
"Kau sangat lemah, sebaiknya kau kembali mencari tempat yang aman. Ini no peserta mu." ucap rennan sembari melempar no peserta milik kun.
"Kau terlampau meremehkan ku keluarga Yoon yang agung, aku bisa membunuh mu. Tapi, kompetisi ini terlalu mudah jika tidak ada kau." ucap kun sombong.
Kun kembali menyerang rennan lebih dulu, ia menggunakan kekuatan keluarga nya lagi.
Kun membentuk tanah menjadi bola-bola kecil yang amat banyak dan mencampakkannya ke rennan.
Namun, itu kekuatan anak-anak. Renan dengan mudah dapat menghindari nya.
"Kau pikir bisa melukai ku dengan cara seperti ini, jangan main-main." ucap rennan emosi karena di sepelekan.
"Ini sudah cukup." ucap kun sembari melayangkan bola-bola tanah nya.
Rennan menyerang sembari menghindari serangan kun. Ia menerobos serangan kun dengan mudah.
'kau terpancing' batin kun senang.
Rennan tepat di depan kun, ia ingin menendang wajah kun. Namun, terhenti. Ia terhisap oleh tanah yang di pijak nya.
Sebelum itu kun sudah merubah tanah yang tadi nya sangat keras menjadi lumpur penghisap, lalu ia membuat bola-bola tanah yang bahkan anak 6 tahun pun bisa melakukannya.
"Kau pikir aku bodoh? Aku hanya ingin melihat mu senang sementara. Ternyata keluarga Yoon memang sangat lemah." ucap kun ketika melihat rennan terjebak.
"Terimakasih no nya, aku tidak akan mengambil no mu. Bertahan lah hidup, aku akan membuat mu babak belur nanti." lanjut kun lalu pergi meninggalkan rennan.
Rennan tidak bisa berbicara apa-apa, ia tidak berfikir panjang dalam pertarungan hari ini.
Setelah kun pergi rennan mengutuk lumpur penghisap nya menjadi air, dan dia pergi dengan penyesalan nya.
__ADS_1
"Sial, aku tidak tau bahwa keluarga Naku bisa melakukan itu." batin rennan dengan amarah nya.
.........
Kompetisi ini sulit membuat seseorang tidur dengan tenang. Setiap perjalanan diserang atau mereka yang menyerang.
Yang kuat akan bertahan hidup, yang lemah mati atau menyerah.
"Kau istirahat lah, aku akan berjaga disini." Ucap Sachi ke Liz setelah selesai membangun sebuah gubuk.
"Aku tidak mau, aku akan menemani mu." ucap Liz menolak.
"Ya sudah aku yang akan istirahat sebentar" Ucap Sachi.
"Tapi aku takut" Ucap Liz sambil tersenyum malu.
Liz terkejut ia langsung berlari ke dalam gubuk dan tertidur.
Malam berlalu tanpa ada gangguan, Liz dapat tidur nyenyak begitu pula Sachi.
"Bagaimana ini, kita belum juga mendapat kan no peserta lainnya" tanya Liz khawatir.
"Kita tidak akan lulus" jawab Sachi santai.
"Ayoolah, kita harus lulus. Tersisa 4 hari lagi kita pasti bisa." ucap Liz.
"Kau saja aku lelah" Ucap Sachi malas.
"Kau niat tidak ikut kompetisi ini" Ucap Liz dengan nada tinggi.
__ADS_1
"Tenang saja, aku akan mendapatkannya" ucap Sachi santai.
"Kau terlalu santai, merasa paling kuat. Lihat lah tubuh mu yang terluka itu. Itu artinya kau lemah" ucap Liz sedikit emosi.
"Yaa sudah ikut aku, mari kita cari seseorang" Ajak Sachi.
Mereka pergi dari gubuk nya dan mencari seseorang untuk mengambil no peserta nya. Tak lama perjalanan mereka, mereka melihat dua orang sedang berjalan.
"Itu ada dua orang, ambil lah no peserta mereka" ucap Sachi.
"Kau gila, aku bisa terbunuh" jawab Liz.
"Aku akan membantu mu, pergi lah" ucap Sachi meyakinkan.
"Jika aku terluka, kau harus tanggung jawab" ucap Liz yang sedikit ketakutan.
Sachi hanya mengangguk dan Liz pun menjumpai dua orang yang mereka lihat.
"Hei serahkan no peserta kalian." ucap Liz kepada dua orang itu. Tanpa ada strategi, Liz menjumpai nya dengan ketakutan.
"Hahahaha kau gila, kau yang akan mati disini" ucap salah satu dari mereka.
Mereka berdua menyerang Liz secara bersamaan dari depan. Liz berbalik badan dan berlari setelah melihat mereka berdua ingin menyerang.
Liz bersembunyi di balik pohon, sedangkan Sachi melihat nya dari kejauhan.
"Hei kau, keluar lah. Kau yang mengajak kami bertarung tadi."
...
__ADS_1