
Setelah beberapa minggu.
Mami Beka pergi pagi-pagi buta, agar anak-anak tidak menahannya pergi. Mereka semua masih tidur dengan pulas sekarang.
Dia pergi kedesa dan menunggu sebuah bus di pinggir jalan. Perjalanan dari desa ke kota kurang lebih sekitar 8 jam.
Kota nya sangat besar, disana adalah pusat dari seluruh dunia ini. Kota nya tenteram, hanya ada beberapa kejahatan saja. Maklum saja, semua manusia memiliki jalan pikir berbeda-beda.
Jika ada kejahatan, para NOBI pasti akan menangkap nya.
...***...
Nobi adalah penjaga keamanan dikota, disetiap desa juga selalu ada. Tapi di desa-desa yang kecil, hanya ada 2 Nobi. Sedangkan di kota ada lebih dari 300 Nobi.
Nobi adalah seseorang yang belajar di akademi, dan jika dia sudah mencapai kriteria sebagai Nobi. Dia akan diangkat langsung oleh ketua akademi dan juga pemimpin ke-101 dunia.
Masuk ke akademi seleksi nya sangat berat, mereka hanya bisa seleksi ketika umur 17 tahun. Jika kurang atau pun lewat dia tidak bisa lagi mencobanya.
Biasa nya remaja yang tidak lolos dalam kompetisi Dewa, akan mencoba masuk akademi tersebut.
Tapi ada juga yang tidak mau, mereka ingin menyambung hidup biasa saja. Tanpa perlu bersenggolan lagi dengan kekerasan.
Seleksi masuk akademi tidak bisa di tebak, setiap tahun berubah. Tujuannya agar semua Nobi berkualitas disegala aspek.
...***...
Mami Beka menaiki bus. Bus yang cukup besar, dapat memuat sekitar 50 orang.
Sesampainya di kota, dia langsung menuju rumah sakit. Tidak jauh dari tempat pemberhentian bus nya. Dia berjalan dengan membawa kertas hasil periksa Sachi dulu.
"Dokter apa kau masih ingat dengan ini" kata mami sambil mengeluarkan kertas hasil periksa yang sudah berlipat-lipat.
__ADS_1
"Bagaimana aku bisa lupa, ini adalah kelainan yang belum pernah ada sebelumnya" Jawab dokter tersebut.
"Setelah kalian membawa anak itu, aku selalu mencari tau apa yang terjadi dengan gen nya. Dan tidak menemukan jawaban apa pun. Yang pasti ketika dia masih bayi ada seseorang yang menyutikkan sesuatu yang menyebabkan bekas luka didada nya itu" lanjut dokter nya.
"Untuk apa orang itu menyutikkan nya" tanya mami Beka penasaran.
"Spekulasi ku waktu itu adalah untuk membuat kelainan pada Cakra nya. Tapi kita masih belum tau pasti" jawab dokter
"Dan orang yang menyuntikkan itu, pasti dia sudah tau dengan kelainan gen anak tersebut. Lalu menyuntikkan nya. Orang itu pasti sangat pintar". Lanjut nya.
"Seperti nya spekulasi anda benar, pertama kali dia merasakan Cakra nya, tubuh nya kepanasan seperti terbakar dari dalam. Lalu ketika dia mengalirkan Cakra nya keseluruh tubuh dia pingsan". Kata mami Beka menjelaskan.
"Tapi sekarang dia sudah bisa mengalirkannya. Ada satu lagi kejanggalan, ketika dia lomba lari menggunakan Cakra nya. Dia seperti menghilang, seperti cahaya. Tapi yang ia rasakan berlari seperti biasa katanya".
Lanjut mama Beka.
"Bisa kah kau bawa dia kemari lagi, aku ingin meneliti nya lagi. Tapi ketika umur nya 12 tahun saja. Aku akan mencari referensi dari buku yang ada". Kata dokter.
Sore hari didesa dekat panti asuhan, mami Ren menjumpai orang yang sangat terkenal didesa nya. Orang tersebut sudah cukup tua, dan cukup hebat mengalirkan Cakra nya bahkan sudah sampai ke tingkat di atas Cakra. Banyak sudah murid yang di latih nya, termasuk mami Ren.
Mami Ren mendatangi rumah nya, berharap menemukan jawaban dari keanehan Sachi.
"Hi, guru apa kabar mu?" tanya mami Ren.
"Iyaa kau lihat lah, aku semakin tua". Jawab guru
Anak perempuan guru itu menyajikan dua cangkir teh. Mereka menyeruput teh nya bersamaan.
"Ada apa gerangan kau kesini Ren? Terlihat dari wajah mu ada sesuatu yang ingin aku jawab". Tanya guru itu sambil menaruh teh nya.
__ADS_1
"Kau selalu tau apa yang ku inginkan guru"
"Guru, apakah seseorang bisa mengendalikan Cakra di luar nalar manusia? Seorang anak di panti asuhan ku bisa berlari seperti kilat". Tanya mami Ren.
"Anak yang sangat unik" jawab guru.
"Didunia ini banyak yang bisa melakukannya, teman ku bahkan bisa lebih cepat dari pada suara".
Lanjut guru tersebut.
"Tapi anak ini masih berumur 5 tahun guru". Kata mami Ren.
"Ketika dia sudah masuk sekolah, bawa lah anak itu kesini. Aku akan melatihnya. Mungkin dia bisa menjadi monster ketika besar". Kata guru tersebut bercanda.
"jika sudah tau jawabannya mengapa, kau akan kupanggil lagi kesini. Sebelum itu bawa anak itu kesini. Kita lihat sampai mana bakat nya itu" lanjut guru nya.
"Baiklah guru, aku pamit dulu. Anak-anak sudah menunggu ku" kata mami Ren.
...***...
Mami Beka dan Ren pulang tanpa membawa informasi apa pun. Orang yang mereka tanya memberikan jawaban yang sama, "bawa anak itu kemari".
Sachi Anak yang tidak tau dari mana asalnya, siapa orang tuanya, bisa melakukan sesuatu yang bahkan ahli Cakra pun belum tentu bisa melakukannya. Anak ini masih menjadi misteri dari segala aspek.
Terimakasih sudah membaca novel ini, saya harap kalian semua suka.
Masih banyak yang gantung dari cerita ini, maka itu ikuti terus alur nya. Saya sangat berterimakasih jika kalian berikan like atau pun meninggalkan sepatah dua patah kata di kolom komentar. Itu akan sangat membantu saya dalam memperbaiki cerita ini atau pun kata-kata yang salah dari cerita ini.
Masukan kalian akan sangat membantu intinya.
Selamat membaca :))
__ADS_1