
Nely terbangun dari tidurnya karena mendengar teriakan seseorang di rumahnya.
Dengan Sigap ia bangun dari tempat tidurnya dan mengarah ke pintu depan rumahnya.
Di depan rumahnya sudah ramai dengan tetangga-tetangga.
Tepat di depan Ibu, pemilik kontrakannya sedang memaki-maki ibu.
" Lo pikir gue dinas sosial yang ngasih tempat tinggal untuk orang-orang yang nggak punya rumah tanpa dibayar, Lo udah nunggak bayar sewa tiga bulan mau sampai kapan Lo janjiin gue "
Tiga bulan? Padahal Nely selalu memberikan uang sewa kontrakan tepat waktu kepada ibu, namun sekarang pemilik kontrakan bilang bahwa mereka sudah tidak membayar sewa selama tiga bulan.
Nely langsung mencurigai ayahnya, uang itu pasti dipakai ayah untuk berjudi lagi.
Memiliki Ayah seorang pengangguran seolah tidak cukup untuk membuat Nely menderita, ia juga harus menerima bahwa Ayahnya adalah seorang pemabuk dan tukang judi.
Keadaan itu diperparah ketika Ayah diberhentikan dari tempat kerjanya karena ketahuan mencuri beberapa barang di pabrik.
Setiap hari ayah hanya mabuk dengan teman-temannya dan bermain judi. Ia selalu pulang dalam keadaan mabuk.
Hal itu membuat keluarga mereka memiliki banyak hutang karena kegemaran Ayah itu.
Ibu dan Nely tidak bisa penahan Ayah untuk tidak berjudi.
Pernah suatu hari, karena Nely sudah sangat muak dengan Ayahnya, sepulangnya dari mabuk dan berjudi Nely memarahi Ayahnya dan meminta Ayahnya untuk berhenti.
Jangankan berhenti, Ayahnya lebih memilih untuk menampar Nelly yang dianggapnya tidak sopan kepada orang tua.
" Kamu anak kecil berani-beraninya ngomong seperti itu sama Ayah, kamu sudah Ayah sekolahkan tinggi-tinggi, Ayah kasih makan dari kecil, Ayah urus kamu, dan sekarang setelah kamu punya uang berani-beraninya kamu bicara seperti itu dengan Ayah "
" Aku nggak pernah minta untuk dilahirin Yah "
Mendengar ucapan Nely, Ayah semakin marah dan memukuli Nely habis-habisan.
" Jika kamu tidak pernah minta dilahirkan maka lebih baik ayah membunuhmu, Dasar anak nggak tahu diri belum jadi apa-apa sudah sombong kamu sama orang tua "
Jika bukan karena ibunya terbangun dan memisahkan Nely dengan Ayah, mungkin saat ini Nely akan berada di rumah sakit.
__ADS_1
" Tolong kasih kami waktu lagi Bu seminggu saja, saya janji akan melunasi semuanya " Ibu mencoba memohon kepada pemilik kontrakan.
" Kamu Ingat tidak bicara seperti itu seminggu yang lalu? tapi apa yang saya dapatkan hah, tetap saja kamu tidak bisa membayar uang sewa! " Kemarahan Ibu pemilik kontrakan sudah tidak terbendung lagi.
" Kamu juga, bukannya kamu kerja di Jakarta? kok bisa-bisanya kamu tidak bisa membayar uang sewa rumah ini yang tidak seberapa? " kali ini Ibu kontrakan menunjuk ke arah Nelly.
Sebagai anak satu-satunya di keluarga ini Nely selalu mencukupi kebutuhan rumahnya.
Lebih dari setengah gaji Nely Ia berikan kepada Ibu untuk membayar sewa rumah dan juga kebutuhan sehari-hari.
Namun seringkali uang tersebut diambil oleh Ayah diam-diam dan dipakai untuk mabuk-mabukan atau bermain judi.
Sepintar apapun Ibu menyimpan uangnya, Ayah selalu bisa menemukannya.
Walaupun seorang pengangguran, Ayah berani meminjam uang di pinjaman online atau bank keliling, itu yang membuat keluarga mereka selalu dicari-cari debt collector.
Ayah hanya pandai meminjam tapi tidak pernah bisa membayarnya, selalu ibu yang menghadapi mereka semua dan menjadi sasaran kemarahan para debt collector.
Seperti hari ini, Ibu dan Nely yang harus menghadapi amukan pemilik kontrakan yang sudah sangat marah karena kami sudah tidak membayar sewa selama tiga bulan, sedangkan ayah biasanya sudah kabur entah kemana.
" Tolong berikan waktu seminggu Bu, nanti saya coba cari dananya untuk bayar tunggakan kontrakan kami. Saya janji akan melunasi semuanya "
" Tolong Ibu, dimana kami harus mencari kontrakan yang mendadak seperti ini? " Nely mencoba memohon kepada Ibu kontrakannya.
" Saya nggak mau tau, cukup tiga bulan ini saya sabar dengan kalian, sekarang silakan Kalian cari kontrakan baru yang bisa menerima kalian dan pindah hari ini juga"
Setelah menumpahkan emosinya Ibu Kontrakan langsung pergi meninggalkan ibu dan Nely yang bingung harus bagaimana.
" Kita harus ke mana Bu? Tiap bulan Aku kan selalu kasih ke Ibu uang sewa kontrakannya, Kenapa Ibu kontrakan bilang bawa kita sudah menunggak tiga bulan? "
" Ini semua ulah Ayahmu Nel, ia mengambil uang sewa kontrakan untuk membayar hutang di pinjaman online "
" Ibu nggak berani menceritakannya kepada kamu karena takut kalau kamu akan ribut lagi dengan ayah dan ayah akan memukulmu seperti malam itu" Sambung Ibu.
Kepala Neli terasa pusing, ia tidak bisa berpikir harus melakukan apa.
Pindah rumah dengan banyak barang seperti ini tidaklah mudah, dan lagi Nely yakin bahwa tidak ada rumah kontrakan yang lebih murah dari tempatnya sekarang.
__ADS_1
Ibu Kontrakan pun sudah tidak mau memberikan keringanan buat keluarga mereka.
" Ibu coba cari-cari rumah kontrakan sekitar sini dulu ya Nel, Kamu mungkin sementara bisa cari pinjaman dengan teman-temanmu agar kita bisa pindah hari ini "
Yah.. memang Hanya itu yang bisa kami lakukan saat ini.
Dan sialnya di keadaan seperti ini Bapak malah kabur dan lepas tanggung jawab.
Sesuai dengan instruksi ibu, Neli mencoba meminjam uang kepada teman-temannya.
Beberapa teman-temannya aneh dengan Neli karena mereka baru saja gajian beberapa hari yang lalu, tapi sekarang Nelly sudah mencari pinjaman.
Untungnya Rian, teman kantornya masih mau meminjamkan uang untuk Nely.
" Makasih banyak Yan udah bantu Gue, gajian Gue ganti ya Yan "
" Slow Nel, santai aja "
Sudah sampai waktu dzuhur, Ibu belum juga pulang.
Sambil menunggu Ibu, Nely memasukan baju bajunya ke dalam tas dan koper.
Dalam sepuluh tahun ini sudah lima kali mereka harus pindah kontrakan.
Karena Ayah yang kecanduan mabuk dan judi, mereka harus terpaksa pindah kontrakan untuk menghindar dari para penagih hutang.
Tahun lalu mereka harus pindah karena Ayah terjerat pinjaman online, nggak main main nilainya hampir seratus juta.
Jangankan Ayah, Nely saja tidak bisa membayar itu semua.
Jadi mereka harus melarikan diri dan mencari tempat tinggal baru.
Dan sekarang mereka harus pindah kontrakan lagi karena Ayah memakai uang kontrakan yang Nely berikan untuk berjudi.
Ayah adalah sumber masalah di keluarga ini. Nely dulu menyarankan kepada Ibu untuk meninggalkan Ayah dan tinggal berdua saja, Tapi Ibu menolaknya karena kasihan kepada Ayah.
Padahal Ibu selalu menerima perlakuan buruk dari Ayah, tapi herannya Ibu masih saja mencintai Ayah.
__ADS_1
Harusnya hari libur yang hanya sehari ini, bisa Nely gunakan beristirahat, sekarang karena kelakuan Ayahnya Ia tidak bisa melakukan hal itu.