GENERASI SANDWICH

GENERASI SANDWICH
Novi


__ADS_3

Novi sedang membagi gajinya untuk keperluan di rumah.


Semenjak Ia bekerja sambilan mengajar bahasa Inggris untuk anak anak penghasilannya menjadi bertambah.


Ia kini bisa menabung sedikit untuk persiapan biaya kuliah adik adiknya.


" Kamu yakin nggak capek kalau waktu liburmu di pakai untuk mengajar kursus anak anak? " Ucap Ibu ketika Ara hendak pergi berangkat mengajar.


" Nggak capek kok Bu, Tenaga aku kan banyak jadi harus di salurkan. Aku berangkat dulu ya Bu " Ara mencium tangan Ibunya dan pergi menggunakan motor supra fit berwarna oranye.


Ibu menatap sedih anak gadis satu satunya yang terpaksa menjadi tulang punggung keluarga setelah ayah mereka meninggal dunia.


Ayah Novi adalah seorang anggota parlemen yang sukses. Kondisi mereka dulu sangat berlebih.


Ayah juga sosok kepala rumah tangga yang sangat bertanggung jawab dan lembut kepada istri dan anak-anaknya.


Dulu dirumahnya, Novi memiliki beberapa pembantu rumah tangga yang dipekerjakan agar ibu tidak mengerjakan pekerjaan rumah.


Semenjak menikah dengan Ayah, Ibu tidak pernah melakukan pekerjaan rumah karena Ayah melarangnya.


Ibu diperlakukan seperti seorang ratu di dalam keluarga.


Namun hal itulah yang kemudian menjadi bumerang untuk keluarga mereka.


Kematian Ayah yang tiba-tiba setelah bermain tenis membuat semua anggota keluarga merasa kehilangan.


Ibu yang tidak pernah bekerja dan selalu diperlakukan seperti Ratu tidak berdaya apa-apa untuk menjadi kepala rumah tangga.


Ibu tidak bisa bekerja kantoran dan juga tidak bisa memulai usaha.


Perlakuan Ayah yang selalu memanjakan ibu membuat Ibu menjadi sosok perempuan yang tidak mampu melakukan apa-apa.


Dari banyaknya peninggalan ayah, mulai dari beberapa rumah, beberapa tanah, beberapa emas bahkan tabungan di bank tidak bisa menyelamatkan mereka.


Untuk membiayai kehidupan anak-anaknya, tiap tahunnya Ibu menjual peninggalan ayah. Mula-mula Ibu menjual mobil, tanah, rumah, emas dan beberapa barang berharga lainnya.


Keluarga Ayah bahkan marah kepada ibu karena Ibu tidak bisa menjaga barang peninggalan ayah.


Akhirnya dari semua peninggalan Ayah, yang tersisa hanya rumah sederhana ini. Rumah terakhir yang ayah beli, yang semula akan diberikan kepada sopir pribadi mereka yang sudah bekerja belasan tahun pada keluarga mereka.


Tapi karena kematian Ayah yang tiba-tiba, Ayah belum sempat memberikan rumah itu kepada Pak Imin dan jadilah sekarang mereka sekeluarga menempati rumah yang semula bukan untuk mereka.


Ibu sama sekali tidak pernah mencoba untuk mencari pekerjaan ataupun memulai usaha.

__ADS_1


Maka tidak heran dalam waktu lima belas tahun semua peninggalan Ayah ludes terjual.


Novi sebagai anak pertama di keluarganya merasa harus membiayai keluarga ini. Ia tidak mau adiknya tidak dapat berkuliah.


Maka dari SMA Novi sudah mengajar bahasa Inggris, berjualan case handphone, berjualan pulsa, dan pekerjaan lainnya yang menghasilkan uang.


Karena sedari kecil Ka sudah bekerja, sekarang jika ada celah pekerjaan apapun pasti akan Novi ambil.


Novi Tidak Membenci ibunya, karena baginya untuk menggantikan posisi Ayah adalah pekerjaan yang sangat sulit.


Apalagi saat itu Novi masih memiliki nenek yang sakit stroke sehingga ibu harus mengurus nenek Sampai Akhir hayatnya.


Dari Senin sampai Jumat ia bekerja di perusahaan orange di Jakarta. Sedangkan hari Sabtu dan Minggu ia akan mengambil pekerjaan sampingan sebagai guru bahasa Inggris.


Dari semua pekerjaan itu, ia sudah bisa menyekolahkan adiknya yang sekarang sudah SMA.


Walaupun tidak memiliki uang yang berlebih, Tapi selama ini semua penghasilan Novi cukup untuk membiayai keluarga kecilnya.


Pernah sekali waktu Ibu yang bosan karena anak-anaknya selalu sibuk di luar rumah meminta untuk mencari aktivitas .


" Apa Ibu kerja aja ya, Ibu bosan di rumah terus " Saat itu Nenek sudah meninggal dunia.


" Memang ibu mau bekerja apa?"


Karena kasihan dengan ibunya, akhirnya Novi membuka warung jajanan anak anak di depan rumahnya.


Tidak banyak jajanan yang mereka jual di warung tersebut karena minimnya uang yang Novi punya.


Tapi dengan adanya warung itu membuat ibunya lebih semangat.


Ibu merasa Ini pertama kalinya ia dapat menghasilkan uang untuk keluarganya walaupun tidak seberapa, setidaknya bisa untuk membayar listrik saja.


Malam itu seperti biasanya Novi pulang dengan menggunakan Commuter Line.


Di Manggarai ia melihat seorang perempuan dengan wajah yang pucat berjalan sempoyongan mencari tempat duduk yang ternyata sudah penuh semua.


Novi memperhatikan wanita itu, ini bukan pertama kalinya ia melihat wanita itu. Hampir setiap hari mereka selalu bertemu di gerbong yang sama.


Walaupun wanita itu tidak pernah tahu, karena iya selalu tidur di dalam perjalanan.


Wajah wanita itu memang selalu lelah setiap mereka bertemu tapi malam ini terasa berbeda.


Terlihat sekali wanita itu menahan untuk tidak pingsan, sepertinya Ia sakit.

__ADS_1


Bergegas Novi berjalan ke arah wanita itu untuk menawarkan tempat duduknya.


"Mbak duduk di tempat saya aja"


Novi menunjuk ke satu kursi kosong untuk mempersilahkan Ara duduk di kursinya, Tidak ada penolakan dari wanita itu.


Novi berdiri tepat di depan wanita itu, ia melihat tubuh wanita itu bergetar seperti menahan lapar.


Tiba-tiba ia teringat hamburger yang dibagikan tadi sore di kantornya.


Dia mengeluarkan hamburger dari dalam tasnya dan memberikan kepada wanita itu.


" Ini saya ada makanan buat Mba, dimakan dulu mbak mumpung lagi nggak ada petugas "


Tanpa basa basi wanita itu langsung memakan hamburger pemberiannya dengan lahap.


Terlihat sekali bahwa Wanita itu sudah menahan lapar beberapa jam. Melihatnya makan saja sudah membuat Novi kenyang.


Beberapa pertanyaan muncul di benak Novi, Mengapa wanita ini terlihat kelaparan padahal Jika dilihat dari lanyardnya Iya bekerja di perusahaan daerah Sudirman.


Di Stasiun Tanjung Barat ada penumpang yang turun dengan sigap Novi langsung mengisi kursi kosong yang berada di sebelah Wanita itu.


Hamburger pemberian Novi sudah habis dan wajah wanita itu sudah tidak pucat lagi.


Mereka mulai mengobrol beberapa obrolan standard. Dan ketika asik mengobrol ponselnya berdering.


Di ujung telpon Ia mendengar suara Ibunya yang menangis.


Seketika jantungnya berdegup kencang, Ia coba menenangkan Ibunya dan menanyakan ada masalah apa.


" Adik kamu Nov "


Kalimat Ibu terhenti dan Ibu menangis lagi.


Sabar Novi menunggu Ibunya sampai selesai menangis dan melanjutkan ucapannya.


" Adik kamu mengalami kecelakaan ketika habis membeli makan malam untuk Ibu. Sekarang ada di Klinik Koeswara ga jauh dari stasiun " Lemas rasanya mendengar ucapan Ibu.


Pikirannya bermacam macam, Ia mengkhawatirkan kondisi adiknya.


Tiga stasiun lagi Ia akan sampai di stasiun cilebut. Novi langsung memesan ojek online untuk mengantarnya ke klinik koeswara.


Setelah sampai di Stasiun cilebut Ia langsung bergegas keluar gerbong dan menuju ojek online yang Ia pesan.

__ADS_1


Jika mendengar suara Ibu yang panik sepertinya kondisi adiknya lumayan parah. Di perjalanan Ia hanya bisa berdoa semoga adiknya baik baik saja.


__ADS_2