
BAB 29
Pintu di Hati Novi
Firman masih tidak percaya jika wanita yang ia sukai sekarang sedang duduk di hadapannya.
Dengan wajah yang serius Novi sedang mengajarkan Gavin matematika.
Tidak sulit untuk Novi mengajarkan Gavin Karena pada dasarnya Gavin adalah juara kelas di sekolahnya.
Berkali-kali Firman melihat Novi memuji Kevin pintar karena bisa menjawab pertanyaan-pertanyaannya.
Sedangkan wajah Gavin sendiri terlihat bosan, jika bukan karena skin mobile legends rasanya Ia tidak akan mau mengikuti kemauan Om-nya itu.
Setelah 2 jam belajar, Novi mengakhiri pertemuannya dengan Gavin.
Novi memberikan pekerjaan rumah untuk Gavin kerjakan dan akan Novi periksa di pertemuan berikutnya.
Gavin terlihat sangat senang ketika Les privatnya selesai, setelah berpamitan dengan Novi dan firman ia langsung berlari keluar rumah untuk bermain bersama teman-temannya.
__ADS_1
Novi Sedang membereskan peralatan tulisnya ketika Firman mendekatinya.
" Bagaimana keponakanku? Sulit yang mengajarkannya? " Tanya Firman dengan nada sopan.
" Keponakan kamu pintar kok, dia bisa menjawab apa yang aku tanyakan. Aku malah heran kenapa kamu memberikan les privat kepada Gavin? Karena biasanya les privat diberikan kepada murid dengan nilai yang buruk"
Tidak mungkin bagi Firman untuk jujur kepada Novi dan bilang bahwa les privat itu hanya kedok agar mereka bisa sering bertemu.
" Waktu itu aku pernah menonton video dari Deddy Corbuzier, di dalam videonya Ia bilang, adalah hal yang salah jika orang tua memberikan les kepada anak di mata pelajaran yang buruk. Karena seharusnya les itu diberikan di pelajaran yang nilainya baik agar si anak berkembang menjadi lebih baik lagi di bidang yang ia sukai "
Novi setuju dengan pikiran itu, menurutnya semua anak memiliki bakat tersendiri, dan seharusnya orang tua bisa lebih mensupport anak di bakat tersebut bukan pada kekurangannya.
Selain karena ia tidak ingin menjalin hubungan apapun dengan siapapun saat ini, ia juga sudah menilai bahwa Firman seperti laki-laki kebanyakan.
Dan mendengar penjelasannya tentang Gavin membuat Firman terlihat berbeda dari laki-laki lain dipikiran Novi.
Tentu saja itu adalah kabar yang menggembirakan untuk Firman, karena setidaknya Novi sudah menilai dia lebih baik dari laki-laki lain.
Dimulai dengan topik itu, Firman dan Wafi sekarang sedang duduk di meja ruang tamu Firman dengan menikmati secangkir teh dan mengobrol banyak hal.
__ADS_1
Sudah lama Novi tidak bertukar pikiran dengan siapapun.
Dulu mantan tunangannya adalah satu-satunya orang yang ia ajak bertukar pikiran.
Pandangannya tentang hidup selalu membuat Novi terpana karena berbeda dari orang kebanyakan.
Mantan tunangannya juga memiliki wawasan yang luas sehingga Novi bisa bertanya apa saja dan ia bisa menjawab semuanya.
Maka itu memiliki laki-laki seperti mantan tunangannya membuat Novi merasa sangat beruntung kala itu.
Karena Iya seperti mendapatkan teman, sahabat, partner berargumentasi dan pacar pada saat bersamaan.
Berpisah dengan mantan tunangannya membuat Novi berhenti bertukar pikiran dengan orang lain.
Ia tidak pernah bertukar pikiran dengan ibu, karena tahu ibu sudah memiliki banyak pikiran dan Novi tidak tega untuk menambahkan pikiran ibu.
Sedangkan adik saat itu Adi masih sangat kecil sehingga ia tidak bisa bertukar pikiran apapun dengan Adi.
Kehadiran Firman membuat sebuah pintu di hati Novi terbuka, ia mulai bergetar pikiran dengan firman tentang isu apapun yang sedang terjadi.
__ADS_1
Dan ternyata Firman memiliki wawasan yang luas sehingga membuat Novi nyaman bercerita kepadanya.