
kuasa di kehampaan menyeruak kembali tertawa, salut bergelimang tawa menahan sang paman mengoceh di depan dharma. Ketika perutnya tengah keroncongan dan menimbulkan suara berkereketan yang mungkin itu terjadi ketika usus dua belas jari saling mengoyak tanpa henti namun kosong tak berisi.
Paman menyuruh dharma kembali memasang kuda-kudanya di bawah terik matahari yang sedang menyekat pori-pori kulit pucatkemerahan, begitupun dharma yang tidak menyela sedikit saja perintah dari sang guru. Ada dua kemungkinan yang dialami dharma, perasaan takut karena paman memegang sebilah pisau yang mungkin saja bisa menyayatnya karena tidak menurut, atau karena dharma memilih bersikeras berlatih untuk bisa sepertinya.
Entahlah yang harus dipikirkan tentang ini, yang pasti dharma langsung memukul-mukul angin yang berhembus kencang.
"Hahahaha....." tawa paman
dharma sedikit melirik gurunya itu, karena tawa yang begitu kencang membuat dirinya tidak konsen dalam melancarkan peredaran serangan beruntun. Lirikannya dihiasi bulu-bulu halus, yang seolah mengganggu ritme alam sedang bekerja, namun ketika dharma melirik, sang paman tidak ada ditempat itu.
__ADS_1
"Hahh?" gumam dharma.
"kemana perginya paman, perasaan tadi dia tawa deh di sana, ko sekarang gaada!" dharma berbicara di dalam hatinya. Karena tidak ingin terus memperhatikan perginya paman, dharma langsung kembali berlatih secara khusyuk. "STTT" suara angin. suara itu datang di belakang tubuh dharma yang tengah berlatih, dharma mendengar suara tersebut akan tetapi hal itu tidak menggoyahkan kuda-kuda Patang jala yang sudah terbangun.
"GEDEBRUGG" dharma terjatuh ke tanah.
ternyata itu adalah sang paman, dia mengecek apakah memang sudah kokoh kuda-kuda Patang jala yang ia latihkan atau hanya sebatas guyonan untuk mengelabui sang guru agar tidak terlalu keras kepadanya.
Kuda-kuda Patang merupakan suatu pertahanan dasar dalam ilmu beladiri penca. Kuda-kuda ini adalah suatu fundamental yang harus dikuasai secara penuh dan benar, karena jika tidak sang pengguna akan melebarkan sayap kelemahan terhadap musuh dari kakinya, kaki yang terlihat bergetar adalah tanda bahwa kuda-kuda itu tidak bisa sepenuhnya bertahan untuk menimbang daya keseimbangan antara tubuh dan energi alam. Jika visualisasi dapat terlihat jelas, maka kuda-kuda Patang jala dapat dikatakan sebagai proses pengisian energi alam yang diserap melalui bagian kaki yang terproses dalam pola nafas yang seirama.
__ADS_1
"ayo bangun!" paman menyuruh dharma bangkit dari jatuhnya.
"iya paman," tanpa pikir panjang, dharma mengesampingkan rasa sakit itu, ia langsung bangkit dan memasang kuda-kudanya kembali.
"fokus dharma, atur nafasmu, kuasai semua elemen alam di sekitar, jangan sampai aura negatif mengelilingi pernapasanmu. Yang terpenting dari hari ini adalah ketika kau bisa bergabung dengan alam, dengan sinar matahari terang, dengan serangga-serangga itu, dengan keikhlasan diri yang akan membawamu pada keharmonisan kehidupan. Karena sejatinya beladiri ada untuk menyelaraskan antara nafsumu dan hasrat yang tak terakomodir," petuah bijak menjadikan spritual yang mengkristal di dalam jiwa dharma.
"Baik guru! mohon bimbingannya,"
Matahari berganti rotasi, kegelapan ada Karena ketiadaan sinar yang menyinari, namun dharma tidak bergeser sedikitpun dari tempat ia terjatuh ketika ditendang sang guru. dari sinilah kesungguhan dharma dalam berlatih mulai kelihatan, yang membuat sang paman menyeringai senyum sambil membawa segelas kopi dari dalam rumah.
__ADS_1
"Hehehe," tawa kecil paman memandangi dharma dari pekarangan rumah sambil menyeruput kopi hitam panas.