GERBANG AWAL

GERBANG AWAL
GEMPA BUATAN


__ADS_3

"Ini adalah pertarungan hebat! Walau aku dikepung dari dua sisi," Dharma membolak-balikkan pandangannya, dirinya resah bercampur adrenalin memuncak berpikir bagaimana cara mengalahkan para monster itu.


Hiruk-pikuk alam mulai mengelabui tingkat kewaspadaan Dharma, kukuh dalam kuda-kudanya seraya memegang pusaka ditingkat serang. Jurus belimbing murag masih membekas di raga musuh tapi Dharma lupa bahwa tersisa musuh dibelakangnya tengah bersiap menyerang kembali.


Kabut gempal mengurung pendekar muda itu, tahu-tahu pusaran angin menggebrak punggungnya sangat kencang sampai Dharma terpental jauh ke depan. Arah depan ternyata bukan pohon ataupun batu untuk Dharma berpijak, melainkan musuh lain sudah bersiap menyambut terpental nya Dharma dari serangan pusaran angin tadi.


Cakar menjulur panjang satu meter diarahkan sejajar dengan Dharma oleh musuh didepannya. Cakar itu dijadikan seperti taring yang siap menusuk tubuh Dharma untuk memberhentikan laju gerak Dharma.

__ADS_1


Suara nyaring terdengar keluar dari dalam tubuh Dharma, disusul cahaya terang membeludak membuat pandangan musuh di depan sangat kabur, karena tak kuasa menahan sakit matanya, monster tadi bersiap menyerang pun akhirnya dibatalkan untuk menutup kedua mata agar sang cahaya tidak terlihat.


"Aku berhak untuk menang atas latihan kerasku selama ini!" ucap Dharma mengeluarkan ajian "Puseur Waruga Jagat"


Ajian Puseur Waruga Jagat merupakan ajian tingkat tinggi, untuk mendapatkan hasil maksimal dari ajian tersebut, si pengguna harus merasakan oksigen mengalir deras dalam tubuh sampai bisa dialirkan semaunya dia: Puseur Waruga Jagat memanfaatkan suhu panas tubuh yang kemudian dapat dikeluarkan melalui energi alam yang disatukan oleh pernapasan, sehingga energi hasil dari kedua unsur itu membuat cahaya terang benderang keluar dari tubuh si pengguna.


Dharma meleset cepat menembus tubuh si monster sampai mendekati kecepatan cahaya, alhasil sang monster dibuat bolong tubuhnya karena gesekan tubuh Dharma dalam skala cepat menubruk monster.

__ADS_1


Tanpa menengok ke belakang, Dharma berlari cepat menghindari kedua musuhnya itu, entah apa pemikiran Dharma saat ini, dirinya sekonyong-konyong kabur meninggalkan monster tadi yang sudah hampir mati; belukar lebat, batang tajam, dan harimau Sumatera hanya sebatas pemandangan alam dengan sikap apatis nya saat ini.


Sontak monster tadi yang belum terluka parah menggaung, suaranya membuat burung-burung penghuni pohon bertebaran kocar-kacir. Tapi Dharma tidak menghiraukan suara amukan musuhnya, dia terus berlari bahkan sesekali melompat dari batang satu ke batang lainnya agar tidak mudah terdeteksi oleh musuh.


Mata Dharma berkilau berkinar-kinar, ketika merasa sudah cukup jauh meninggalkan tempat pertarungan, dia berdiri memegang pusaka nya erat-erat sembari mengucapkan bejeb-bejeb penerus ajian Puseur Waruga Jagat sambil melihat ke arah dirinya bertarung tepat di atas pohon bercabang. Dan ternyata ajian tadi bukan hanya dapat mengalahkan musuh tapi juga akan menimbulkan efek sangat besar nantinya.


"Maafkan saya guru..... Jika tidak melakukan ini, mungkin saja saya tidak akan bertemu lagi denganmu juga Panca," Air mata mengucur tanpa henti, kelopak mata sayu itu membuat alam sekitarnya bergedig pasrah. Dahrma menunduk tak kuasa menahan tangisannya yang sesekali memukul-mukul batang pohon di pinggirnya.

__ADS_1


Dari arah tempat pertarungan, monster tadi terjepit tanah. Dan ternyata auman sang monster bukanlah karena kesal perihal musuhnya kabur melainkan rasa sakit atas tubuhnya yang terjebit tanah karena langsung saja selepas Dharma pergi; Tanah berguncang hebat, batu-batuan besar menggelinding ke arahnya, inti bumi sangat jelas terdengar bergejolak yang akan memuncratkan larva panas ke atas dalam radius yang tidak besar.


Bersambung......


__ADS_2