
Badan Sachi menggeliat melawan.
"aaarrggghhh" teriak Sachi tapi di tutup oleh tangan salah satu warga.
Sesampai nya di rumah kosong tersebut Sachi langsung di letakkan ke lantai.
"Apa yang kau lakukan dengan pria kemarin nak" ucap salah satu warga desa.
"Mengapa kalian membawa ku!!!" ucap Sachi teriak.
"kami ingin menyelamati mu dari pria tersebut" ucap salah satu warga.
"paman itu orang yang baik, kalian yang jahat". Ucap Sachi lagi teriak.
"kau sudah di doktrin oleh nya seolah-olah kami yang jahat. Kami saja takut dengannya. Jika kau sentuh cahaya di atas pohon tersebut, Cakra mu akan gelap. Dan kau takkan bisa mengontrol Cakra mu sendiri" ucap salah satu warga.
Sachi bingung mana yang harus dia percaya, paman kemarin atau para warga.
"jadi apa yang harus ku sentuh?" tanya sachi penasaran. Karena yang di ceritakan Ran kemarin sedikit berbeda dengan kenyataan yang ia alami.
"cahaya nya berada di belakang mu, itu cahaya Cakra yang baik." jawab salah satu warga.
Sachi masih bingung, dia semakin dilema harus memilih yang mana.
Lalu masuk Ran mendobrak pintu nya dan masuk kerumah tersebut.
"hei nak apa yang kau lakukan disini, ikut aku mari kita ke puncak" kata Ran sembari berjalan mendekati Sachi.
Para warga menjauh dari nya, tak ada yang berani mendekati nya.
Sachi yang melihat kejadian itu heran, Ran kemarin takut dengan warga desa. Dan disini warga desa yang menjauhi Ran.
"berhenti disana!! Jangan mendekat" ucap Sachi kepada Ran.
Ran berhenti kaget, karena Sachi tidak lagi percaya oleh nya.
"aku ingin bertanya kepada kalian semua termasuk kau paman" ucap Sachi menunjuk Ran.
"anak eksperimen pertama yang datang beberapa tahun lalu menyentuh cahaya yang mana?" tanya sachi kepada mereka semua.
"sudah ku ceritakan kepada mu, dia di bawa kesini dan sifat nya langsung berubah. Lalu menyentuh cahaya yang berada di atas bukit". Jawab Ran.
"dia menyentuh cahaya yang berada di bukit bersama pria ini" ucap salah satu warga sambil menunduk takut, dan bicaranya pun terbatah-batah.
Sachi langsung berlari kebelakang nya dan menyentuh cahaya tersebut. Tidak ada alasan apa-apa dari pertanyaan nya tadi. Ia hanya ingin menyentuh yang berbeda dari pria tersebut.
__ADS_1
Dan dia memilih jawaban yang tepat, ia tersenyum dan langsung disentuh oleh guru Sin.
"aku lulus guru?" tanya nya.
Guru Sin mengangguk kan kepala nya.
Guru Sin tak tau apa yang terjadi di bawah alam Cakra Sachi, pikir nya sama seperti yang lain.
Jika tadi Sachi menyentuh cahaya yang berada di atas gunung, sifat nya akan berubah karena dikuasai Cakra tersebut. Tapi itu semua keputusannya, Cakra tidak bisa merenggut kesadaran nya. Seperti orang pertama dalam eksperimen itu.
"kalian tau maksud dari latihan ini?" tanya guru Sin kepada mereka.
Mereka semua saling tatap dan menggeleng kan kepalanya.
"Jadi tujuan dari latihan ini adalah untuk mengenal aliran Cakra kalian"
"Aliran Cakra terbagi menjadi empat. Terang, Gelap, Abu, dan Putih. Itu diurutkan dari yang terkuat"
"coba sekarang kalian pejamkan mata, dan lihat apa aliran Cakra kalian". Ucap guru Sin panjang.
Mereka memejamkan mata dan melihat dalam kegelapan ada sebuah cahaya yang berwarna.
"putih guru" ucap mereka serentak setelah membuka mata.
"Itu adalah aliran Cakra kalian, Cakra terlemah. Tapi tidak lemah itu tergantung kalian melatih nya" ucap guru Sin.
"jadi aliran Cakra terang belum ada yang memiliki nya di dunia ini. Atau mungkin ada tapi kita yang tidak tahu".
"gelap hanya beberapa ratus orang, aliran ini juga tak kalah kuat dari cahaya. Itu kembali lagi kepada pemilik nya".
"Abu biasa nya di miliki oleh keluarga-keluarga pemimpin dunia ini"
"sedangkan putih kata terendah, dan rata-rata orang aliran yang satu ini". Ucap guru Sin menjelaskan aliran.
"Sachi mengapa kau tertidur" ucap popo yang berada di sebelah nya sembari menyentuh nya. Ia langsung tersadar dan kaget.
"ehhhh" kata Sachi sambil tertawa.
...***...
Suasana kota membuat Sachi rindu dengan panti asuhan nya, sudah 8 tahun Sachi tidak pulang.
Sachi kini berada di kota, umur nya kini sudah 14 tahun. Ia ke kota karena hari itu ia memberitahukan aliran Cakra nya.
Guru Sin langsung menghubungi William louist. Dan membuat keputusan Sachi akan di latih di kota. Oleh seseorang yang lebih berpengalaman.
__ADS_1
Guru Sin menjelaskan semua nya ke william. Ia menjelaskan segalanya. Sampai akhirnya Sachi di jemput oleh anggota istana.
Kini ia sudah berlatih di akademi para Nobi. Yang melatih nya adalah dari keluarga Yoon, keluarga yang jauh lebih kuat dari louist. Keluarga Yoon dan louist sudah seperti saudara, karena keluarga mereka yang mengurus pemerintahan selama ratusan tahun ini.
Keberadaan Sachi di rahasiakan oleh pemimpin dunia, dan dia juga dilatih secara rahasia. Orang-orang di akademi pikir Sachi adalah salah satu dari mereka, tapi dia hanya menumpang tempat tinggal disana.
....
"Guru Zen apakah aku boleh pulang sebentar ke panti asuhan sebentar saja, tahun depan aku juga akan mengikuti kompetisi Dewa" ucap Sachi meminta kepada guru nya.
"untuk kali ini aku mengizinkan mu, pergilah. Lagi pula kau sudah cukup kuat. Tapi ingat jangan menggunakan kekuatan mu diluar sana. Orang-orang akan tahu kekuatan mu. " ucap guru Zen.
Guru Zen adalah yang melatih Sachi selama 8 tahun ini. Dia melihat perkembangan yang sungguh gila dari Sachi.
"Terimakasih guru" ucap Sachi sembari mencium tangan guru Zen.
Selama 8 tahun tidak ada yang berubah dari Sachi, dia tetap anak yang ceroboh dan bersemangat.
Sachi kembali ke kamar nya, untuk membereskan pakaiannya. Tempat latihan nya juga berada di akademi tersebut.
Sachi pulang ke panti asuhan nya dengan mobil dari anggota istana. Dia adalah anak emas untuk mereka.
Dan dia tidak sabar berjumpa dengan yang lainnya.
.....
Sementara itu ketika Sachi sedang berada di perjalanan.
"tuan William, panti asuhan yang berada di desa diserang oleh SHIMA". Lapor salah satu Nobi yang berada didesa.
"tolong aman kan semua yang berada disana!!!" ucap William teriak khawatir.
William menurunkan setengah dari Nobi yang berada di kota. Dan ia juga meminta tolong kepada guru Sin.
William masih belum tau bahwa Sachi sedang berada di perjalanan menuju panti asuhan, jika dia tau Sachi sudah pasti disuruh berbalik arah.
"sssiiittttt" suara pedang yang di keluarkan.
Para Nobi tidak bisa menahannya, Shima sangat kuat. Para Nobi mati dengan sekali tebas pedang Shima.
"aaaaaaaa mami" para anak panti asuhan ketakutan. Banyak anak-anak disana, kini yang paling tua hanya Menma dan popo. Yang lainnya ke kota untuk mengikuti kompetisi Dewa.
Shima berjalan ke arah mereka tapi ada guru Sin yang baru saja datang, ia sudah tua. Tak sekuat ketika muda.
"kau adalah anak eksperimen itu ya, sepertinya kau akan membunuh semua yang bersangkutan dengan keluarga louist maupun yoon" ucap guru Sin ketika melihat Shima.
__ADS_1
..........