God' Mistake

God' Mistake
Chapter 1 : Kesalahan


__ADS_3

Berjuta-juta tahun setelah para Dewa menciptakan manusia pertama. mereka menanamkan Cakra di tubuh nya, dengan membuat batasan agar setiap manusia tidak bisa mengendalikannya hingga ke otak.


Beberapa tahun setelah terciptanya manusia pertama.....


"Mengapa kita tanamkan ditubuh nya. lihat lah apa yang akan terjadi, salah satu dari mereka akan ada yang melewati batasan Cakra" ucap salah satu Dewa yang bernama HAKU, sebenarnya dia sangat senang kalau pun ada seseorang yang bisa melewati batasannya.


"Tenang saja, jika pun ada kita hanya tinggal membunuhnya" jawab pemimpin dari para Dewa tersebut.


Haku adalah Dewa yang memiliki tujuan berbeda dari ke-4 Dewa lainnya. dia selalu melakukan tugasnya sebagai dewa, dia tidak bisa melawan dan tidak cukup kuat untuk melawan mereka. Tapi ia percaya akan ada salah satu manusia mampu melewati batasan Cakra tersebut, ntah esok atau pun Berjuta-juta tahun yang akan datang.


...***...


Setelah Haku menunggu jutaan tahun


Disebuah panti asuhan yang jauh dari kota, mereka hidup dengan tenteram. Tertawa, bercanda, dan bernyanyi, mereka sangat senang. Ada 20 anak yang berada disana dan 3 orang pengasuh mereka, yang mereka sebut Mami.


"Mami jika aku sudah besar boleh kah aku seperti Sam?" tanya seorang anak yang berumur 2 tahun, dengan wajah serius nya.


Sam adalah yang tertua di panti asuhan, dia sedang pergi ke kota untuk melakukan kewajibannya sebagai remaja.


Mami menjawab dengan tertawa kecil nya, "Kamu pasti akan pergi kesana Sachi". Dia sangat senang berlari sambil melompat-lompat lalu terjatuh dan menangis. Nama anak tersebut Sachi, si anak ceroboh yang ingin selalu disayang oleh Mami.


Dewa membuat peraturan, setiap remaja ketika berumur 15 tahun harus mengikuti kompetisi yang dimana setiap anak harus melewati beberapa rintangan. Diantaranya



Setiap anak harus bertahan hidup selama 7 hari di hutan, dengan beberapa peraturan.

__ADS_1


Setiap anak harus membuat keputusan yang tepat, (semua anak bisa menjawab nya).


Setiap anak harus bertarung satu lawan satu hingga tersisa 2 orang.



Siapa yang bisa bertahan konon katanya mereka dapat bertemu dengan Dewa, dan menjadi bawahannya.


..........


Sachi kini berumur 5 tahun, sejak lahir dia memiliki kelainan genetik. Tidak ada yang tau penyebab nya, di dada nya juga ada bekas sayatan seperti tanda X, memang tidak lebar tapi itu aneh karena sejak bayi sudah ada. Orang tua nya tidak diketahui, namun kata warga desa orang tua nya ingin mencari kebenaran tentang dunia ini. Warga desa menganggap keluarga mereka sudah gila.


Sachi tidak pernah memikirkan orang tuanya, mungkin karena dia masih terlalu kecil. Dia sangat sayang dengan keluarganya di panti asuhan, sampai-sampai dia yang masih kecil terlihat lebih bijak dari pada yang lebih tua. Dia pernah berkata, "kalian semua akan kulindungi tetap lah disini, biar aku yang melakukan segalanya". Mereka semua tertawa dengan perkataan Sachi, tapi dengan umur nya yang segitu, dia sangat yakin akan hal itu.


Setiap anak-anak yang berumur 5 tahun, para Mami akan mengajarkan cara mengendalikan Cakra. Setelah mereka diajarkan, mereka bisa berlari lebih cepat, memukul lebih kuat, dan penglihatan semakin tajam.


Pada suatu hari Sachi, Menma, dan popo di panggil mami ke halaman. Mereka berbaris dan menghadap kearah mami, mereka sudah tau bahwa hari ini akan diajarkan cara mengendalikan Cakra. Teman-temannya yang lain melihat mereka dari lantai 2, setiap tahun hal ini selalu di nanti - nanti oleh mereka.


"Baik mami" kata mereka serentak.


"Petama-tama tutup mata kalian" suruh mami Ren.


Mereka menutup mata


"Rasakan di tengah-tengah dada kalian, ada sesuatu yang sangat hangat" lanjut mami Ren.


Sachi terkejut, dan membuka matanya. Dia merasakan panas yang sangat panas, tidak seperti yang di bilang mami.

__ADS_1


"haaaa haaaa haaaa haaaa" Sachi seperti kelelahan.


"Sachi kenapa?" tanya mami Ren kaget.


"Mami apa yang kau suruh itu terlampau panas, aku bisa mati" katanya sambil mengatur kembali pernafasannya.


Mami Ren heran, selama bertahun-tahun dia belum pernah melihat kejadian itu. Karena merasakan Cakra itu sangat nyaman, dan tenang. Seperti bisa merasakan ada kehidupan di tubuh kita. Fikirnya.


Menma dan popo masih menutup matanya, mereka merasakan seperti yang di fikir kan mami Ren.


"Mami mengapa mereka bisa bertahan"? Tanya Sachi.


"Ayo kita lakukan sekali lagi Sachi". Jawab mami dengan senyum meyakinkan Sachi.


"Oke, kali ini aku pasti bisa lihat lah". Kata Sachi yakin


Sebenarnya mami masih penasaran mengapa bisa, seorang anak kesakitan merasakan Cakra.


Sachi menutup matanya, perlahan dia merasakan Cakra di tengah - tengah dadanya. Kali ini dia tidak terkejut, matanya menutup dengan kuat, seperti menahan sakit.


Melihat Sachi seperti itu mami melanjutkan perintahnya.


"Anak-anak setelah kalian merasakan sesuatu di tengah dada kalian sebarkan rasa itu keseluruh tubuh kalian" kata mami Ren


Sachi dengan menahan sakitnya, dia menyebarkan rasanya itu keseluruh tubuh. Perlahan dia mulai kehilangan rasa sakit didadanya, dan pindah ke kepala tepat diatas mata.


Lalu dia pingsan, dan tidak sadar kan diri.

__ADS_1


Menma dan popo di paksa berhenti oleh mami, setelah melihat Sachi jatuh. Teman-teman yang lain turun dan melihat Sachi. Mereka semua cemas.


Terimakasih sudah membaca novel pertama saya, maaf jika ada kata yang salah atau membingungkan. Cerita ini berasal dari otak lalu tangan beraksi. Maaf sekali lagi jika pembaca sulit mencernanya. ikuti terus agar anda faham ceritanya. Arigatou.


__ADS_2