
BAB 26
Bukit Bintang
Nely dan Novi sedang mendengarkan cerita Ara tentang Ayahnya.
" Nggak tau ada angin apa, tiba-tiba Bapak mau coba mencari kerja " Ujar Ara kepada teman-teman barunya.
" Good move loh tapi " Ujar Novi menanggapi.
" Iya Alhamdulillah banget, di rumah juga udah nggak suka marah, mau di masakin apa juga nggak protes kaya dulu. Ya gaji Aku yang nggak banyak di bagi untuk satu keluarga ya mau berharap apa kan " Ujar Ara melanjutkan.
Nely dan Novi juga merasakan hal yang sama. Tidak mudah untuk menjadi generasi sandwich yang harus menghidupi seluruh anggota keluarga dengan pendapatan yang tidak besar.
" Kalo kamu gimana Nov, rumah aman? " Tanya Ara kepada Novi.
" Aman Alhamdulillah, Adi keterima di Universitas Negeri Jakarta, jadi biaya kuliahnya nggak berat-berat banget " Ujar Novi.
" Alhamdulillah banget, rezeki Adi ya " Ujar Ara .
__ADS_1
" Berarti tinggal Nely aja nih yang masih maju mundur sama Norman " Goda Novi kepada Nely.
" Oh iya aku belum cerita, sesuai saran dari kalian aku sedikit membuka hati sama Norman " Ucap Nely.
Novi dan Ara terlihat senang mendengar ucapan Nely " Akhirnya ya Nel, si Norman dapet kesempatan juga "
" Semalem Dia menjemput Aku di Stasiun, aku sengaja memeluknya tapi Norman nggak merespon apa-apa, aku juga mengajaknya mampir ke rumah dan bilang Ibu nggak ada di rumah tapi Dia menolak dan tetep pulang "
" Laki-laki baik berarti Nel, Dia nggak memanfaatkan keadaan " Ujar Novi.
" Aku juga berfikir begitu, maka itu aku mau ngasih Dia kesempatan kali ini "
" Akhirnya ya Nel Kamu mau membuka hati kamu " Ujar Ara yang ikut senang dengan kemajuan hubungan Norman dan Nely.
" Aku mana bisa nilai orang, aku saja di tipu cinta pertamaku " Ujar Novi lesu.
Memang tidak mudah menilai orang dari penampilannya, dulu juga Dani terlihat baik tapi ternyata seperti itu.
" Kamu banyak berdoa saja Nel, jika dia adalah jodohmu, pasti akan terus didekatkan oleh Allah " Ujar Ara.
__ADS_1
Nely mengikuti saran dari Ara dan mulai ada nama Norman di dalam doanya.
Nely tidak tahu apakah ini adalah jawaban dari doa-doanya? Karena Nelly merasa semakin dekat dengan Norman dari hari ke hari.
Mereka selalu berkabar setiap harinya melalui chat seperti layaknya seorang pasangan, di hari Sabtu Norman selalu mengajak Neli jalan.
Tapi baru saja Nely merasa nyaman dengan Norman, tiba-tiba hari ini Norman mengajak Nely untuk melihat bintang di bukit yang tidak jauh dari Depok.
Bukit yang sama pada saat Dani mengajaknya dulu. Hal itu membuat perasaan Nely menjadi campur aduk.
Tapi ia tetap mengiyakan ajakan Norman untuk pergi ke Bukit Bintang itu.
Sesampainya di Bukit Bintang mereka berdua duduk di atas motor sambil menikmati pemandangan malam itu.
Norman membuka jagung dan kacang rebus yang mereka beli di jalan tadi.
Bagi Nely rasanya seperti dejavu berada di tempat ini.
Tapi selama mereka berada di Bukit Bintang, Norman tidak melakukan hal aneh.
__ADS_1
Norman hanya mengobrol tentang kegiatannya dan menceritakan kondisi bapak saja.
Tidak ada permintaan aneh-aneh seperti Dani dahulu, padahal di tempat sepi seperti itu Norman bisa melakukan apa saja kepada Nely, tapi nyatanya Norman tidak melakukan apa-apa.