GENERASI SANDWICH

GENERASI SANDWICH
Pertemuan dengan Norman


__ADS_3

BAB 22


Pertemuan Dengan Norman


Nely dan Novi turun di stasiun Cilebut. Mereka berdua berjalan ke arah pintu keluar.


" Kalau udah malem gini nggak akan ada transportasi disini selain ojek online " Ucap Novi sambil memperlihatkan layar ponselnya yang sudah mendapatkan ojek online.


" Sepi banget sih ya "


" Banget Nel, karena kamu rumahnya lebih jauh, setiap pake ojek online kirim ke aku ya data drivernya, buat keamanan aja, itu aku udah kirim data ojek online yang akan menjemputku "


Nely mengecek ponselnya dan melihat satu pesan baru dari Novi.


Setelah Nely mengirimkan data ojek onlinenya tidak lama ojek online milik Novi tiba, Novi langsung bergegas naik dan meninggalkan Nely sendiri.


" Kabarin ya kalau sudah sampai " Ucap Novi sebelum berlalu.


Sepuluh menit kemudian ojek online Nely sampai dan Ia langsung bergegas untuk naik.


Perjalanan dari stasiun ke rumahnya memerlukan waktu dua puluh menit.


Sebelum masuk ke dalam rumah, Nely langsung mengirimkan chat kepada Novi agar Ia tidak khawatir.


Nely baru saja mengucapkan salam dan masuk ke dalam rumah tiba-tiba Ibu yang berada di dalam kamar langsung menghampiri Nely.


" Nel Ibu dapat kabar dari tetangga di kontrakan lama, katanya Bapak di tangkap pihak berwajib "

__ADS_1


Ibu terlihat panik pada waktu menceritakan itu kepada Nely.


" Di tangkap kenapa Bu? " Nely tidak kalah paniknya, berhari-hari tidak ada kabar dari ayah tiba-tiba mendengar ayah ditanggapi pihak berwajib.


" Ayah tertangkap di tempat judi bersama beberapa orang lainnya "


" Ya Allah Ayah "


Nely berjalan ke arah kursi di ruang tamu dan duduk di sana.


" Ibu sudah menjenguk Ayah? "


" Ibu nggak Berani kalau sendiri, nanti saja jika kamu libur kita menjenguk Ayah "


" Lusa berarti kita jenguknya Bu, karena ada tanggal merah "


Sedari pagi Ibu sudah sibuk memasak di dapur.


" Kasihan Bapakmu pasti makanan di sana tidak enak "


Begitulah Ibu, walaupun Bapak selalu kasar terhadap Ibu tapi kasih sayang Ibu tidak pernah pudar untuk Bapak.


Setelah selesai memasukan semua makanan kedalam kotak makan Nely dan Ibu bergegas berangkat ke kantor polisi.


" Maaf untuk sementara tahanan belum bisa menerima makanan dari luar dulu " Ucap petugas jaga pada saat kami melapor.


" Ini hanya lauk saja Pak, tidak ada apa-apa selain itu "

__ADS_1


Ibu tentu kecewa karena makanan yang Ibu siapkan sedari pagi tidak boleh di bawa masuk.


" Mohon maaf belum bisa Bu, karena tersangka merupakan tahanan narkoba "


Ibi terlihat terkejut mendengar ucapan polisi di pos penjagaan.


" Bukannya suami saya di tangkap karena judi Pak? "


" Semula seperti itu, namun setelah di tindak lanjuti tersangka ternyata memiliki narkoba di tubuhnya "


Rupanya judi dan mabuk-mabukan belum cukup untuk Bapak, sekarang Bapak menggunakan narkoba.


" Nely ya? "


Nely menoleh ke arah suara terlihat seorang polisi yang familiar memanggilnya.


Nely mencoba mengingat-ingat siapa laki laki itu, namun Ia tidak dapat mengingatnya.


" Gue Norman, kita satu SMA "


Satu-satunya norma yang ia kenal adalah teman sekelasnya yang terkenal culun.


Tapi sosok laki-laki di depannya bukanlah pria culun itu, badannya sangat tegap dengan tatapan mata yang lembut serta senyum yang sangat manis.


" Norman cupu? " Ucap Nely ragu-ragu.


Norman tersenyum mendengar ucapan Nely, dulu Ia memang terkenal cupu dan sempat dipanggil Norman cupu oleh teman-temannya.

__ADS_1


" Iya Nel apa kabar? " Norman mengulurkan tangannya kepada Nely sambil tersenyum.


__ADS_2