God' Mistake

God' Mistake
Chapter 8 : Awal mula 02


__ADS_3

Jin tersebut di bawa ke kota untuk bertemu dengan pemimpin dunia kala itu, ayah dari William louist.


Jin tersebut aneh nya di sambut dengan ramah oleh ayah William. Keluarga louist memang terkenal dengan kedermawanan nya, sifat nya yang baik ke setiap orang. Tapi, tak banyak juga dari keluarga mereka ingin merebut hak orang lain.


Mereka bahkan menahan keluarga nya sendiri jika memang berbuat kriminal, atau melanggar peraturan tabu dari Dewa.


Keadilan di junjung tinggi oleh mereka.


"tuan, pria ini dari bangsa jin. Dia bisa merubah tubuh nya, banyak saksi melihat nya. Dan dia memotong tangan seorang pencuri." kata penjaga istana putih, yang di tugas kan menyampaikan berita.


"lepaskan ikatannya" kata pemimpin tersebut.


"tapi tuan, dia bisa membunuh kita".


"Apa kau ragu dengan kekuatan ku" jawab pemimpin tersebut.


Penjaga tersebut lalu menundukkan kepala, dan melepaskan ikatan pria tersebut.


"aku akan disini tuan, melindungi mu" kata penjaga nya.


"tinggal kan kami berdua, dia tidak akan suka berbicara ada orang lain disini". Perintah pemimpin tersebut.


"baik tuan, aku akan menunggu di luar. Jika kau membutuhkan ku panggil saja" jawab penjaga nya.


Penjaga tersebut berjalan keluar dari ruangan tersebut. Tinggal mereka berdua, ayah William dan seorang bangsa jin.


Mereka saling melihat beberapa detik, dan.


"Apa yang kau inginkan sekarang tuan jin? " tanya nya.


"sebelum itu nama mu siapa?".


Belum sempat jin menjawab, pemimpin tersebut bertanya lagi. Sambil menuang teh mereka berdua.


"Nama ku DAENDEL tuan, maaf sebelum nya jika aku membuat ke rugian di dunia mu". Jawab bangsa jin tersebut.


"Kau tau kan apa konsekuensi yang terjadi jika kau salah satu diantara kita melewati portal nya".


"Aku tau tuan, sebenarnya aku hanya ingin melihat dunia manusia. Tapi aku sudah terlanjur jatuh cinta dengan seorang wanita". Jawab daendel.


"Apa kalian sudah punya seorang anak?" tanya ayah William.


"kami punya seorang anak wanita, dan dia mewarisi kekuatan ku serta ibu nya". Jawa daendel.


"Bagaimana pun aku disini seorang pemimpin, aku akan menyerahkan mu ke Dewa. Itu merupakan peraturan tabu di antara kita. Maaf." kata ayah William.


"Anak mu biar aku yang mengurus. Aku akan menitipkan dia di panti asuhan. Aku akan menjaga nya. Di panti asuhan dekat desa kau tertangkap tadi, itu adalah panti asuhan di bawah wewenang keluarga kami. Mungkin dia akan menjadi anak yang pertama. Dia akan aman disitu."


Lanjut nya.


"kau dan istri mu akan ku serah kan dengan Dewa".

__ADS_1


"aku tau ini salah, bagaimana pun aku akan menembus dosa ku ini. Mungkin memang sekarang waktu nya". Kata daendel dengan berlapang dada.


"tolong jaga anak ku, biar kan dia mengikuti kompetisi Dewa itu. Ku yakin dia akan menang" lanjut daendel.


"baiklah, penjaga ku akan menjemput istri mu".


"heeiii, bisa kah kau masuk kedalam" kata ayah William.


Penjaga tersebut mendobrak pintu nya, dan wajah nya terlihat bodoh karena tidak terjadi apa-apa didalam.


"Tenang lah.. Bisa kah kau jemput istri nya, dan sampaikan kepada istrinya 'anak mu titipkan di panti asuhan dan ikut dengan ku menemui daendel'. Pergilah sekarang". Suruh ayah William.


"Baik tuan, tengah malam nanti kami akan sampai disini" kata penjaga.


"dan bawa lencana istana ini supaya dia percaya".


Penjaga tersebut hanya menunduk dan pergi keluar pintu, langsung bergerak menggunakan kereta kuda nya menjemput istri daendel.


(Pada masa ini, transportasi belum di temukan).


...***...


Lamanya perjalanan sekitar 10 jam, penjaga tersebut telah sampai di desa.


Mereka berada di rumah istri nya yang lama menunggu daendel.


"permisi, anda istri daendel?" tanya penjaga dari istana.


"saya dari istana" sambil menunjukkan lencana nya.


"saya di berikan tugas oleh pemimpin dunia untuk menjemput anda. Dan dia mengirimkan pesan 'anak mu titipkan di panti asuhan dekat sini, dan ikut aku menjumpai daendel'. Begitu pesannya".


Istri daendel percaya dan mereka mengantarkan Zira ke panti asuhan.


Zira masih tertidur karena kelelahan menunggu ayah nya.


Zira di titipkan oleh pengasuh disana, panti asuhan itu baru saja dibuka dan Zira adalah anak yang pertama disana.


Ibu nya mencium Zira yang sedang tertidur, 'apa yang di pikir kannya ketika terbangun tidur nanti' pikir ibu nya.


Ibu nya pikir mereka akan kembali lagi.


...


"permisi, kami dari istana ingin menitipkan anak ini" kata penjaga istana tersebut setelah pengasuh keluar dari pintu.


"iyaa, dengan senang hati kami melakukannya" jawab pengasuh nya.


"tolong jaga anakku, aku akan kembali lagi". Kata ibu nya sambil menggendong nya.


Dia menggendong Zira ke kamar nya, mencium nya sekali lagi. Sekaligus ciuman terakhir untuk saat itu.

__ADS_1


"tolong jaga anakku" bilang ibu nya sekali lagi.


"berikan saja padaku, aku akan senang menjaga anak cantik ini". Jawab pengasuh tersebut.


Mereka pergi dengan kereta kuda nya, dengan kencang mereka melewati hutan-hutan yang ada. Hati istri daendel resah, khawatir terhadap suami nya. Dari pagi tadi dia hanya memikirkan itu.


Desa demi desa mereka lewati.


"pak kita kencang sedikit" kata istri daendel.


Hingga akhir nya mereka sampai kota.


Mereka langsung menuju istana putih. Dan istri daendel masuk kedalam ruangan daendel berada.


Istrinya terkejut melihat mereka sedang berbicara santai. Pikirannya tak sesuai ekspektasi. Betapa lega hati nya setelah melihat suami nya baik-baik saja.


"hi LIFA" kata daendel.


Lifa langsung memeluk nya, sambil menangis.


"aku sangat khawatir" kata lifa sambil menangis di pelukan nya.


"Tenang lah, ada yang ingin di bicarakan tuan louist". Kata nya sambil mengelus kepala lifa.


"hii, kau istri nya daendel ya. Ku dengar tadi nama mu lifa". Kata daendel tersenyum melihat mereka.


Sambil tersedu-sedu mengusap air mata nya.


"ada apa tuan?". Kata lifa.


Ayah dari William louist menjelaskan semua secara merinci.


Jika mereka menolak, mereka akan di bunuh sendiri oleh Dewa.


Dewa seharus nya sudah tau tentang mereka, tapi ntah mengapa Dewa belum juga menjemput atau pun membunuh mereka.


Dengan berat hati mereka menjawab "iyaa".


Mereka akan meninggalkan anak nya di panti asuhan dan pergi menebus dosa.


Mereka akan di jemput oleh Dewa di tempat rahasia yang hanya di ketahui pemimpin dunia seorang. Tidak boleh ada orang didalam ruangan tersebut.


Jika seseorang telah di jemput Dewa, belum ada yang kembali hingga sekarang. Bahkan pemenang kompetisi Dewa pun tidak pernah kembali lagi.


Mungkin karena, mereka akan menyebarkan sesuatu informasi yang seharus nya tidak boleh di umbar, atau ada hal lain yang lebih mengerikan, atau juga yang lebih menyenangkan.


Ikuti terus novel ini jangan lupa LIKE, COMMENT, DAN SHARE ke teman-teman kalian. Pencet favorit kalo ga mau ketinggalan update.


Jangan lupa vote ya:))


Salam hangat, RAMA

__ADS_1


__ADS_2