
Sudah satu bulan lebih sejak kejadian pembunuhan di panti asuhan, Sachi masih termenung dengan tatapan kosong. Dan terkadang menangis sesekali.
Ketika kejadian tersebut Baki, Gori, dan yang lainnya datang dari kota dan ikut memakam kan keluarganya. Mereka tak tahan membendung kesedihan nya.
Kini mereka sedang berada di panti asuhan, ada 15 orang termasuk Sachi. Mereka pergi ke kota untuk mengikuti kompetisi Dewa (tetapi gagal semua) , dan ada juga yang bekerja.
Mereka kini berencana melanjutkan perjuangan mami-mami nya. Mami yang sangat berjasa bagi hidup mereka.
"Sachi makan lah dulu".
Ucap Hana salah satu temannya kecil dulu. Sachi tak menjawab apa pun. Lalu, Hana langsung menyuapkan makanannya kemulut Sachi.
Sachi tak sanggup menerima kenyataan, dia masih menyalahkan diri nya yang tidak bisa melindungi keluarga nya.
"Percuma aku berlatih selama ini"
Ucap Sachi spontan dengan suara yang sangat pelan dengan tatapan kosong nya.
"Sachi, tidak ada yang percuma kau masih bisa melindungi ku dan kami semua". Ucap Hana memberi semangat. Tapi Sachi tak mendengar nya.
"Untuk apa bakat ku ini di beri dewa, jadi untuk apa aku hidup sekarang"
Ucap Sachi pelan dan meneteskan air mata nya.
Hana yang selalu memberi nya makan, selalu ikut menangis ketika Sachi meneteskan air matanya.
Hana langsung memeluk Sachi ketika itu juga.
Hana selalu membawa nya keliling desa, dan kerumah guru Sin menggunakan kursi roda. Harapan Hana Sachi bisa lebih membaik.
Sudah banyak pula warga desa yang menjenguk nya.
.......
William louist mendatangi Sachi, dia mendapat kabar bahwa Sachi sedang sakit.
"Sachi apa kau baik-baik saja?" tanya william.
"tuan William" ucap Sachi pelan lalu ia menganggukan kepala nya.
Tuan William yang melihat nya tak bisa berkata apa-apa lagi. Dia hanya mencium kening sachi dan mengobrol bersama temannya Sachi.
William louist mengenal Sachi saat ia datang ke kota pertama kali, yang menyuruh nya berlatih di kota adalah William. Dia melihat bakat yang langka pada diri Sachi. Sebenarnya ketika dia memiliki aliran Cakra yang langka saja sudah sangat luar biasa.
__ADS_1
Sachi memiliki dua aliran Cakra yaitu gelap dan abu. Pada umumnya setiap manusia hanya memiliki satu aliran Cakra.
Sedangkan aliran Cakra terang hanya dimiliki oleh Dewa.
"tuan William siapa yang melakukan ini semua?" tanya Baki penasaran. Mereka baru pertama kali bertemu dengan pemimpin dunia kecuali Sachi.
"jadi, selama ini kalian belum mengetahui nya" ucap William. Lalu mereka menggelengkan kepala.
"Ini semua berawal dari eksperimen seorang dokter, dan kami pemerintahan mendukung eksperimen tersebut. Tapi eksperimen itu gagal. Karena mengakibatkan bekas luka dan dapat merubah sifat seseorang".
"jadi anak percobaan dari eksperimen itu adalah Shima. Lalu dia di bebaskan dan ingin balas dendam kepada semua yang bersangkutan dalam eksperimen tersebut". Ucap William menjawab pertanyaan Baki.
"Siapa? " ucap Sachi sembari berdiri.
Ia yang berada disitu tak sengaja mendengar percakapan mereka.
Semua kaget sekaligus senang ketika Sachi berdiri dengan suara yang cukup kuat.
"Sachi.." Ucap mereka dalam hati.
"Siapa yang melakukan semua ini tuan?" tanya sachi sembari berjalan mendekati mereka.
"Shima, dia adalah anak eksperimen pertama". Jawab William.
"Dimana dia sekarang?" tanya sachi. Ia mengepal kan tangannya menahan amarah nya.
"semenjak kejadian itu, kami belum mengetahui keberadaan nya. Tapi kami selalu mencari nya. Karena sudah banyak nyawa ditangan nya sebelum kejadian ini juga". Jawab William.
"Lagi pula kemampuan mu belum cukup untuk melawan nya, 3 tahun lagi aku yakin kau bisa mengalahkan nya". Ucap William.
"aku tidak punya waktu untuk itu" ucap Sachi membalas.
"kau mau nyawa mu sia-sia, selagi kita mencari keberadaannya apa salah nya kau berlatih dulu. Kau juga bisa mengikuti kompetisi Dewa dulu sebelum itu. Mimpi mu kompetisi Dewa bukan?". Tanya William.
"sekarang mimpi ku membunuh nya" ucap Sachi dengan nada suara lambat dan mengancam.
Ia mengeluarkan aura nya karena sudah di kuasai amarah, semua barang di dekat nya hancur karena aura nya.
"Tenang lah Sachi, bagaimana kau mau?" tanya William.
Sachi menghilangkan kembali aura nya, dan memukul tembok di belakang nya.
"bbbuuuummmm" suara tembok yang retak karena pukulan nya dan meninggalkan lubang.
__ADS_1
Teman-teman nya hanya bisa terkejut kagum melihat Sachi yang sudah sangat kuat, bahkan jauh di bandingkan dengan mereka semua.
"biar kan aku berlatih dengan keluarga lain" jawab Sachi. Itu berarti dia setuju untuk berlatih tapi dengan keluarga lain.
Karena Sachi sudah menguasai kekuatan keluarga louist dan yoon. Hanya tinggal 3 keluarga lagi. jika bisa, dia akan menjadi manusia pertama yang bisa menguasai 5 kekuatan keluarga sekaligus.
Sebenarnya kekuatannya sudah setara dengan Shima, tapi pengalaman yang membuat mereka tidak seimbang. Umur Sachi yang masih 14 tahun melawan 25 tahun. Tentu saja berbeda skill nya. Pikir William.
.....
Sachi akan dikirim kan ke desa hujan, untuk berlatih dengan keluarga Ame.
Keluarga Ame terkenal dengan pengendalian air nya, dan juga cuaca. Karena itu desa mereka di juluki desa hujan.
Keluarga Ame memanfaatkan segala air, air alam maupun air didalam tubuh mereka.
"kau akan ku antar ke desa hujan, bersiap lah. Kita akan berangkat" ucap William.
Sachi tanpa berbicara apa pun masuk kedalam kamar dan mempersiapkan segalanya.
"Tuan William, mengapa Sachi bisa menjadi kuat seperti itu" tanya Gori masih heran dengan aura yang Sachi keluarkan tadi.
"Itu karena bakat, suntikan eksperimen, dan tentu dengan latihan yang keras". Jawab William santai.
"aku penasaran sejauh mana Sachi dapat berkembang" ucap Gori kepada william.
"aku pun demikian" kata William.
Sachi berpamitan dengan teman-teman nya di panti asuhan.
"jika kalian butuh sesuatu hubungi aku" ucap Sachi kepada mereka.
"hati-hati Sachi, berlatih lah hingga tak ada yang bisa mengalahkan mu". Ucap Hana, dan yang lainnya pun mengangguk dan tersenyum.
Mereka menyadari bahwa Sachi bukan Sachi yang dulu lagi. Kini dia sudah menjadi pribadi yang lebih pendiam.
Sachi tak menjawab apa pun, ia hanya memeluk mereka dan meneteskan air mata nya lagi.
Lalu ia berjalan menuju mobil William dengan tangan yang ia masukkan ke saku celana nya.
"semoga dia baik-baik saja" ucap baki pelan.
Sachi berangkat dari panti asuhan menuju desa hujan, dengan dendam yang di bawa nya. Serta dengan kepribadian yang telah berubah 180 derajat.
__ADS_1
Sebelum nya ia adalah anak yang semangat dan aktif. Hingga sekarang menjadi anak yang pendiam dan tenang.