GENERASI SANDWICH

GENERASI SANDWICH
Kencan pertama


__ADS_3

BAB 24


Semenjak pertemuannya dengan Norman di kantor polisi, Ia jadi sering berkomunikasi dengannya.


Norman selalu menyapanya di pagi hari, mengingatkannya makan, ibadah dan selalu mengucapkan selamat tidur.


Kehadiran Norman yang tiba-tiba di hidupnya membuat Nely sedikit takut.


Nely masih trauma dengan hubungan terakhirnya dengan Dani.


Sampai saat ini di mata Nely tidak ada laki-laki yang baik.


Jika mereka baik dengan perempuan, pasti karena ada maunya itu yang selalu ada di pikiran Nely.


Nely masih membalas pesannya agar bisa menitipkan Ayah kepada Norman.


Setiap hari Norman memberitahukan kabar Ayah kepadanya dan sebisa mungkin menjaga Ayah agar tidak berantem dengan teman-temannya yang lain.


Maklum saja Ayah memang seorang yang tempramental sehingga sering berselisih paham dengan teman lainnya.


Malam minggu ini Norman mengajak Nely nonton bioskop.


Jika mengikuti kata hati, malas sekali rasanya harus keluar dengan seseorang yang baru Ia kenal.


Tapi karena memikirkan Ayah, akhirnya Nely mengiyakan ajakan Norman.

__ADS_1


" Siapa nama temen kamu itu Nel? " Tanya Ibu ketika melihat Nely sedang berdandan.


" Norman Bu "


" Sepertinya Dia suka sama Kamu ya Nel " Nada bicara Ibu mulai menyelidik.


" Nggak Bu, Dia cuma ngajak nonton karena kita temen sekolah saja "


" Ibu luat kok mata Dia kalo melihat kamu, berbinar sekali. Coba kamu buka hatimu lagi Nel siapa tau Norman jodohmu "


Sebenarnya ini yang Nely takutkan, Nely takut jika Ibu memiliki harapan yang jauh dari kenyataanya.


" Ibu punya feeling jika Norman adalah jodohmu " Ujar Ibu sambil senyum-senyum.


Tidak berapa lama suara motor terdengar dari depan rumahnya, rupanya Norman sudah tiba untuk menjemput Nely.


" Iya silahkan Dek, pulangnya jangan malam malam ya " Ujar Ibu sambil tersenyum.


" Iya Bu, kami pergi dulu ya Bu "


Norman dan Nely kemudian pergi menggunakan motor CBR berwarna merah.


Buat apa punya motor sebesar ini jika bukan untuk pamer? rutuk Nely dalam hati.


Ia bahkan kesulitan untuk duduk di jok belakang karena harus menahan tubuhnya agar tidak merosot.

__ADS_1


Sesampainya di parkiran Mall, Mereka langsung bergegas menuju bioskop.


" Aku tadi dapat tiket nonton dari temen untuk film KKN Di Desa Penari, kamu Oke kan kalo nonton film horor? "


Sangat klise, Norman pasti sengaja memilih film horor agar Nely ketakutan dan memeluknya seperti di film-film percintaan.


" Oke kok Man " Jawab Nely.


Ia akan berusaha semampu mungkin untuk tidak terlihat takut apalagi memeluk Norman, Ia tidak mau ekspektasi Norman terpenuhi.


Sepanjang film berlangsung Nely yang penakut sekuat tenaga bertahan agar tidak kelihatan takut.


Sedari tadi Nely mencengkram bangku bioskop dan menutup matanya jika adegan horor muncul.


Percayalah, iru sangat sulit di lakukan. Ingin sekali Nely berteriak ketika Badarawuhi yang merupakan pemeran penari ular keluar.


Atau ketika Neneknya Nur Mbak Dok muncul dengan wajah yang seram jantung Nely seakan mau copot.


Jika bukan karena harga dirinya, mungkin Nely memilih untuk keluar dari bioskop ini.


Norman yang melihat gelagat Nely sedari tadi hanya tersenyum saja.


Baru kali ini Norman melihat seseorang yang sangat gengsi sekali terlihat takut di depan orang lain.


Alih-alih sebal melihat Nely yang seperti itu, Norman malah merasa penasaran dengan Nely.

__ADS_1


Karena Norman melihat Nely tidak menyentuh popcorn yang mereka beli, akhirnya Norman menyodorkan popcorn itu kepada Nely.


Nely yang sedang ketakutan terkejut melihat sesuatu mendekat di wajahnya dan Nely pun tidak bisa lagi menahan teriakannya.


__ADS_2