
Malam ini Ara, Novi dan Nely berada di dalam satu kereta dan duduk bersebelahan.
Nely sedang bercerita tentang Norman kepada Ara dan Nely.
" Memang apa yang membuat kamu nggak mau mencoba menjalin hubungan dengan Norman? " Tanya Ara kepada Nely.
" Entahlah di pikiranku, tidak ada laki-laki yang baik " Jawab Nely sambil memandang keduanya.
Tentu saja Ara dan Novi memandang aneh kepada Nely " Kok bisa berpikiran seperti itu? " Tanya Novi dengan mengerutkan dahinya.
" Pengalaman cinta pertamaku tidak berjalan baik, mungkin itu yang membuat aku trauma akan laki-laki. Menurutku semua laki-laki selalu ada maunya "
Nely belum bisa menceritakan dengan gamblang bagaimana percintaannya dulu dengan Dani.
Ia takut jika kedua teman barunya itu akan menilai Nely sebagai pembunuh yang tega membunuh anaknya sendiri.
Ara dan Novi tidak mengorek lebih dalam mengapa Nely sampai trauma dengan laki-laki, Mereka tidak ingin Nely mengingat-ingat kejadian yang sudah lalu itu.
__ADS_1
" Memang sulit jika kamu masih memiliki trauma, tapi coba kami pikirkan lagi mau sampai kapan seperti itu? kalau kamu tetap dengan pemikiran seperti itu maka mantanmu akan senang melihatmu menderita " Ucap Novi mencoba memberikan saran.
Sepanjang jalan, Nely merenungkan kata-kata Novi. Memiliki kebencian dengan seseorang bukanlah sesuatu yang mengenakan.
Nely selalu menjadi sosok yang menyebalkan jika berhubungan dengan laki-laki yang mencoba mendekatinya, dan sebenarnya Ia tidak suka dengan hal itu.
" Saranku, berikanlah Norman waktu untuk menunjukan keseriusannya " Ucap Novi sebelum mereka berpisah di Stasiun Cilebut.
Ketika sedang memesan ojek online, layar ponselnya berbunyi dan ada chat masuk dari Norman yang menanyakan apakah Nely sudah sampai rumah?
Itu adalah chat rutin yang Ia terima ketika sampai di Stasiun, Norman selalu memastikan posisi Nely.
Jika biasanya Nely membalas pesan Norman dengan acuh tak acuh, kali ini Ia ingin mengikuti saran dari Novi dan Ara.
" Aku masih di stasiun belum dapat ojek online " Nely laku mengirimkan pesan tersebut kepada Norman.
Tidak butuh waktu yang lama, Norman langsung menelpon Nely " Aku jemput sekarang ya, Kamu jangan kemana-mana "
__ADS_1
Hanya butuh waktu lima belas menit sampai Norman tiba di Stasiun " Lama ya nunggunya? " Tanya Norman sembari memberikan helm kepada Nely.
" Nggak Kok " Balas Nely. Ia langsung naik ke motor Norman.
" Oh iya hampir lupa " Norman mengeluarkan jaket dan Ia berikan kepada Nely.
" Aku takut kamu nggak bawa jaket, ternyata bener nggak bawa. Di pake ya biar nggak masuk angin " Ujar Norman sambil menyalakan motor.
Nely langsung memakai jaket dari Norman dan memeluknya dari belakang. Nely sengaja melakukannya untuk melihat respon Norman.
Sepanjang perjalanan Mereka tidak banyak mengobrol, Norman terlihat fokus mengendarai motonya.
Sesampainya di rumah Nely, Ia menawarkan Norman untuk mampir.
" Mau mampir dulu Man? Nyokap Gue lagi nggak ada " Ini test kedua untuk norman.
" Nggak usah deh udah malem Nel, Gue balik dulu ya kalo ada apa-apa hubungin Gue " Ujar Norman berpamitan dengan Nely.
__ADS_1
Setelah memastikan Nely sudah masuk ke dalam rumah, Norman memacu motornya dan meninggalkan rumah Nely.
Dibalik pintu Nely tersenyum karena Norman bisa melewati test yang Ia berikan.