
Guru Sin menyuruh mereka semua merasakan Cakra nya.
Menutup mata sekitar setengah jam lebih.
Tutup mata kalian, dan rasakan Cakra nya.
Mereka semua menutup mata dan merasakan nya.
Sachi yang sudah lama tidak merasakan Cakra nya merasakan panas lagi.
Dia menekan mata nya hingga kulit nya berlipat. Dia masih bisa menahannya hingga beberapa detik.
Mami Ren dan mami Juni memerhatikan sachi yang kesakitan.
Tiba-tiba dia membuka mata nya.
"haaaaa haaaa haaaa" dia berkeringat menahan sakit nya walau hanya beberapa detik.
"Mengapa kau?" tanya guru tersebut masih belum sadar. Dengan nada tinggi nya.
"pa.... Panas guru" kata nya mengatur kembali nafas yang tampak kelelahan.
Guru Ren memainkan mata nya ke guru Sin. Bahwa dia adalah anak yang waktu itu kuceritakan.
Guru Sin mengangguk setelah melihat mata mami Ren.
"push up 15 kali kau" kata guru Sin menyuruh Sachi.
Sachi mengambil posisi push up nya. Lalu dia berdiri lagi setelah selesai 15 kali push up.
"masih sanggup kau nak" tanya guru Sin ke Sachi.
"masih guru" dengan lantang jawab Sachi.
"lakukan yang seperti tadi" suruh guru Sin.
Mereka semua masih menutup mata nya, kecuali Sachi yang sudah membuka nya sekali.
Sachi menutup matanya, tangan kanan nya memegang tangan kiri nya dan meletakkan di di depan perut nya.
Ia mengambil nafas panjang.
"haaaaa haaaaa haaaa" lagi dia membuka mata nya, tak sampai 5 detik.
"istirahat lah kau, esok kita sambung lagi" suruh guru Sin ke Sachi.
"aku masih bisa guru" ucap nya.
"dengarkan aku, duduk lah bersama mami Ren disana" jawab guru Sin.
Sachi menundukkan kepalanya berjalan ke arah mami Ren. Kecewa karena tidak bisa latihan di hari pertama nya.
Tapi tetap tak melunturkan semangat anak kecil tersebut.
"Sachi, ada yang sakit" kata mami Ren merangkul nya.
Dia menggelengkan kepalanya. Tanpa bicara satu kata pun.
"besok kan masih latihan, ini juga udah mau malam kan. Mana tau besok kamu sudah bisa seperti mereka" ucap mami Ren menyemangati Sachi.
__ADS_1
Sachi hanya termenung melihat teman-temannya berlatih.
Setengah jam setelah itu....
"Mengapa kami hanya disuruh merasakan nya" ucap salah satu dari mereka setelah disuruh berhenti oleh guru Sin.
"kau tidak tau fungsi nya apa? Apa aku harus menjelaskan nya lagi. Ini sudah hampir malam, esok akan ku beritahu" jawab guru Sin.
Mereka semua berkemas, dan mencium pundak tangan guru Sin.
...***...
Keesokan hari nya mereka datang pagi-pagi setelah sarapan. Karena hari ini libur, dan tak bersekolah.
Tidak ada janji dengan guru Sin. Ini hanya ide Sachi yang kesal karena tidak berlatih semalam.
Malam tadi.....
"heii, kalian semua mari berkumpul dulu disini" ucap Sachi kepada mereka.
Mereka mengelilingi Sachi.
"ada apa? Aku lelah ni" ucap popo
"sebentar saja. Jadi gini, bagaimana kalau kita besok pagi datang ke tempat guru Sin dan berlatih, besok juga hari libur" ajak Sachi.
"boleh, dari pada kita disini"
"boleh" "boleh" kata mereka semua setuju.
"ya sudah besok setelah sarapan kita berangkat, nanti aku akan mengajak mami Ren juga". Ucap Sachi.
Kini mereka berjalan pergi ke rumah guru Sin bersama mami Ren yang menemani mereka.
"Selamat pagi guru sin" mereka semua teriak serentak di depan pagar rumah nya.
Guru Sin terkejut melihat mereka, tidak ada janji pagi ini latihan.
Guru Sin sedang duduk di depan rumah menikmati teh buatan anak perempuannya.
"Apa yang kalian lakukan pagi ini?" tanya guru Sin heran.
"kami ingin latihan, kami ingin menjadi kuat" kata Sachi mewakili mereka.
Guru Sin tersenyum melihat mereka semua yang semangat berlatih, 'sungguh jiwa anak muda yang menyenangkan'. Batin guru Sin.
"ya sudah buka la pagar itu, masuk" suruh guru Sin.
Mami Ren membuka pagar nya, dan mereka semua masuk.
"guru Sin, ayo kita cepat latihan" ajak Sachi.
"kau dari semalam semangat sekali, tapi tidak bisa merasakan Cakra mu sendiri". Ucap guru Sin meledek.
Semua nya tertawa melihat Sachi. Sachi hanya bisa tersenyum asam sambil menggaruk kepalanya.
"hari ini kita latihan seperti kemarin" ucap guru Sin yang masih duduk dengan secangkir teh nya.
"Mengapa itu lagi, membosankan sekali" kata popo mengeluh.
__ADS_1
"ini adalah ujian yang pertama kalian, jika kalian bisa menemukan jawaban dari latihan ini. Kalian lulus" ucap guru Sin lagi.
"haaaa, ujian?" kata Baki kaget.
"tapi jika kalian tidak menemukan jawabannya, kalian akan terus berlatih ini seumur hidup". Lanjut guru sin.
Sachi yang tidak bisa bertahan lama dalam merasakan Cakra hanya bisa terdiam, tanpa sepatah kata pun.
'jika aku tidak bisa mengalahkan rasa sakit nya, aku akan tertinggal oleh mereka semua'. Batin nya.
"berbaris lah, ayo kita mulai" ucap guru Sin.
"lakukan apa yang ke beritahu kemarin, sekarang!!!" lanjut nya menyuruh mereka.
Mereka menutup lagi mata nya, dan Sachi kembali mengerut kan kedua matanya. Dia menahan nya cukup lama, kurang lebih satu menit.
Sachi mulai berkeringat, dan kaki-kaki nya mulai tidak merasakan apa-apa lagi.
'tahan, tahan, tahan' batin nya mengucapkan itu berulang kali hingga dia tak sadar kan diri lagi.
Guru Sin mengangkat nya.
"Ren, sepertinya aku sudah tau Apa penyebab nya" ucap guru Sin pelan.
"Apa guru" tanya mami Ren.
"lihat lahhh setelah dia sadar nanti"
Guru Sin mengeluarkan Cakra murni nya, inti Cakra yang menambah Cakra nya jika berkurang.
Di alirkannya melalui tangan kanannya, dan tangan kanan nya diletakkan di dada Sachi.
Tersentak dada Sachi naik bersama badannya seperti diangkat.
Dan Yang lain masih memejamkan mata nya merasakan sesuatu didadanya.
Guru Sin kembali ke hadapan mereka, melihat wajah nya satu persatu. Tak ada satu orang pun yang tersenyum saat menutup matanya.
30 menit telah berlalu Sachi belum juga siuman, mami Ren memangku kepalanya. Dan mereka masih memejamkan mata nya, tenang, di bawah alam sadar Cakra masing-masing.
Sachi menggerakkan tangannya sesekali seperti Tersentak kaget. Tapi belum juga sadarkan diri.
Sachi sedang bermimpi aneh.
Ketakutan didalam mimpi nya, sampai menggerakkan tubuh nya yang sedang pingsan.
Dia menggeram
"aaargggghhhhhh"
"Mengapa Sachi?" kata mami Ren kaget.
Tapi Sachi masih belum sadarkan diri.
"guru bagaimana ini, dia belum juga sadar. Sudah hampir 2 jam" ucap mami Ren khawatir.
"Tenang lah, tidak apa. Dia akan sadar, dia sedang menghadapi mimpi nya sendiri. Jika dia tak bisa melawan, dia tidak akan sadarkan diri. Dan tidak akan bisa menggunakan Cakra dengan semau nya" ucap guru Sin sembari melihat mereka satu persatu.
TERIMAKASIH
__ADS_1
Salam hangat, RAMA.