
"Hei kau turun lah, sedang apa kau diatas sana". Ucap wanita yang mengajak Sachi bekerja sama tadi.
Sachi melihat nya kebawah dan turun.
"Ada apa?" tanya sachi dengan dingin.
"Sedang apa kau melihat mereka, mari kita pergi" ajak wanita tersebut.
"Pergi saja lah" ucap Sachi mengusir.
"Sudah ayoo, berbahaya disini" wanita itu menarik tangan Sachi dan Sachi pun tidak bisa menolak nya.
Mereka menelusuri hutan hingga sampai di ujung pantai. Wanita itu tidak melepas tangan Sachi ketika berlari.
'ada apa dengan wanita ini'. Batin Sachi.
"Siapa nama mu?" tanya wanita itu ke Sachi.
"Sachi".
"Nama ku eliza, kau bisa memanggil ku liz". Ucap liz tanpa Sachi menanyakan nya.
"Kau berasal dari mana?" tanya liz lagi.
"Panti asuhan yang berada didesa" jawab Sachi.
"Ku pikir kau dari kota. Aku juga berasal dari desa, aku kesini ingin membuat warga desa tau bahwa aku kuat." ucap liz
Sachi tak membalas omongannya ia hanya mengangguk ketika mendengar nya.
"Jadi kita satu tim ya, yaa, yaaa" minta liz. Wajah liz ketika berbicara sangat dekat dengan Sachi. Sachi pun perlahan menjauhi wajah nya dari liz.
Sachi tak tega untuk menolak nya lagi, ia terlihat sangat lemah. Bahkan masih terlalu polos untuk wanita seperti nya.
Setiap ucapannya seperti tulus dari dalam hati nya.
"Baiklah, tapi jangan membuat ku susah" Ucap Sachi menerima permintaan liz.
"Yeeeee, yeeee, akhir nya aku punya temen" Ucap liz gembira seperti anak-anak.
Sifat liz sama seperti Sachi yang dulu.
"Jadi, rencana apa yang kita lakukan sekarang" Tanya liz serius menatap mata Sachi.
"Mengambil no peserta lain" Jawab Sachi santai.
"Haaa, kau tidak ada membuat rencana? Kau ingin melawan mereka. Itu berbahaya, kita bisa mati" ucap liz kaget sekaligus ketakutan.
"Mau kah kau pakai rencana ku?" tanya liz sambil menaik-naik kan kedua alis nya.
"Terserah kau saja" Ucap Sachi yang malas berdebat.
"Rencana ku, kita sekarang membuat tempat peristirahatan kita dulu untuk nanti malam. Dan membuat jebakan yang mengelilingi tempat kita nanti. Mereka tidak bisa mendekati kita, jika mereka mendekat kita yang menang". Ucap liz mengutarakan rencana nya.
"Jebakan apa yang ingin kau letakkan?" tanya sachi.
"hehee aku juga tidak tau" Jawab liz dengan malu-malu.
__ADS_1
"Ya sudah ayo kita buat dulu tempat nya" ajak Sachi.
"Yosshh" ucap liz teriak senang.
Mereka berjalan ketengah hutan mencari-cari tempat yang aman serta bagus untuk memasang Jebakan.
Ketika sedang mencari tempat, mereka bertemu tim lain yang jumlah nya 2 orang juga.
Tim itu tiba-tiba menyerang Sachi dan eliza. Mereka mengincar liz duluan, karena liz wanita serta terlihat lebih lemah dari pada Sachi.
Mereka menyerang dari samping kanan dan kiri liz, Sachi yang berjalan di depannya tidak sempat menyelamatkan liz.
Ketika mereka menyerang, liz mengeluarkan Chu nya untuk bertahan.
"buummm" suara hantaman dari kedua sisi berhasil di tangkis oleh liz.
'Ternyata ia cukup kuat' batin Sachi.
Mereka ingin menendang wajah liz, tapi dengan sangat cepat Sachi menjatuhkan mereka. Sachi menggunakan Cakra di kaki nya seperti waktu kecil dulu. Kini dia sudah sangat ahli mengendalikannya, mungkin dia adalah yang manusia tercepat didunia sekarang.
Sachi memukul nya di bagian yang akan membuat mereka mundur untuk sementara waktu. Dan setelah terkena pukulan Sachi tepat di Hulu hati, mereka berdua mundur lari.
Liz tak melihat apa-apa, itu tadi sangat cepat.
"Siapa yang menyelamati ku?" tanya liz.
"tidak tau, mungkin Dewa" jawab Sachi santai.
"Dewa terimakasih kau sudah menyelamatkan ku" ucap liz sambil melihat ke atas langit.
"Ayo kita cari tempat tadi". Ajak Sachi lagi.
....
Sementara itu di tempat awal mereka ketika sampai di hutan masih menjadi area pertarungan. Banyak darah tertumpah disana. Mereka tidak memikirkan strategi dan langsung menyerang.
"tingggggg, tingggg.... Tinggggg"
"Duaaaarrrr... Duaarrrrr"
Suara pedang dan tembakan menjadi satu di tempat itu.
Hampir 100 orang yang sudah mati, kamera merekam pertarungan tersebut untuk para penonton.
....
"Seperti nya disini bagus" ucap Sachi ketika mereka berkeliling hutan.
"Baiklah" jawab liz.
Mereka mencari daun dan kayu yang bisa di jadikan sebagai pondasi dan atap. Sedangkan bagian sisi nya mereka menggunakan kain yang di bawa liz.
"Sudah jadi horee" ucap liz senang.
Sachi hanya melihat nya dan berkeliling untuk memasang jebakannya.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya liz heran melihat Sachi.
__ADS_1
Sachi hanya mwnggelengkan kepalanya dan berjalan keliling.
"Jika kau mau keluar, lewat jalan yang kutandai dengan bunga ini" Ucap Sachi kepada liz.
"Mengapa?" tanya liz penasaran.
"Ikuti saja jika kau mau kita lolos" jawab Sachi.
Liz pun menuruti nya saja.
"Aku ingin mencari bahan makanan, kau tunggu disini". Ucap Sachi sembari pergi.
Ketika di perjalanan Sachi di buntuti oleh 2 orang lagi. Sachi dapat merasakan aura nya.
"Keluar lah" Ucap Sachi yang sedang berjalan kini sudah berhenti.
"Ssssrrekkkkkk" Suara daun terdengar jelas.
"hebat kau bisa mengetahui kami". Ucap seseorang yang membuntuti Sachi tadi.
Mereka langsung menyerang Sachi dengan pedang mereka. Namun, tak berfungsi.
Sachi menghilang dari pandangan mereka dan kini berada di belakang.
"Haaa dimana dia?" "Aku tidak tau" ucap mereka.
Sachi tidak ingin membunuh orang yang tak bersalah, ia menggunakan kekuatan keluarga Yoon dan mengutuk mereka menjadi seekor kelinci. Tapi Hanya untuk beberapa hari
"Hati-hati seseorang akan mencari makanan nanti" ucap Sachi kepada mereka yang sudah menjadi kelinci. Kelinci itu langsung kabur ketakutan
....
Sachi kembali dengan membawa buah-buahan, sayuran, dan daging ikan.
"Wahhhh banyak sekali kau mendapatkannya" Ucap liz kagum sekaligus senang.
Namun, Sachi tak membalas apa pun.
....
"siapa nama mu?" ucap seseorang yang sudah hampir mati.
"Kun Naku" ia langsung membunuh pria tersebut ketika menyebut kan namanya.
Sudah 20 orang yang di bunuh Kun dalam hari pertama ini, dia berkelana mengelilingi hutan sendiri. Mencari musuh, dan mengumpulkan no peserta mereka sebanyak-banyak nya.
"Membosankan, tidak ada seseorang yang cukup kuat". Batin Kun.
Ia berjumpa dengan seseorang lagi yang sedang duduk di hutan.
"Hei ayo kita bertarung" Ucap Kun teriak dari kejauhan.
Pria tersebut hanya melihat nya, lalu Kun menggunakan kekuatan keluarga nya untuk tau bagaimana reflek pria tersebut.
Ia menghentekkan kaki nya ke tanah dengan pelan, lalu tanah yang di pijak pria tersebut jatuh kebawah sekaligus dengan diri nya.
Namun ia berhasil melompat duluan sebelum jatuh begitu dalam.
__ADS_1
"Hebat kau bisa menghindari kekuatan ku" Ucap Kun kagum.
"Ternyata keluarga Naku, membosankan" jawab pria tersebut.