nely masuk kedalam tenda.
Namun Nely tidak enak jika belum membersihkan alat alat masak mereka, sehingga Ia memutuskan untuk membantu Kak Dani.
" Nggak apa-apa Kak biar cepet selesai kita kerjain berdua "
Nely mengambil piring kotor dan mulai mencucinya.
Melihat Nely mulai mencuci piring Dani dengan sigap membantu untuk membawa piring bersih ke rak piring yang tidak jauh dari wastafel.
Mereka banyak mengobrol tentang banyak hal hari itu.
Yang semula hanya sekedar menyapa sekarang setiap Nely datang ke rumahnya, Dani ikut mengobrol bersama mereka.
Dan lama kelamaan mulai timbul benih-benih cinta di hati Dani.
" Gue kayanya suka deh sama Nely " Dani memberanikan diri untuk cerita kepada adik semata wayangnya itu.
" Ih nggak boleh ah " Dewi terlihat tidak suka mendengar ucapan Kakaknya.
" Kenapa emang? " Tanya Dani heran, harusnya adiknya itu senang dengan kedekatan Nely dan Dani.
" Nanti Lo semua sibuk pacaran, Gue jadi nggak punya temen lagi ah " Baru mendengar begitu saja, Dewi sudah merasa sahabatnya akan diambil oleh Kakaknya.
" Nggak dong, kan nanti kita bisa jalan bertiga " Bujuk Dani.
" Nggak mau, pokoknya Gue nggak mau ya Lo jadian sama Nely. Udah cari perempuan lain aja sana jangan sahabat Gue " Dewi berlalu meninggalkan Dani di dapur.
ia tidak menyangka kalo adiknya akan bereaksi seperti itu.
Awal Dani akhirnya bercerita tentang ketertarikannya dengan Nely adalah agar menerima dukungan dari adiknya itu, sehingga dengan leluasa Ia bisa mendekatinya.
Namun ternyata Dewi tidak suka jika Dani menyukai sahabatnya.
Dewi yang sudah mengetahui bahwa Kakaknya suka sama Nely langsung memberikan ultimatum ke Nely.
" Nel katanya Kakak Gue suka sama Lo "
__ADS_1
Nely tentu saja tidak percaya dengan kata-kata Dewi.
" Ah Lo becanda aja Wi " Walaupun senang, Nely mencoba bersikap senormal mungkin agar tidak terlihat terlalu senang.
Padahal dalam hatinya Ia sangat senang mendengar semua itu.
" Kemaren baru aja Dia ngomong sama Gue, tapi tenang udah Gue bilang nggak usah ngedeketin Lo lagi "
Ingin sekali Nely bertanya kenapa Dewi berkata seperti itu, tapi Ia menahannya.
Tapi tetap saja Dewi tau bahwa Nely bingung dengan statementnya tadi.
" Ya Gue bilang Gue ga mau Dia deketin Lo karena Lo sahabat Gue, Gue nggak mau kalo nanti Lo malah sibuk berdua dan ngelupain Gue "
Nely tersenyum mendengar ucapan Dewi yang semula Ia anggap bercanda.
Sampai akhirnya Nely mengetahui bahwa Dewi serius ketika Ia berkata " Lo juga jangan sampe ya pacaran sama Kakak Gue, atau persahabatan kita putus "
Baru juga merasakan sedikit kebahagiaan karena ternyata gebetan yang sudah Ia taksir bertahun-tahun ternyata menyukainya juga, sekarang Ia harua menutup rasa sukanya itu demi sahabatnya yang posesif.
" Janji ya, Lo nggak akan pacaran sama Kakak Gue " Dewi mengulurkan jari kelingking kepada Nely.
Dengan berat hati Ia menyematkan jari kelingkingnya di kelingking Dewi " Iya Gue janji"
Dewi terlihat sangat bahagia karena merasa sahabatnya itu lebih memilih persahabatan mereka.
Dani sampai kesal di buatnya, karena ternyata Adik perempuannya itu benar benar merasa bahwa Dani akan merebut sahabatnya.
Sungguh sangat kekanak-kanakan, padahal usia Dewi sudah tujuh belas tahun kala itu.
Tapi Dani tidak pantang menyerah, Ia mencoba mendekati Nely tanpa sepengetahuan Dewi.
Tanpa Dewi tau, Dani mulai mengirimkan chat kepada Nely.
Nely tentu saja membalas chat dari Dani dengan senang hati.
Mereka sepakat untuk berhubungan tanpa sepengetahuan Dewi.
Setiap mengakhiri chat di malam hari Dani selalu mengingatkan untuk selalu menghapus semua chat mereka, karena Dewi sering meminjam ponsel Nely, Dani khawatir Dewi akan membaca chat mereka.
Selama setahun mereka melakukan pacaran Backstreet, sejauh ini tidak ada masalah.
Jika sedang ada di rumah Dewi, mereka berdua bersikap saling acuh, agar Dewi nggak curiga.
Tapi ketika Nely sudah sampai Rumah, mereka berdua akan saling berkirim chat.
__ADS_1
" Sabar dulu ya Sayang, setidaknya sampai Dewi punya pacar. Mungkin jika Dewi udah punya pacar, Ia akan sibuk pacaran dan nggak posesif lagi sama kamu " Ucap Dani yang selalu menenangkan Nely jika Ia sedang protes sulit untuk bertemu.
Ya, Nely hanya bisa bersabar menghadapi sahabatnya yang posesif sekaligus baik.
Dewi memang selalu baik terhadap Nely, Ia selalu membagi bekalnya bersama Nely bahkan Ia membagi uang sakunya kepada Nely.
Dewi tau jika Nely berasal sari keluarga yang tidak berlebih.
Rasanya bisa di hitung pakai jari berapa kali ibu memberikan uang saku kepada Nely.
Dewi selalu peduli dengan Nely bahkan di saat tersulitnya, itu yang membuat Nely tidak ingin kehilangan Dewi.
" Besok aku sekeluarga akan ke Semarang selama beberapa hari "
Besok adalah waktu liburan sekolah, waktu yang paling Nely benci karna Dewi biasanya akan liburan di tempat Neneknya di Semarang.
Dan dalam dua minggu itu Ia akan full berada di rumah dan melihat kelakuan Ayahnya.
" Yah di tinggal lagi deh Gue " Nely memasang wajah cemberut.
" Lima hari doang kok, karena Kak Dani nggak ikut jadi orang tua ku nggak tega meninggalkannya sendirian "
Nely tersenyum dalam hati, Dani tidak ikut karena pasti tidak ingin melewatkan waktu berdua dengan Nely.
Dan benar saja malamnya Dani mengajak Nely untuk menginap di rumahnya selama kedua orang tuanya ke Semarang.
Tanpa pikir panjang, Nely langsung meminta izin kepada Ibu untuk pergi menginap di rumah Dewi.
Karena memang Ibu tau kedekatan Nely dengan Dewi, dengan mudahnya Nely mendapat izin dari Ibu.
Tidak menunggu lama, Dani langsung menjemput Nely di rumahnya.
Di atas motor Nely memeluk pacarnya itu dengan erat.
Ini pertama kalinya mereka bisa jalan berdua dengan bebas dan tidak perlu takut jika Dewi curiga.
Sebelum pulang ke rumah Dewi, Dani mengajak Nely ke daerah dataran tinggi untuk menikmati kelap kelip lampu di malam hari.
Mereka saling berpelukan sambil menikmati udara malam.
" Dingin ya? " Tanya Dani kepada Nely
" Ia sayang "
Dani melepaskan jaket yang Ia pakai untuk diberikan kepada Nely.
__ADS_1
Nely yang sedang kasmaran merasa senang sekali dengan sikap Dani yang lembut dan perhatian.
Mereka menikmati bintang dan lampu kelap kelip sampai akhirnya air menetes dari awan dan mengharuskan mereka pergi sebelum makin deras.