
Hawa mencekam menyelimuti mereka, pernapasan semakin tidak menentu. Mereka seperti ingin di bunuh oleh mami Ren. Sesuatu bayangan hitam datang perlahan bersama hilang nya udara disekitar Mereka.
"wussshhhhh"
Bersama suara angin, bayangan hitam itu menghilang.
"Bagaimana?" tanya guru Sin.
Mereka masih terkejut dengan apa yang terjadi barusan, mereka tidak tau apa yang terjadi.
Sembari mengatur pernapasan mereka, guru Sin melanjut kan bicaranya.
"Itu yang dinamakan Chi, untuk mengintimidasi atau pun menyerang lawan".
"lalu bagaimana cara mengatasi nya haaa, haaa, haaa". Tanya Sachi penasaran, sambil mengatur pernapasan nya.
"Chi bisa di katakan kegelapan, sedangkan Chu bisa di katakan cahaya". Kata guru Sin menjelaskan pertanyaan Sachi.
"ketika seseorang menggunakan Chi, ubah aura kalian menjadi Chu. Hanya itu cara mengatasi nya. Jika kalian sudah terbiasa dalam mengendalikan Chu, kalian tanpa sadar akan mengeluarkan Chu ketika ada sesuatu yang mengancam". Lanjut guru sin
"sedang kan Serin bisa di katakan samar, kekuatan tertinggi dari Chi dan Chu. Mengeluarkan pertahanan sekaligus serangan secara bersamaan, tapi hanya bisa memusatkan di bagian tubuh mana yang ingin kalian gunakan Chi dan bagian tubuh mana yang Chu".
"perjalanan kalian masih panjang untuk mengimbangi ku, apa lagi penjahat yang bertaburan di setiap daerah. Butuh 15 tahun untuk bisa mencapai level seperti kami". Lanjut guru sin, niat nya untuk menyemangati mereka.
"guru, semakin kau banyak bicara semakin lama pula waktu kami bisa mengimbangi mu" kata Sachi.
Guru Sin tertawa melihat nya.
"Apa kalian sudah siap latihan?" tanya guru sin
"sudah!!!" jawab mereka teriak semangat.
"Apa kalian ada membawa alat yang ku suruh bawa? " tanya guru Sin.
"haaaa, alat apa?" mereka semua kaget melihat kanan dan kekiri, bingung.
"kita kan baru latihan hari ini" kata popo.
"tidak, tidak, itu hanya bercanda" kata guru Sin sambil tertawa.
"ayo kita latihan" kata guru Sin sambil berdiri.
"yeeee....."
...***...
"Haku, kemari dan datang ke tempat ku" mereka berbicara melalui telepati.
"Baik, saya segera kesana" kata Dewa Haku.
Dewa Haku pergi menemui pemimpin dari mereka ber-empat, serta yang paling kuat di alam semesta untuk saat ini.
Haku adalah bawahan nya, dia selalu menyuruh Haku pertama kali sebelum menyuruh yang lainnya. Dia mempercayai semua nya kepada Haku.
"Apa mereka memberontak lagi?" tanya nya.
"tidak tuan, mereka sedang damai sekarang. Sesekali saja mereka menjerit" kata Haku menundukkan kepalanya dengan rasa hormat.
"jika mereka memberontak, bunuh saja mereka". Lanjut nya.
"Baik tuan, laksanakan". Jawab Haku.
"Kau boleh kembali, awasi selalu mereka"
__ADS_1
...***...
Beberapa ratus tahun sebelum lahir nya Sachi.
Di kompetisi Dewa, yang wajib diikuti oleh remaja berumur 15 tahun.
"PERTANDINGAN TERAKHIR, 1 MELAWAN 1. KURSI UNTUK BERTEMU DENGAN DEWA HANYA TINGGAL 1. MARI KITA SAKSIKAN BERSAMA SIAPA YANG TEKUAT DAN BERUNTUNG".
"Alex melawan Zira".
Alex menekan tombol undian, untuk memilih mereka bertarung menggunakan apa atau tidak menggunakan apa pun (tangan kosong).
Di putaran nya terdapat undian:
-tangan kosong
-pedang
-pisau
-sanjata api
-bebas (menggunakan apa pun)
Alex menekan nya, dan undian berputar sekitar 30 detik.
Jarum nya menunjuk kata 'bebas'.
Alex berasal dari kota sedangkan Zira dari panti asuhan tempat Sachi tinggal sekarang.
Panti asuhan yang baru di bangun dan Zira adalah anak pertama di panti asuhan nya.
Zira menggunakan tangan kosong.
Tampak tidak seimbang, tapi ini lah kompetisi nya. Dan itu pilihan mereka.
Alex menutup mata nya sebentar hanya 1 detik, dan mengeluarkan aura yang ia alirkan ke pedang nya.
Zira tak menutup nya, ia langsung memusat kan Cakra dan aura ketangan kanannya. Dia tampak sudah ahli.
Alex menyerang dari sebelah kanan menuju leher Zira.
"mati kau" kata Alex teriak sambil berlari.
Zira pun berlari, seperti ingin menusuk lawannya.
Zira memindah kan aura nya ke bagian yang akan diserang.
Pedangnya yang telah di baluti aura tak mampu menebas aura Zira,
Alex melompat kebelakang, begitu pula Zira.
Alex memulai serangan nya lagi, dia memusat kan sebagian Cakra di kaki nya. Dan berlari dengan cepat kearah Zira, dan mengayunkan kembali pedang nya langsung ke tengah, Zira menghindari nya.
Dengan cepat, pedang nya datang lagi dari samping kiri, Zira menunduk.
Alex melompat ingin menebas kepala Zira dari atas. Zira tidak bisa bergerak, dan dia memusatkan semua nya ke tangan kanan nya lagi.
Pedang nya patah, Alex terkejut. Alex menendang Zira tanpa menggunakan aura nya. Dengan mudah Zira menepis nya.
Alex berlari kepinggir stadion, dia mengambil dua pedang nya.
Dia berlari lagi, mengejar Zira.
__ADS_1
"ting, ting....." suara kedua pedang dan aura Zira bertemu.
Semua tebasan Alex di tahan oleh Zira.
Pedang kiri Alex datang, dengan aura yang hanya setengah disetiap pedang nya. Zira memukul pedang kiri nya dan terpental.
Lalu pedang kanan nya juga terpental.
Zira mengeluarkan aura nya untuk memukul. Tapi Alex meludahi nya. "anak desa jangan coba melawan ku, apa lagi menyentuh ku". Kata alex.
Zira terdiam terpaku. Menunduk mengeluarkan emosi nya, tangannya tiba-tiba menjadi warna hitam dan menajam. Dia memusatkan Cakra nya ke kaki.
Dia tak bisa menahan emosi nya, di lecehkan dan dilihat banyak orang.
"buuuusssshhhhh"
Belakang tubuh Alex di tusuk, dengan tangannya yang telah menajam.
Darah mengalir dari tubuh nya yang sudah bolong tepat di jantung.
Penonton kaget dan berteriak
"Kau anak jin!!!!" "pergi kau" "bunuh saja anak jin itu"
Penonton heboh, melihat tangan Zira yang bisa berubah menjadi hitam dan tajam.
Karena itu hanya bisa dilakukan oleh para jin.
...
Jin dan manusia memiliki alam yang berbeda, tapi ada cara untuk datang kedunia manusia maupun kedunia jin. Yaitu dengan cara membuka portal nya.
Zira adalah anak dari seorang jin dan manusia. Kedua orang tuanya saling jatuh cinta.
Ayah nya seorang jin dan ibu nya manusia biasa.
Mereka berdua melanggar 'peraturan tabu' yang telah di buat Dewa.
Mereka berdua selalu berjumpa ditengah hutan, tempat jin itu berada. Wujud nya seperti manusia hanya saja memiliki kekuatan yang berbeda.
Suatu hari, mereka berdua menghabiskan hari nya. Dengan komitmen mereka akan selalu bersama-sama tidak perduli kata orang.
Mereka bercinta di hutan, dimana jin ini tinggal.
Mereka menghabiskan malam nya dirumah yang berada di tengah hutan.
Keesokan hari nya, wanita ini pergi dari desa dan tinggal bersama jin itu.
Satu tahun setelah nya lahir lah Zira.
Mereka hidup damai selama Zira berumur 5 tahun, keluarga yang harmonis di tengah hutan yang sepi.
Pada suatu hari ketika mereka pergi ke desa untuk belanja, seseorang mengambil dompet jin ini. Pencuri itu berlari kencang. tak jauh dia berlari jin tersebut memotong tangan pencuri tersebut.
Warga desa kaget, yang mereka tau merubah bentuk tubuh adalah kekuatan jin.
Jin tersebut ditangkap dan di bawa ke kota untuk di interogasi.
Terimakasih sudah membaca novel saya. Jangan lupa LIKE DAN COMMENT.
Vote kalian juga sangat bermakna bagi kami.
Salam hangat, RAMA.
__ADS_1