God' Mistake

God' Mistake
Chapter 11 : Awal mula 05 (bajingan)


__ADS_3

"kekuatannya berasal dari otak nya". Kata Haku.


"dia bisa menciptakan sesuatu hanya dengan memikirkan nya, itu semua sesuai kehendak nya"


"karena itu dia disebut maha suci Dewa".


"kini dia sedang ingin membuat dunia diatas bumi, mungkin sebentar lagi akan terwujud. Dunia yang lebih menyeramkan".


"Dia tidak memberikan ku informasi lebih, dia hanya berkata akan ada dunia yang lebih mengerikan. Aku tak bisa membantah nya, dan ketiga Dewa lain senang akan hal itu".


Kata Haku menjelas kan kepada mere berdua.


"dia sekarang hanya mementingkan hawa nafsu nya, aku tidak tau apa keinginannya sekarang".


"maka dari itu, aku tidak pernah membunuh satu manusia pun. Aku tidak tega membunuh nya". Haku menjelaskan sekaligus mengutarakan hati nya.


Jika mereka berada di dimensi Dewa, umur mereka tidak akan bertambah mau pun berkurang. Desa yang di buat oleh Haku tersebut sudah menampung lebihbdar 5 ribu orang.


Dari semenjak dibuat nya ruangan tersebut di istana hingga sekarang mereka berada di dimensi Dewa.


"kau bilang tadi dia menciptakan sesuai kehendak nya? Mengapa diantara kalian tidak ada yang memiliki kekuatan itu?" tanya zira penasaran.


"sudah ku katakan tadi, kami tidak tau berasal dari apa. Sepertinya ada Dewa lain selain kami. Yang menciptakan kami. Itu hanya pikiran ku sepihak tak bisa di percaya". Jawab Dewa Haku.


"Apakah manusia juga bisa menciptakan seperti itu semau nya?" tanya durt lagi.


"tidak ada yang bisa. Kami membuat pembatas nya, yang ada berada di kening kalian. Benda yang sangat kecil itu menghalangi kalian untuk mengalirkan nya hingga kepala. Tapi ada kemungkinan juga seorang manusia kelak akan kehilangan pembatas tersebut. Dan aku menunggu seseorang tersebut, Dari tercipta nya manusia pertama. Aku percaya akan hal itu" jawab Dewa Haku.


"sepertinya tak ada waktu lagi, dia akan curiga jika kau lama sampai disana" kata Dewa Haku kepada zira langsung memotong pembicaraan mereka.


"kau keluarga dari durt, pergilah ke desa yang ku bilang tadi. Mereka akan senang kau datang". Sambung Dewa Haku. Sambil mengangkat tongkat nya, mengarahkan nya ke durt.


Dan durt hilang, sekarang dia berada di dimensi lain yang lain lagi.


"kau tidak akan di bunuh zira, kau adalah manusia yang kuat. Dia akan menahan mu jadi tetap bersikap tenang. Ketika sampai disana". Kata Haku mengingatkan zira.


"baiklah" jawab zira


...***...


Durt sudah berada di desa. Zira dan Dewa Haku bertemu dengan pencipta dunia.


Zira yang tempramen langsung terpaku dihadapannya. Aura milik nya mengerikan, penuh dengan kegelapan.


'jadi ini seorang Dewa sesungguh nya, dia sangat berbeda dari keluarga louist, dan juga haku. Dia lebih mengerikan dari siapa pun'. Pikir zira.

__ADS_1


"Mengapa lama Haku, aku sudah lama menunggu anak itu" kata Dewa tersebut.


"maaf tuan, dia sedikit melawan ketika di bawa kesini". Jawab haku


"heiiii kauu anak jin, kemari?" Dewa tersebut memanggil zira.


Zira menghampiri nya, dengan badannya yang cukup besar, dia mengarah kan mulut nya ke bibir zira. Zira tak bisa melawan.


Dewa tersebut mencium habis bibir zira, melumati bibir zira dengan nafsu nya.


"sudah lama aku tidak bercinta dengan manusia? Ikut lah dengan ku" kata Dewa tersebut sembari menatap zira.


Zira anak yang cukup manis dengan rambut panjang nya.


"kau akan ku rasakan kenikmatan yang sesungguh nya di alam semesta ini" sambung nya.


Dewa Haku yang hanya bisa melihat dan terdiam di depan pintu tidak bisa berbuat apa-apa. Dewa Haku meneteskan air mata nya, tak tahan melihat seorang yang memiliki perasaan di perlakukan seperti binatang.


Tanpa menjawab sepatah kata pun, zira mengikuti Dewa tersebut.


Hati nya ingin melawan, tapi badan dan mulut nya tak bisa bergerak di depan Sang maha suci Dewa.


"Haku tunggu lah disini" kata Dewa tersebut sambil berjalan menuntun tangan zira.


Zira mengikuti nya dan masuk keruangannya.


"Mmmma....maha suci Dewa, kita akan berbuat apa?" tanya zira gugup.


"kau akan ku nikmati, dan aku kau nikmati" jawab nya.


Dewa tersebut membuka baju zira, kancing baju nya dibuka dari bawah hingga atas.


"kau wanita yang manis, kau orang yang ku berkati karena lahir dengan dua Cakra" kata Dewa tersebut.


Dia melepaskan zira, dan mencoba membuka pakai nya.


Zira habis dilumati nya, pikiran dan hati zira ingin pergi tapi badannya tidak.


Dengan keras dia meramu zira, memasukkan nya dengan sangat kasar. Badan yang sangat besar bermain dengan seorang anak berumur 15 tahun.


Zira lemas, tak bisa menghentikannya.


*********** berdarah, antara kenikmatan dan rasa sakit yang zira rasakan.


Badan besar Dewa tersebut menimpa zira.

__ADS_1


Zira hanya menangis dan kecewa terhadap diri nya sendiri, mengapa tidak bisa melawan.


"Bagaimana? Kau suka" kata Dewa tersebut setelah berhenti.


Zira hanya menangis sembari memakai baju nya. Zira terlampau lemas, dia kesulitan berjalan.


Ia berjalan keluar ke tempat Dewa Haku menunggu tadi.


Dia terjatuh, tepat membuka pintu nya.


"bawa lah dia Haku, jangan biarkan dia satu dengan keluarga nya. Biarkan mereka berhadap-hadapan saja". Kata nya di ruangan tersebut, tiduran tanpa menggunakan busana.


Haku sangat geram melihat kelakuannya, dia tak punya hati lagi.


Dia membawa zira ke dimensi nya, dan mengobati zira ditempat nya.


Banyak luka memar di tubuh nya, Haku mengobati nya dengan kekuatan Dewa miliknya.


Dia menjulurkan tangannya dan cahaya timbul. Itu bisa menyembuhkan nya, tapi tidak perasaannya. Dia akan selalu dendam terhadap Dewa tersebut.


....


Beberapa jam kemudian zira terbangun dan pingsan nya.


"dimana si brengsek itu!!!!" kata zira ketika terbangun melihat Haku.


"Tenang lah, kau baru saja sadar". Ucap nya menenangkan.


"aaarrrrggghhhh, aku akan membunuh nya Suatu saat!!!!" ucap zira teriak mengamuk, tak ikhlas di leceh kan seperti itu.


"Apa kau merasakan nya?" tanya Dewa Haku.


"kau tidak bisa melawan nya bukan? Apa lagi menentang nya. Tampak dari wajah mu jelas".


Lanjut nya.


"kau tidak tau apa-apa!!! Lebih baik diam. Bawa aku menjumpai dia lagi!!!"kata zira teriak.


"perasaan itu sama apa yang aku rasakan ketika berhadapan langsung dengannya".


"aura membunuhnya terlalu mencekam, kita tak bisa berbuat banyak. Dan maaf aku tidak bisa membantu mu, aku sangat ingin membantu mu. Maaf kan aku". Ucap Haku.


"kalau begitu bawa aku menjumpai nya lagi!!!"kata zira.


Zira tak mempermasalahkan keperawanannya, tapi yang ia tak ikhlas, di leceh kan oleh pencipta nya sendiri.

__ADS_1


Masih banyak misteri di kehidupan Dewa, bagaimana dengan ketiga Dewa lainnya?.


Salam hangat, RAMA.


__ADS_2