
BAB 21
Teman Baru
Hari ini Nely merasakan badannya sangat lelah sekali.
Setelah kemarin seharian Ia harus pindah rumah, hari ini di kantor-pun sedang banyak pekerjaan.
Maklum saja beberapa hari ini akan di adakan rapat paripurna, Nely diminta oleh atasannya untuk menyiapkan bahan untuk rapat.
Berkali-kali Nely menguap ketika sedang mengeprint beberapa dokumen.
Hari sudah gelap ketika Nely selesai dengan pekerjaannya.
Sebelum menuju ke lobby Ia memesan ojek online untuk menuju stasiun.
Di depan gedung jalanan sudah sangat padat, motor dan mobil sudah berjajar rapih.
Ini adalah pemandangan yang selalu terjadi ketika jam pulang kantor, dan sebentar lagi Nely akan menjadi salah satu yang bermacet-macetan di jalan.
Notifikasi ponsel Nely berbunyi, ojek online pesanannya sudah tiba di lobby.
Ia bergegas mendekati ojek online yang sudah menunggunya.
Perlu tiga puluh menit untuk Nely sampai di stasiun palmerah untuk selanjutnya Ia akan transit di stasiun manggarai.
" Kerja di MPR Mba? " Tanya Driver ojek online.
__ADS_1
" Iya Bang "
" Enak kerja di sana Mba? "
" Kerja dimanapun sana saja Mas "
" Sampein dong Mba sama atasan Mba, jangan banyak korupsi, ngurusin rakyat yang bener, kita pilih mereka kan sebagai perwakilan kita " Ujar Abang ojek online dengan menggebu-gebu.
Bagaimana Ia bisa menyampaikan ucapan driver ojek online itu kepada atasannya?
Nely hanyalah seorang sekretaris biasa dan tidak memiliki pangkat apapun di kantornya, jadi jelas sekali ucapan Abang ojek online ini tidak ada hubungannya dengan Nely.
Namun ia malas untuk berdebat dan hanya menjawab iya agar abang ojek online itu berhenti berbicara kepadanya.
Namun mungkin hari ini adalah hari sial Neli karena mendapatkan driver yang suka sekali mengobrol.
Setelah transit di Manggarai, Nely bersama beberapa orang berjalan menuju peron tujuan Bogor.
Manggarai merupakan stasiun transit dari banyak tujuan, itu yang menjadikan stasiun ini selalu ramai dan semua orang terlihat selalu terburu-buru.
Di peron menuju Bogor sudah banyak orang yang berjejer untuk menunggu kedatangan kereta.
Nely mencoba menyisip di antara kerumunan orang dan ketika kereta datang Ia langsung berusaha masuk kedalam kereta.
Tidak ada tempat duduk kosong sehingga Nely harus berdiri.
Ketika Ia sedang melihat ke sekeliling, Nely melihat perempuan yang membantunya saat orang mesum memfoto dirinya waktu itu.
__ADS_1
Mata mereka beradu dan mereka saling melempar senyum.
Nely berjalan mendekati Novi yang berdiri tidak jauh dari tempatnya.
Jika Nely tidak salah ingat, Novi turun di stasiun Cilebut sama dengan Nely yang baru pindah ke daerah Cilebut.
" Penuh banget ya hari ini " Ujar Nely ketika bertemu Novi.
" Iya, mungkin karena awal minggu "
" Oh iya temen yang kemarin mana? Kok nggak bareng? "
" Oh Ara? Ngga tau nih biasanya bareng tapi hari ini nggak ada "
Nely mengangguk-angguk mendengar ucapan Novi.
" Oh Iya kamu turun d Cilebut kan ya? "
" Iya, kamu turun di sana juga? Bukannya di depok? "
" Baru kemarin pindah ke Cilebut "
Nely laku bercerita mengapa Ia dan Ibu harus pindah ke Cilebut.
Entah kenapa Nely sangat terbuka menceritakan semuanya kepada Novi.
Seolah Nely dan Novi sudah mengenal cukup lama.
__ADS_1
Nely merasa seperti mendapatkan teman baru yang bisa Nely percaya.