
Kekuatan pikiran bisa merubah apapun, tak terkecuali kapasitas manusia normal. Pada dasarnya manusia sangat mempunyai batasan, tapi karena latihan dan keyakinan yang kokoh, kekuatan manusia bisa bertambah seiring berapa berat latihan yang ditempuh.
Tukang jagal masih bergumam, memegang senjata yang terlumuri darah dari dharma. ringkuh memperhatikan gerak-gerik pria tua yang tengah memasang kuda-kuda.
"kali ini, saya tidak akan menahan lagi wahai anak muda!" ucap pria tua itu.
sanubari yang bergejolak, membuat si tukang jagal naik pitam sampai memerah wajahnya. Bagai angin yang tidak mempunyai masa, pria tua tadi bergerak tanpa suara.
Si tukang jagal cukup tercenung, dirinya bergelimang rasa penasaran, pasalny siapakah orang yang sedang dilawannya.
"DUAAGGH" suara dari dengkul pria tua tadi mengenai hulu hati si tukang jagal.
Tidak ada waktu untuk mempertimbangkan kemungkinan, pria tua langsung saja maju dengan gesit dan tanpa suara ketika lawannya masih berkecimpung dalam alam pikiran.
semilir terasa lebih sunyi, dengan diikuti si tukang jagal yang terpental ke belakang, kurang lebih dua meter. Karena merasa dirinya terkena serangan secara terus-menerus, akhirnya ketika si tukang jagal terpental ke belakang langsung melancarkan serangan balik. Tangannya memutar tiga ratus delapan puluh derajat menyerupai bentuk gangsing.
serangan itu dilakukan agar lawan tidak dapat melanjutkan serangan lanjutan, sehingga secara tidak langsung si tukang jagal membendung serangan lawan dengan dalih menyerang.
pria tua cukup terkesima, melihat lawannya kali ini cukup cerdas, dia menyadari bahwa pertahanan terbaik adalah menyerang.
Putaran itu masih berlangsung walau sudah lima belas detik, sepertinya tukang jagal telah lihai dalam mengunakan jurus tersebut.
Tak cukup hanya berpusing cepat di tempat, dia melompat-lompat kesana kemari sambil terus berputar. Jika dilihat Serangannya mirip dengan bola karet yang memantul ke sana kemari tanpa arah.
"HUUHUAAAHH" tarikan nafas sangat dalam diambil pria tua tadi, suaranya melengking nyaring.
Masih kokoh dalam pertahanan kuda-kuda, pria itu hanya diam tak berkutik sedikitpun, dan terus saja memperhatikan arah serangan lawan yang mondar-mandir di hadapannya.
mata pria itu memicing tajam, sepertinya dirinya sudah mempersiapkan serangan agar dapat meng-counter pertahanan musuh, namun kenapa ia masih bergeming tanpa usik? itu terjadi karena momentum yang belum pas.
seruan untuk maju, kini telah tersorak, analisis yang ditampung sedari tadi telah menemukan titik temu. Ternyata pria tadi bukan hanya menunggu momentum, melainkan menganalisa gerak-gerik lawannya.
__ADS_1
Setelah merasa cukup pantas untuk menyerang, pria tua tadi mempergunakan tenaga dalamnya untuk memukul tanah berkali-kali.
Karena pukulan itu sangat kencang, sampai-sampai tanah di sekitar pertarungan berguncang hebat, seperti gempa bumi. Sontak serangan musuh hilang keseimbangan, yang membuat pertahanan terbuka.
Dari keterbukaan pertahanan lawan inilah, dijadikan ajang pembalasan serangan oleh pria tua itu. usai memukul-mukul bumi, dia melesat terbang ke depan, tangannya di simpan di atas kepala, posisi ini sama seperti perenang yang mengunakan teknik lumba-lumba.
"BAAAAKKKKK" Telak serangan pria itu menembus perut lawan sampai bolong dibuatnya.
Semua baju yang dipakai pria tua tadi, dari atas sampe bawah semua terkena darah lawan, wajah yang dipenuhi bulu pun terkena getahnya.
Pendaratan dari serangan yang ia layangkan barusan berakhir dengan super Hero landing. sangat gagah jika ditampak langsung.
"Akhirnya..... Kampret ini mati juga!" ucap pria itu yang langsung berdiri berbalik ke belakang menatap bangkai musuh yang sudah bolong perutnya.
Di sisi lain, dharma terkapar bersama batang pohon yang tumbang dalam kejadian tadi. Tangannya masih terikat, juga leher dharma yang masih mengucur darahnya.
"To.......lll...oooo....Ng......" Dharma sudah tidak kuasa berkata-kata, suara sangat serak, dan sakit ketika berbicara.
"Apakah aku akan pulang? panca. Kau harus kuat, teruskan tekad para leluhur yang mengalir deras dalam jiwamu. Kakakmu sepertinya tidak akan bertahan lagi. Maafkan aku........"
Bergelek pasrah, menerima kenyataan dirinya akan pulang. namun tiba-tiba ada seseorang yang menempelkan daun besar di leher dharma.
Seketika pendarahan dharma berhenti, dia juga melepaskan ikatan dharma dari batang pohon yang telah tumbang. sehabis itu dirinya dipanggul di pundaknya.
Entah dharma akan dibawa kemana, tapi sepertinya ini adalah seorang penolong yang dikirimkan oleh yang maha kuasa dari untuk menyelamatkan hidup dharma. Karena mungkin perjuangan dharma untuk menyelamatkan umat manusia dari kesengsaraan belum beres, bahkan belum dimulai.
Rintik-rintik air terciprat ke wajah dharma, diperjalanan dharma pingsan karena kelelahan. Ia terbangun dari pingsannya dan langsung menatap tajam sambil melotot kepada seseorang di hadapannya.
"apa kamu baik-baik saja?" tanya pria itu
"kau siapa, kenapa kau membawaku kesini," jawab dharma yang masih terlihat shock.
__ADS_1
Ternyata leher yang terluka, kini telah dibalut kain putih yang melilit leher agar dharma cepat pulih.
"kenapa kau menolongku paman?" dharma bertanya balik.
"Namanya juga manusia, harus tolong menolong," pria itu berjalan mengambil makanan dari meja makan yang tidak jauh dari posisi dharma yang tengah terbaring di kursi.
"kamu pernah nabrak paman, waktu kemarin-kemarin,"
"HAAHH," Jidat dharma mengkerut, satu alisnya terangkat ke atas.
"jadi paman yang waktu itu aku tabrak? kenapa bisa nemuin aku?"
"paman liat kamu ngebantai semua perompak yang akan ngejarah desa kamu..... Dulu ada satu ucapan guru paman yang masih saya ingat sampai sekarang. dia pernah bilang bahwa nanti akan ada seorang anak yang bisa berubah wujud dalam sesaat ke wujud lain."
dharma langsung menyela perkataan paman itu, karena rasa penasaran dan tidak percaya ada orang yang akan bisa berubah wujud dalam sesaat.
"terus paman gimana lagi?"
"ini paman lagi cerita, ko kamu potong," paman itu bergelak tawa. Di luar dari tampangnya yang seram, dan jago bela diri, paman itu ternyata seseorang yang masuk dikategorikan sebagai orang humoris.
"Iyahh maap, sok lanjutin.....Hehhehe," begitu juga dharma yang membalas tawa paman itu.
keceriaan tercipta dalam suasana penuh rasa syukur, dharma tertawa sangat lepas walau candaan paman itu tidak terlalu lucu.
"paman lanjut nih ceritanya," menengadah tubuhnya ke depan dekat dengan dharma sambil membentuk ekspresi melucu.
"iyahh sok paman lanjut."
"anak itu sangat tampan, gagah dan karismatik, nasib yang buruk yang akan membuatnya bisa bertahan hidup dalam kondisi seperti ini. Dia datang di masa, di mana semua orang telah gila, pikiran mereka tidak jernih, memutus mata rantai makanan dengan memakan sesama...... Dulu waktu paman masih remaja dan berguru kepadanya, paman tidak mengerti apa maksud dari perkataan guru paman. Namun ketika zaman telah berganti, dan paman tumbuh dewasa, sedikitnya paman sudah paham apa perkataan dari guru paman itu."
"Jadi sampe sekarang paman belum ngerti, perkataan guru paman?"
__ADS_1
"Eta da udah dipotong lagi," tangan paman itu digibaskan ke depan, Tindakan tersebut adalah upaya berkomedi agar suasana semakin larut dalam tawa