GERBANG AWAL

GERBANG AWAL
DASAR BERGERAK


__ADS_3

lintas warna merangkap padat dikehendaki dharma, rasa kaget yang tak tertahan membuat peredaran darahnya mendidih, urat-urat hijau yang menjulur ke setiap anatomi tubuh dharma kini berubah menjadi menjadi aliran takut yang tidak merdu bunyinya.


paman menutup pintunya rapat-rapat, mengunci dengan sepenuh tenaga lalu berbalik belotot mengarah pada dharma yang masih bergeming bingung.


"kamu sangat sembrono dharma, benteng itu sangat kuat!"


"Aku tidak tahu awalnya, mungkin mahluk itu rendahan. ternyata dia seekor monster yang masih bersarang di masa moneter seperti ini...... apa makanannya?" dharma lihai memperkeruh keadaan, namun rasa bersalahnya ia tutupi dengan langsung bertanya kebutuhan biologis monster itu.


"Dia tidak memakan apapun selama satu dekade, yang paman tau monster itu adalah senjata biologis tanpa amunisi yang dikembangkan bangsa barat dalam memerangi negara'kita. Kejadian aneh terjadi ketika sepasang muda-mudi dapat menjinakkan monster tadi hanya dengan lantunan musik tradisional. Alat musiknya sangat indah nan elok jika dipandangi dari balik jendela rumah, bentuk sangat kecil hanya berdiameter sekitar dua puluh cm."


"Kenapa paman tidak melawannya saja langsung ketika tahu monster itu adalah senjata biologis yang dikembangkan negara musuh, kenapa paman malah diam saja dan malah terpaku kagum pada alam musik bambu itu?"

__ADS_1


"Hah bambu?" paman mengkerutkan garis keningnya, ternyata dharma mengetahui jenis alat musik yang dipakai untuk menahan amukan monster jahanam.


"alat itu terbuat dari bambu kan?"


"benar, kau sangat berwawasan dharma...... Alat yang belum pernah kutemui sebelumnya sangat menggemparkan hatiku dengan ketakjuban duniawi. Ritme yang disuguhkan sangat berbeda dari frekuensi alat musik modern yang sering didendangkan ketika perayaan desa atau hanya sekedar memikat hati perempuan."


"Alat itu bernama karinding paman,"


"pengalaman spritual yang membawaku dalam gerbang awal kehidupan layak, seorang resi berbaju serba putih pernah memberikan alat itu padaku di dalam mimpi sebelum pada akhirnya saya dan panca tertangkap segerombolan kanibal yang siap dengan belatinya."


"Duduk dulu, kita ceritakan ini di kursi,"

__ADS_1


Bahwa tidak ada komentar untuk menahan kepercayaan diri terhadap rasa penasaran yang amat dalam, begitupun paman. Dirinya tertatih-tatih ketika dharma terus saja berayun cepat di pusaran pengetahuan yang belum terjamah.


akhirnya kalap itu memberikan sebuah pencerahan yang baik terhadap kotak kosong di kepala paman. Dharma duduk dengan mengusap-usap tangganya yang tadi tercengkram anatomi tubuh aneh yang diduga dan digadang-gadang sebagai monster kuat hasil penelitian manusia jahanam.


"paman tau kamu manusia terpilih dharma. Tapi paman belum mengetahui perjalanan seperti apakah yang membuat bertahan sejauh ini?" tanya paman yang kini menyompang kedua tangannya di dada.


"saya hanya anak yang baru tumbuh dewasa, peperangan ini belum juga usai. Pemerintah seolah tutup mata mengenai asas-asas penalaran manusia yang menurun. Hingga mereka sudah tidak bisa berpikir jernih, yang kemudian malah memilih memakan sesamanya karena tidak ada makanan yang layak untuk dimakan. Entah pengetahuan yang kurang atau memang moral mereka sudah rusak...... Saya adalah seorang anak dengan semangat hidup manusia normal, di luar dari keturunan yang memaksa saya seperti ini ataukah leluhur yang meminta saya untuk melawan ketidakselarasan manusia dalam menjalankan tugasnya sebagai Khalifah di bumi. Saya terus berangkat dari tanah ini menuju gerbang baru, belajar merangkak naik melebihi batas normal manusia masa kini, jadi tolong ajari saya bela diri agar dapat bertahan hidup lebih lama!" cerita panjang itu membuat hati paman terketuk, sampai sang paman tidak perlu menelaah secara repot-repot untuk memberikan semua ilmu yang dikuasainya khususnya dalam aspek beladiri.


"baiklah jika memang ini sudah saatnya. Paman minta, berperang lah dengan akal yang sehat!"


"baik paman," dharma bangkit lalu memberikan hormat sembari ditutur hati yang sumbringah.

__ADS_1


__ADS_2