GENERASI SANDWICH

GENERASI SANDWICH
Kamu mau menjadi pacarku


__ADS_3

BAB 30


Kamu Mau Menjadi Pacarku?


Ara dan Nely sedang memperhatikan Novi yang sedang senyum senyum memandangi layar ponselnya.


Dsri awal mereka bertemu Novi sudah sibuk dengan ponselnya, berbeda sekali dengan kebiasaan ia sebelumnya.


" Kamu sekarang jadi ramah banget ya Nov? " Tanya Ara sembari menahan tawanya.


" Maksudnya? " Novi mengerutkan dahinya.


" Iya ponsel aja kamu senyumin, gimana nggak ramah coba " Goda Ara.


Nely dan Ara pun tertawa melihat Novi yang mendengar ucapan Ara.


" Sebetulnya sekarang aku sedang dekat dengan seseorang " Ucap Novi malu malu.


ko?" Aku ikut senang dengarnya, Cerita dong gimana awal mulanya " Tanya Nely dengan semangat.


" Laki laki itu bernama Firman, dia tetanggaku. Sebetulnya Ia sudah mendekatiku sejak lama tapi aku nggak pernah meresponnya, tapi karena sekarang aku mengajar les private untuk keponakannya, aku pun jadi banyak mengobrol dengannya " Novi menceritakan semuanya dengan mata yang berbinar.


Nely dan Ara bahkan bisa merasakan kebahagiaan Novi yang sedang jatuh cinta.


" Lalu timbulah benih benih cinta di dalam hatimu? " Tanya Nely.


" Aku belum yakin jika ini cinta, yang jelas aku merasa nyaman jika berbicara dengannya " Ujar Novi sambil tersenyum.


Novi dan Nely sedang berbunga-bunga karena sedang dekat dengan laki laki yang membuat mereka nyaman.


Hanya Ara saja yang masih sendirian dan tidak ada laki laki yang sedang mendekatinya.


Di umurnya sekarang, Ara masih belum siap untuk membagi kehidupannya dengan orang lain.


Masalah di keluarganya saja sudah sulit, Ia tidak mau menambah kesulitan lagi di dalam hidupnya.


Jika ditanya apakah Ara nyaman dengan kondisinya sekarang? Mungkin jawabannya, Ara sudah merasa terbiasa untuk hidup sendiri tanpa ada sosok laki laki di dalam hidupnya.


Nely dan Novi lebih aktif mengobrol malam ini , mereka yang sedang jatuh cinta begitu bersemangat membagikan ceritanya masing masing, Ara hanya menjadi pendengar saja.

__ADS_1


" Lalu jika Firman menyatakan perasaannya kepadamu, apakah aku akan menerimanya? " Tanya Nely.


Novi terlihat berfikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan Nely, bola matanya bergerak gerak seolah sedang berfikir keras.


" Mungkin beberapa minggu lagi aku akan menerimanya? " Jawab Novi.


" Lho kenapa? " Tanya Nely.


" Hmm..Aku harus benar benar harus tau dulu kepribadiannya seperti apa? Di umurku yang hampir memasuki kepala tiga, aku harus lebih hati hati memilih pasangan " Jawab Novi.


Ara dan Nely mengangguk setuju, kita memang harus lebih selektif dalam memilih pasangan jika kita sudah berumur.


Karena di umur sekarang kita tidak punya banyak waktu untuk untuk menjalin hubungan terlalu lama sebelum memasuki jenjang pernikahan.


Jika Novi masih ragu dengan Firman, berbeda dengan Nely yang tambah dekat dengan Norman.


Minggu lalu Norman sudah menyatakan perasaannya kepada Nely.


Nely yang sudah merasa yakin dengan Norman pun menerima perasaan Norman dengan senang hati.


Malam itu seperti malam malam sebelumnya, Norman menjemputnya di Stasiun Cilebut.


" Kamu terlihat lelah " Ucap Nely begitu melihat pacarnya itu.


" Hari ini kegiatannya agak banyak di kantor " Norman menyerahkan helmnya kepada Nely.


" Harusnya kalo lelah, kamu nggak usah menjemput aku, aku bisa naik ojek online " Nely naik ke atas motor Norman.


" Nggak apa apa, aku malah nggak tenang kalo nggak jemput kamu langsung " Ujar Norman.


Norman memacu motornya dengan kecepatan sedang, Ia merasakan badannya tidak enak sedari siang, namun Ia tidak bisa membiarkan pacarnya pulang sendirian.


" Jadi kalo nggak jemput aku kamu nggak tenang? " Tanya Nely memastikan statement Norman sebelumnya.


" Iya, Aku takut kamu kenapa kenapa " Ujarnya sambil fokus berkendara


" Kenapa bisa takut? "


" Karena sudah malam dan kamu seorang wanita "

__ADS_1


" Jadi semua wanita yang pulang malam kamu khawatirkan? " Tanya Nely menggoda.


" Tidak, hanya kamu " Jawab Norman singkat.


" Kenapa hanya aku? "


" Ya karena " Tiba tiba Norman mengerti arah pertanyaan Nely.


Sudah berbulan bulan mereka dekat dan sudah seperti orang yang berpacaran, tapi Norman belum menembaknya.


Berkali kali Ia ingin mengutarakan perasaannya kepada Nely namun tidak pernah berhasil.


" Karena aku sayang kamu, aku peduli denganmu " Ujar Norman akhirnya.


Kata kata yang Nely sudah tunggu akhirnya terucap juga dari mulut Norman.


" Terus kalo sayang gimana? " Tanya Nely kembali.


Namun Norman tidak menjawabnya, Ia tidak ingin ungkapan perasaannya di ucapkan di atas motor.


Nely yang ada di jok belakang merasa sedih karena Norman tidak menjawab pertanyaannya.


Nely merasa semua perhatian Norman dan hubungan beberapa bulan ini tidak penting bagi Norman.


Dengan lemas Nely turun dari motor ketika mereka sudah sampai di rumah Nely.


Ia menyerahkan helmnya kepada Norman dan bergegas untuk masuk.


" Tunggu Nel " Ucap Norman menahannya.


" Ada apa? " Tanya Nely malas malasan.


" Kamu mau menjadi pacarku? " Norman memutuskan untuk langsung menembak Nely, Ini sudah terlalu malam untuk merangkai kata kata manis.


Nely tentu saja terkejut mendengar perkataan Norman yang tiba tiba.


Ia mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Norman.


Malam itu adalah hari yang membahagiakan untuk mereka berdua.

__ADS_1


Hari yang tidak akan Norman lupakan, karena akhirnya Ia bisa menjadi pacar Nely, perempuan yang Ia sudah sukai dari masa sekolah.


__ADS_2