God' Mistake

God' Mistake
Chapter 16 : Alam bawah sadar Cakra Sachi


__ADS_3

Sachi diculik oleh seorang pria di alam bawah sadar nya. Sachi kini berada di rumah pria tersebut.


Pria tersebut berjambang, dan wajah nya tidak menakutkan seperti penjahat.


Dia melepaskan Sachi dan langsung mengunci pintu rumah nya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya sachi teriak ke pria tersebut.


"hussshhhh, jangan berisik. Dan diam lah". Kata pria tersebut.


Sachi bingung mengapa pria tersebut menyembunyikan nya.


"paman, apa yang terjadi. Kita belum pernah berjumpa" tanya sachi ke pria tersebut yang sedang melihat ke jendela.


"kau pasti anak hasil dari eksperimen bukan? Dan kau ingin mencari cahaya Cakra mu" ucap pria tersebut sembari menjauh dari jendela itu.


"haaa anak eksperimen, cahaya Cakra? Apa yang paman bicarakan. Aku disini hanya ingin lulus dalam ujian latihan kami". Ucap Sachi heran dengan yang di katakan pria tersebut.


"kau tidak apa-apa?" tanya nya juga heran.


"aku hanya ingin lulus ujian paman" ucap nya geram


"biarkan aku keluar" minta Sachi.


"tidak bisa, kau bisa dibawa oleh mereka nanti. Dan kau tidak akan bisa kembali ke tubuh mu yang asli" ucap pria tersebut.


"haaaa?? Jujur aku tidak mengerti dengan yang paman katakan semua nya. Bisa kau jelaskan dengan ku paman yang terhormat". Ucap Sachi bingung sekaligus geram terhadap pria tersebut.


"kau memang anak yang bodoh" balas pria tersebut geram.


"kalau begitu biarkan aku keluar!!!" ucap Sachi dengan nada agak tinggi.


"sudah ku bilang belum saat nya kau keluar anak bodoh" ucap pria tersebut yang makin geram.


"kalau begitu jelaskan paman" tanya sachi dengan nada pelan dan suara pelan.


Pria tersebut langsung menoleh ke wajah Sachi mendengar suara nya yang memelas kasihan.


"memang anak bodoh kau, baiklah sini ikut aku biar ku jelaskan" kata pria tersebut sambil mengajak nya ke ruang tamu untuk duduk.


"duduk lah" kata pria tersebut.


Sachi duduk dan mendengarkan penjelasan pria tersebut.


"siapa nama mu?" ucap pria tersebut.

__ADS_1


"Sachi, kau paman?" tanya sachi lagi


"aku Ran. Kau tadi bertemu dengan warga desa bukan, dan kau muncul dari gunung di sebelah sana. Itu semua adalah cairan yang di suntik kan ke tubuh mu" ucap Ran sambil menunjuk gunung tempat Sachi pertama berada.


"haaa" Sachi bingung.


"tahan pertanyaanmu dulu" potong pria tersebut.


"sejati nya tempat ini bukan lah sebuah desa, hanya gelap dengan kesunyian, dan sangat nyaman".ucap pria tersebut.


"iyaa, teman ku merasakan seperti itu". Jawab Sachi.


"tapi ini sudah berubah, tubuh asli mu sudah disuntik kan cairan oleh seseorang dan membuat Cakra mu berubah". Ucap pria tersebut.


"siapa yang menyuntikkan nya" tanya sachi.


"tentu aku tidak tahu bodoh" jawab nya dengan muka sedikit kesal.


"jadi, ini semua hanya lah wujud dari Cakra mu yang telah bertransformasi karena cairan itu. Memang membingungkan. Tapi aku di beritahu oleh seseorang, dia adalah anak eksperimen pertama cairan itu". Ucap pria tersebut menjelaskan.


"tapi aku bukan anak eksperimen, aku hanya lah seorang anak panti asuhan" bantah Sachi.


Pria tersebut menganggukkan kepala dan melanjutkan ucapannya.


"jadi beberapa tahun lalu, datang seorang pria yang seumuran dengan mu. Aku menghampiri nya waktu itu, menanyakan sesuatu yang melayang di kepalanya seperti milik mu".


"kau tidak bisa melihat nya, hanya kami". Ucap nya geram.


"anak tersebut menjelaskan bagaimana dia bisa sampai kesini dan apa yang sedang terjadi pada dirinya. Dia mengatakan bahwa dia adalah anak eksperimen dari dua orang Dokter. Tapi dia tidak tau siapa dokter itu"


"tapi setelah beberapa saat kami mengobrol dia dibawa oleh Warga desa ke sebuah rumah di ujung sana. Setelah dari rumah tersebut dia jadi pribadi yang berbeda. Tatapannya kosong dan tajam. Seperti ingin membunuh. Lalu aku mengikutinya, dan melihat dia memanjat pohon di bukit itu, dia menyentuh sebuah cahaya. Lalu tiba-tiba ia menghilang"


Ucap pria tersebut menjelaskan.


"jadi apa hubungannya dengan ku?" tanya sachi bingung terbodoh.


"aku tidak mau kau sepertinya, dibawa warga desa dan berubah". Ucap Ran dengan nada tinggi.


"aku tadi ingin berjalan-jalan keliling desa, dan aku melihat mu dengan tanda diatas kepala mu itu. Aku langsung membawa mu pergi".


Ucap Ran.


"oooo seperti itu, jadi bagaimana dengan ku agar bisa lulus ujian?" tanya sachi.


"lebih baik kau tunggu sini sampai ada yang menyadarkan tubuh asli mu". Ucap nya.

__ADS_1


"setelah itu kau datang lagi kesini, diatas pohon di bukit yang tadi kau datang. Panjat lah pohon itu dan apa yang kau cari ada di atas sana. Pohon itu cukup tinggi hati-hati lah". Suruh Ran.


"terimakasih, apakah aku tidak bisa langsung kesana saja?" tanya nya ingin cepat.


"berbahaya bocah bodoh, nanti kau di bawa mereka" ucap Ran geram.


"ayo lah tidak apa" aku bisa berlari cepat.


"kau disini tidak bisa menggunakan Cakra bodoh" ucap ran. Dan Sachi pun terdiam mengurungkan niat nya sesaat.


Beberapa menit kemudian.


"ya sudah lah aku pergi saja" kata Sachi sembari pamit keluar dari pintu.


"heiii bocah, biar ku temani kau" ucap Ran sambil mengejar Sachi.


Mereka berjalan melewati para warga, dan tidak terjadi apa-apa. Para warga memang melihat mereka. Tapi tidak ada yang berani mendekati mereka.


Tiba-tiba ia sudah sampai di atas bukit.


"Panjat lah pohon itu dan sentuh cahaya tersebut". Ucap Ran dengan senyum licik.


Sachi memanjat nya dan terjatuh, seketika Sachi terjatuh guru Sin menyentuh tubuh asli nya dan Sachi kini berada di tubuh asli nya.


"guru apa yang kau lakukan aku baru saja lulus ujian ini". Ucap Sachi marah.


"lanjut kan lah besok, ini sudah malam". Suruh guru Sin.


Mereka semua balik ke panti asuhan, dan hanya Sachi yang belum lulus latihan pertama ini.


...***...


Keesokan hari nya mereka datang lagi kerumah guru Sin untuk berlatih. Sachi sudah tidak sabar ingin cepat lulus, karena hanya dia yang belum lulus latihan pertama ini.


Sebelum itu guru Sin menyuruh mereka berlari, push up, dan shit up.


"Sachi lakukan la seperti kemarin, duduk di tengah sana" ucap guru Sin menunjuk halaman rumah nya. Sedangkan teman-temannya menunggu ia lulus baru bisa ke tahap selanjutnya.


Sachi memejamkan mata nya dan merasakan Cakra nya.


Lalu tiba-tiba suasana kemarin yang ia rasakan kembali lagi. Tenang, nikmat, dan damai.


Sachi membuka mata nya yang masih ia tutup karena menikmati suasana tersebut.


Setelah ia membuka mata, warga desa telah mengelilingi nya. Dan langsung menggendong nya, membawa ia kerumah kosong di ujung desa yang dikatakan Ran kemarin.

__ADS_1


Sachi panik, tak ada satu pun yang ia bisa harapkan kecuali Ran disana. Mulutnya di tutup, dan tak bisa berbicara sedikit pun.


........


__ADS_2