GENERASI SANDWICH

GENERASI SANDWICH
Balapan liar


__ADS_3

Novi berlari di lorong IGD mencari adik dan Ibunya. Di ujong lorong Novi melihat Ibunya sedang menangis.


" Ibu " Panggil Novi kepada Ibunya.


Ibu berdiri mendengar suara Novi " Adi gimana Bu? "


" Tadi dokter bilang, kaki dan kepala Adi harus di jahit Nov, Ibu diminta dokter untuk nunggu disini "


" Tapi kondisi Adi sadar atau gimana Bu? "


" Sadar Nov, tadi Ibu lihat kepala, tangan dan kakinya penuh darah. Karena Ibu takut darah, dokter menyarankan Ibu untuk menunggu di luar "


Novi lega waktu Ibu bilang bahwa adiknya dalam keadaan sadar dan tidak pingsan.


" Siapa yang membawa Adi ke sini Bu? "


" Ibu di telpon sama Marcell, dia bilang Adi kecelakaan dan Ia membawanya ke klinik. Ibu cepet cepet dateng ke klinik. Itu dia Marcell nya "


Ibu menunjuk ke arah Marcell yang sedang berjalan mendekati mereka.


Mata Novi dan Marcell beradu dan Marcell membuang pandangannya tidak mau menatap Novi.


Novi menjadi Curiga dengan tingkah Marcel, mengapa ia harus membuang pandangannya seolah-olah ada sesuatu yang tidak ia katakan dengan jujur.


Marcel menyiapkan diri untuk menghadapi kakak adik yaitu Novi. Membohongi ibu Adi lebih mudah daripada membohongi Novi.


Novi lebih kritis dibandingkan ibunya, jika ada perkataan Marcel yang membuatnya curiga maka ia akan mengorek Marcel sampai kebenaran terungkap.


Sedangkan pada saat Adi mengalami kecelakaan, ia berkali-kali meminta Marcell untuk berbohong kepada keluarganya.


Adi bukan kecelakaan karena ditabrak motor, Iya terjatuh dari motor ketika ikut dalam balapan liar.


Adi yang tidak mempunyai motor bahkan nekat meminjam motor Marcell.


" Ayolah Cell Gue butuh banget nih uangnya, kasihan banget kakak gue kalau selalu dimintain uang"


Menurut Adi Ia membutuhkan uang untuk mengikuti study tour si sekolahnya.


Ia tidak tega meminta uang itu kepada kakaknya karena selama ini semua pengeluaran rumah dan sekolahnya sudah ditanggung oleh kakaknya.


Namun karena ada wanita yang Adi taksir yang juga satu kelas dengannya ikut dalam study tour itulah jadilah Adi ingin mengikutinya juga.


Study tour itu akan dilaksanakan tujuh hari lagi dengan tujuan ke Jawa Timur tepatnya ke kota Malang.

__ADS_1


Uang yang dibutuhkan pun tidak sedikit yaitu tiga juta rupiah, sudah pasti Adi tidak akan tega meminta uang sebesar itu kepada kakaknya.


Dan dua hari yang lalu ia mendapatkan kabar dari teman tongkrongannya bahwa akan diadakan balapan liar dengan hadiah tiga juta rupiah.


Adi yang belum pernah balapan nekat mengikuti balapan liar malam ini.


Sehari sebelumnya Iya meminjam motor dari sahabat nya Marcell dan dengan usaha yang keras akhirnya Marcel meminjamkan motornya.


Marcel yang datang pada saat perlombaan merasakan jantungnya berdebar sangat kencang, ia berharap Adi akan menang dalam perlombaan ini dan tidak terjadi sesuatu yang buruk.


Karena yang Marcel tahu dalam balapan liar mereka biasanya bermain kasar dan melakukan segala cara agar menang dalam perlombaan itu.


Ada 6 motor yang mengikuti lomba malam ini. Kesemuanya sudah siap di posisi start menunggu tanda permainan dimulai.


Sebelum balapan dimulai, pemandu permainan Memberitahukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam pertandingan ini.


Setelah itu ia membunyikan klakson panjang tanda balapan dimulai.


Adi terlihat memacu motornya dengan cepat dan Ia ada di posisi kedua.


Balapan berlangsung sangat sengit tanda motor Satria milik Marcel dipacu keras oleh adik.


Adi mencoba membalap posisi satu ia mengambil arah kanan untuk menyalip namun motor di posisi pertama menghalanginya, Adi tidak patah semangat dan membanting kemudinya ke arah kiri namun lagi-lagi motor di urutan pertama menghalanginya.


Sampai akhirnya ia mengambil arah kanan dan dipepet oleh posisi pertama dan karena Adi sudah mau melewati nya, orang di posisi pertama menendang motor milik Adi.


Di dalam kecepatan penuh Adi tidak bisa menguasai motornya.


Motornya melaju tanpa arah bahkan sekeras apapun adik menekan gas motornya tidak juga berhenti.


Motor dan Andi terpelanting ke jalur sebaliknya dan terbanting keras Ke aspal.


Persegi yang detik sebelum tubuh adik terbanting keras ke aspal, yang ia pikirkan adalah ibu dan kakaknya.


Ia membayangkan Bagaimana jika ia mati malam ini, betapa sedih ibu dan kakaknya karena selama ini mereka hanya tinggal bertiga dan menghadapi semuanya Bersama.


Tapi penyesalan adalah penyesalan, Adi tidak bisa memutar waktu untuk tidak ikut dalam balapan liar hari ini.


Begitu badannya terbanting keras ke aspal Adi menahan dadanya dengan kedua tangannya sambil memegang tali helm agar helmnya tidak terlepas dari kepalanya.


Bermeter-meter Adi terseret bersama motornya sampai akhirnya terhenti dan Ia merasakan rasa pusing yang luar biasa.


Tidak Berapa lama Andi mendengar beberapa orang mendekatinya dan ia mendengar suara Marcell.

__ADS_1


Suara Marcel Terdengar sangat panik, mereka Mencoba membuka helm Adi dan mencoba menyadarkan Adi.


Dan setelah itu Adi tidak sadarkan diri.


Dengan Sigap Marcell dan beberapa orang membawa Adi ke klinik terdekat.


Setibanya di IGD Adi sadarkan diri. Ia membisikkan Marcel " Hubungin nyokap Gue Cell, tapi jangan bilang gue balapan motor. Bilang aja gue ditabrak sama seseorang"


Setelah itu adik langsung mendapatkan perawatan oleh dokter IGD.


Memang tidak mungkin untuk Marcell jujur kepada keluarga Adi bahwa Adi mengikuti balapan liar untuk membayar biaya study tour.


Selain akan marah sudah bisa dipastikan keluarganya juga akan sedih mendengar itu.


Pada saat Ibu Adi datang dengan mulus Marcel dapat berbohong tentang Mengapa adik bisa sampai kecelakaan.


Dan syukurnya Ibu Adi percaya. Dan sekarang Marcel harus melakukan hal serupa dengan kakaknya yaitu Novi.


Marcel sudah berlatih berkali-kali agar Novi bisa percaya oleh kata-katanya.


Namun baru melihat matanya saja dari kejauhan nyali Marcel sudah ciut.


Harusnya tadi aku pulang saja, Gumam Marcel dalam hati.


" Ceritanya gimana Cel bisa sampai Adi kecelakaan begitu? " Tanpa tedeng aling-aling Kak Novi langsung menanyakan hal itu.


Dengan tanpa menatap Novi, Marcel menjelaskan hal yang sama seperti ia Jelaskan kepada ibunya Adi.


Novi melihat gelagat Marcell yang aneh langsung pamit kepada ibunya untuk mengajak Marcel membeli minum di minimarket.


" Ibu mau nitip apa? Aku sama Marcel pergi ke minimarket dulu ya Bu"


" Ibu nitip minum aja "


" Oke minum aja ya Bu "


Setelah itu Novi dan Marcel pergi meninggalkan ruang IGD.


Mendengar ajakan Novi untuk pergi ke minimarket, Marcel sudah tahu bahwa aktingnya sudah ketahuan.


Novi sudah curiga bahwa Marcell berbohong padanya.


Dan benar saja baru keluar dari IGD Novi langsung menanyakan " Lo bohong kan? Cepat ceritain jujur ke gue"

__ADS_1


Siapapun yang melihat mata Novi malam ini pasti tidak akan bisa berkutik, sama seperti yang Marcel alami.


__ADS_2