
Ayah dan ibu nya Zira akan di berikan kepada Dewa karena telah melanggar peraturan tabu.
Daendel dan lifa di bawa oleh pemimpin tersebut ke sebuah ruangan yang jalannya memiliki banyak pintu rahasia.
Pintu pertama, jalan ke bawah tanah yang berada diruangan mereka tadi. setelah itu pintu kedua, ketiga, keempat, dan kelima. Hingga mereka sampai di ruangan persegi yang lumayan besar, tembok dan langit-langit nya berwarna putih mengkilat.
Karena hanya pemimpin dunia yang tau jalan tersebut, di buat lah jalan yang sangat rumit. Dan semua masyarakat beranggapan bahwa pemimpin dunia memang di utus oleh Dewa untuk melakukan itu.
Sesampainya mereka diruangan tersebut.
"kita sudah sampai, aku akan keluar menutup pintu. Dan kalian akan langsung dijemput oleh utusan Dewa".
Kata ayah william.
"Baik tuan tolong jaga anak ku, biarkan dia hidup seperti manusia biasa". Kata lifa sambil meneteskan air mata nya.
"serahkan padaku, dia akan aman disana". Jawab nya.
Keluarga dari louist itu pergi meninggal kan ruangan tersebut dan menutup pintu nya. Dia langsung kembali ke ruangan nya. Dan tidak lama setelah dia pergi.
Daendel dan Lifa di datangi oleh seseorang tanpa wujud, hanya bayangan saja.
Bayangan tersebut menyentuh mereka berdua.
Satu kedipan mata, mereka berada di depan Dewa Haku.
...***...
"pergi kau, dasar anak jin", "bunuh saja dia".
Kata penonton setelah melihat Zira membunuh Alex. Mereka melempar zira dengan sampah yang ada.
Zira hanya tertunduk kecewa pada diri nya tak bisa menahan amarah, dia masih tidak bisa memaafkan segalanya. Bahkan pemimpin dunia dilawan nya setelah pemimpin tersebut menceritakan segala nya.
Dia dilarang menggunakan kekuatan jin nya, karena itu dia dilatih dari kecil untuk tidak menggunakan nya, tapi emosi telah menyelimuti nya kala itu.
Dia dilatih oleh seseorang yang di utus langsung dari keluarga louist, hingga sekarang sampai orang Sachi. Yang melatih mereka adalah keluarga louist.
Guru mereka adalah Sin Louist. Paman dari William louist.
...
Zira diserahkan ke istana, dan zira berjumpa lagi dengan pemimpin dunia untuk yang kedua kalinya.
Diruangan yang sama dengan orang tua nya, berada 10 tahun lalu.
"aku sudah berjanji dengan orang tua mu, akan menjaga mu hingga dewasa". Kata keluarga louist tersebut dengan kecewa.
__ADS_1
"maaf kan aku, serah kan aku kepada Dewa kalau begitu". Kata zira.
Dia tidak mau banyak bicara dengan pemimpin dunia tersebut. Karena dia merasa kecewa terhadapnya, 'mengapa dia menyerahkan orang tua ku'. Pikir nya.
Semenjak orang tua nya menghilang, zira menjadi anak yang tempramen, pendiam, dan tidak bergaul dengan teman nya di panti asuhan.
Tapi karena gabungan Cakra jin dan manusia, dia sangat kuat untuk anak seumur nya. Bahkan guru Sin di buat imbang oleh nya sebelum dia pergi ke kompetisi itu.
(Walaupun guru jin belum sepenuh mengeluarkan kekuatannya).
"kau akan ku serah kan ke Dewa, mungkin jika pun masih hidup kau akan bertemu dengan kedua orang tua mu" kata pemimpin itu.
"yaaa sudah cepat!!! Aku muak melihat mu" jawab zira marah sambil teriak.
"baiklah, ku harap kau baik-baik saja disana. Ingat!! Kau tidak akan bisa kembali lagi". Kata pemimpin tersebut.
"karena belum ada seorang pun yang bisa kembali dari sana"
"mungkin harus ada syarat lagi untuk pergi dari sana, tapi kami tidak tahu. Bahkan aku belum pernah kesana, aku hanya meneruskan tugas keluarga ku" sambung nya lagi.
Mereka pergi keruangan yang seluruh nya putih. Dan zira mencoba membunuh pemimpin itu disana.
Dia mengubah tangannya ke mode jin, dan mencoba menusuk pemimpin itu dari belakang.
Di pusatkan cakra kekakinya, dia meluncur ke hadapan pemimpin tersebut.
Tapi, aura nya terlalu cepat dan terlalu besar. Dia tidak bisa menyentuh nya.
Mata nya merah, dan gigi nya bertaring.
"jadi ini di nama kan mode jin, Cakra mu sampai berubah. Baru kali ini aku melihat nya. Pantas saja kau kuat dibandingkan yang lain".
Kata pemimpin dunia tersebut.
Zira mengeluarkan aura nya, dan melempar Cakra nya keluar. Dia mengayunkan tangannya, dan menembak louist dengan Cakra nya itu.
Anak 15 tahun seharus tak bisa melakukan itu. Itu teknik yang diajarkan ketika seseorang sudah layak mempelajari nya.
Mungkin zira suda layak, karena itu guru Sin mengajari nya.
Kanan, kiri, kanan, kiri. Dia mengayunkan tangannya bergantian.
Louist menghindar dengan mudah, bahkan menahannya dengan aura yang sedikit.
Level mereka terlalu jauh.
Zira masih mengayunkan tangannya. Dan dia menggabungkan Cakra manusia dan iblis.
__ADS_1
Jika Cakra itu di keluarkan nya, Cakra itu tidak akan bisa hilang. Dia akan melambung jika tak di hentikan dan di lenyapkan.
Zira memejam kan mata nya, dan mengayunkan kedua tangannya bersamaan. Cakra yang berwarna merah tersebut keluar dan pemimpin dunia menahan nya lagi dengan aura nya.
Dia tidak tau bahwa Cakra nya akan memantul.
Cakra gabungan tersebut mencampakkan nya ke dinding. Aura louist bisa menahan serangan, tapi pantulannya tak bisa ditahan.
Louist tercampak ke dinding, Cakra tersebut memantul kan diri nya dan memantul ke atas, ke bawah, ke atas, kebawah. Dan menutup pintu nya.
Pemimpin itu terkejut, pintu itu tidak bisa di buka dari dalam.
Ayah dari William louist itu menyedot Cakra yang memantul-mantul. Jika tidak di hentikan mereka berdua bisa mati.
Cakra itu terlalu berat di tubuh nya.
"uuuaaaakkkkkk" pemimpin tersebut muntah darah.
Zira tertawa bahagia "hahahahahahahahaha. Akhir nya aku bisa balas dendam" katanya.
Utusan Dewa berbentuk seperti bayangan itu kembali.
"siapa kau?? " kata zira kepada bayangan hitam itu.
Tanpa menjawab apa pun, bayangan itu menyentuh ayah William. Dan menghilang.
Ketika bayangan itu berjalan ingin menghampiri nya, zira mengayunkan kembali Cakra nya ke bayangan tersebut.
Cakra yang di lemparkannya masuk kedalam bayangan tersebut.
"aaaarrrgghhhh" menjerit kesakitan zira.
"aku adalah kehampaan kau tidak akan bisa menyentuh ku, atau pun melukai ku". Kata Bayangan tersebut.
Zira menendang nya dengan sekuat tenaga, dia menentang tepat di kepala bayangan itu. Dan zira terpental ke sisi ruangan itu.
"sudah ku bilang"
Bayangan itu langsung menyentuh zira dan satu kedipan mereka berada di dimensi lain.
Sunyi.....
Suara berdengung......
Tak terdengar suara siapa pun, betul-betul sunyi. Yang mereka bisa lihat hanya langit-langit dengan bintang yang indah.
Terasa hampa.....
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca novel ini. Saya harap kalian suka. Jangan lupa LIKE DAN COMMENT. Jangan lupa vote juga kalau suka.
Salam hangat, RAMA.