GENERASI SANDWICH

GENERASI SANDWICH
Bujukan Dani


__ADS_3

BAB 17


Bujukan Dani


Motor Honda Beat warna hitam menerobos hujan malam itu di kota Depok, tidak banyak kendaraan motor yang melintas malam itu.


Karena jika hujan, banyak orang yang memilih untuk berteduh di bangunan beratap


Nely memeluk Dani erat, mereka memutuskan untuk menerobos hujan karena ingin cepat sampai rumah.


Sesampainya di rumah, Dani memberikan handuk untuk Nely.


" Kamu mandi duluan gih, takut sakit "


Karena udara yang dingin, Nely mandi secepat kilat. Setelah selesai mandi dan berganti pakaian tubuhnya menjadi lebih hangat.


Sambil menunggu Dani mandi, Ia mengambil novel yang berjejer rapih di dalam rak di kamar Dewi.


Dewi memang hobi baca sehingga di kamarnya terdapat banyak novel dari beberapa penulis, semoga nanti karya author juga bisa mejeng di rak buku Dewi.


Nely menggambil novel berwarna hijau dan cukup tebal yang berjudul perahu kertas karya penulis Dee Lestari.


Dewi dan Nely sangat menyukai karya-karya dari Dee Lestari.


Jika ada karya baru, mereka berdua akan langsung menuju Gramedia untuk langsung membelinya.


Tinggal beberapa lembar lagi sampai Nely selesai membaca semua halamannya.


" Kamu suka baca juga? " Tiba tiba Dani sudah ada di depan kamar Dewi dan sudah berganti pakaian.


Ia sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.


" Ia lumayan suka " Dani berjalan masuk ke dalam kamar Dewi.


" Kalian tuh bener-bener sahabat banget ya, sampe hobinya aja sama "


" Mungkin karena setiap hari bareng bareng kali ya " Mata Nely masih tidak lepas dari novel yang Ia baca.


Melihat pacarnya yang masih asik membaca Novel, Dani merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Perjalan dari bukit menuju rumahnya cukup melelahkan, ditambah lagi sepanjang jalan hujan tidak juga reda.


Dani bahkan masih bisa mendengar gemericik hujan di luar rumahnya artinya hujan belum juga reda.


" Kita tidur di kamar Dewi aja ya " Ucap Dani sambil memejamkan matanya.


Dipikiran Nely yang masih polos, mereka akan tidur terpisah. Nely tidur di kamar Dewi dan Dani tidur di kamarnya sendiri.


Tapi ternyata Dani sudah merencanakan untuk mereka tidur bersama dalam beberapa hari ini.


" Iya Sayang " Nely tidak bisa menolak tawaran Dani karena takut jika Dani akan marah.

__ADS_1


" Kamu masih lama bacanya? " Mata Dani masih terpejam.


Nely menutup Novelnya dan menaruh pembatas buku di halaman yang sedang Ia baca " Kenapa emang? "


" Ya masa kita udah sekamar akunya di anggurin sih Sayang "


Mendengar ucapan Dani, Nely langsung menyimpan novel Perahu Kertas di rak buku.


Diambilnya bantal dan Ia tidur tepat di samping Dani.


Kikuk..Ia tidak tau apa yang harus di lakukan. Apakah mereka harus terus mengobrol atau langsung tidur saja?


Jika pergaulan Nely terbilang aman aman saja bahkan cenderung anak rumahan, berbeda dengan Dani.


Di tongkrongan, Dani dan teman temannya sudah terbiasa membicarakan hal hal nakal.


Bahkan dari SMP Dani sudah terbiasa menonton adegan yang tidak pantas untuk tonton.


Tapi selama ini Ia tidak pernah melakukannya langsung dengan wanita, karena tidak punya tempat aman untuk melakukannya.


Sampai akhirnya hari ini Ia bisa mengajak Nely untuk menginap di rumahnya ketika seluruh keluarganya sedang ke luar kota.


Dani bahkan beralasan akan ada kegiatan di kampusnya sehingga tidak bisa ikut ke Semarang.


Dani mencoba menyentuh Nely dan membuat Nely sedikit takut.


Ini pertama kalinya Ia sedekat ini dengan laki-laki.


" Sedikit aja sayang, boleh ya "


" Aku nggak mau yang aneh-aneh loh " Nely menutupi badannya dengan bed cover tebal yang ada di sampingnya.


" Nggak apa apa sayang, mumpung rumah lagi sepi "


" Aku pulang aja kalo kamu begini " Nely beranjak dari kasur tapi Dani menarik tangannya.


" Oke maafin aku, aku nggak akan macem-macem lagi sama kamu "


Nely menatap tajam ke arah Dani " Aku Janji sayang "


Dan mereka mulai mengobrol tentang beberapa hal.


" Kira-kira kamu mau nikah di umur berapa? " Tanya Nely kala itu.


" Yang pasti, ketika aku sudah bekerja jadi udah bisa menghidupi anak dan istri "


" Berarti masih beberapa tahub lagi ya sayang? "


" Betul, memang kamu mau nikah sekarang-sekarang ini? "


" Aku dari dulu mimpi untuk menikah muda, agar cepat keluar dari rumah terbebas dari ayah"

__ADS_1


" Ah gimana kamu mau nikah kalau aku ajak begitu saja kamu tidak mau "


" Ya karena kita belum menikah sayang, kalau nanti sudah menikah apa yang kamu minta juga pasti aku akan berikan "


Deni mulai mencari cara bagaimana membujuk Nely agar mau mengikuti permintaannya.


" Kayaknya kamu nggak sayang deh sama aku? "


Nely yang mendengar itu langsung menoleh ke arah Dani " Kok kamu ngomongnya begitu sih? Kok bisa ragu sama perasaan aku Sedangkan Udah 1 tahun ini kita menjalani hubungan backstreet"


" Itu yang aku rasain malam ini, hubungan Backstreet bisa aja dilakuin sama semua orang. Itu nggak menunjukkan apapun "


" Lalu pembuktian apa yang kamu mau? "


" Ya permintaan aku tadi" Ucap Dani dengan mudahnya.


" Ternyata itu maksud dan tujuan kamu ngajak aku menginap malam ini? Hanya untuk kita melakukan hal itu? "


Kesel sekali rasanya memikirkan jika pacarnya itu mengajak Nely hanya untuk melakukan hal itu saja.


" Nah itu dia Kenapa aku bilang kamu nggak sayang sama aku! Teman-teman aku yang lain punya pacar pada nurut nurut loh, Mereka mau-mau aja tuh ngebuktiin rasa sayang mereka sama pacarnya "


" Semua orang harus sama seperti itu sayang? "


" Aku maunya seperti itu"


" Gimana kalau misalkan nanti aku mengandung? "


" Aku pasti akan tanggung jawab sayang, kamu tahu kan aku kakak dari sahabatmu. Aku nggak mungkin nyakitin kamu atau ninggalin kamu"


" Nggak ada jaminan untuk itu"


" Aku bisa sumpah apa aja di depan kamu biar kamu percaya aku pasti akan tanggung jawab sayang, Aku cuman mau lihat sesayang apa kamu sama aku? "


Nely masih terdiam tidak bergeming sedikit pun.


" Ya sayang? " Ucap Dani mencoba merayu Nely.


Nely yakin sekali bahwa Dani tidak akan menyakitinya dan meninggalkan.


Berbekal dari itu ia membiarkan pacarnya itu melakukan apa yang seharusnya tidak dilakukan.


" Makasih banyak ya sayang, aku sayang banget sama kamu"


Dan begitu lah malam itu mereka lewati, Deni terlihat sekali sangat senang dengan aktivitas itu berbanding terbalik dengan Neli yang tidak menikmatinya sama sekali.


Tidak ada rasa penyesalan di wajah Dani karena mengambil sesuatu yang berharga di hidup Nely, seharusnya Nely kabur saat itu juga.


Namun Nely yang polos dan belum terlalu mengenal dunia, lebih memilih untuk meyakini bahwa Dani begitu mencintainya.


Nely akan menyesali kejadian malam ini untuk selamanya.

__ADS_1


Dimana dengan mudahnya Ia menyerahkan sesuatu yang berharga tanpa memikirkannya baik-baik.


__ADS_2