God' Mistake

God' Mistake
Chapter 22 : Kompetisi Dewa Di Mulai


__ADS_3

Sachi berpamitan dengan Tenki dan ingin menuju kota, kini umur nya tepat 15 tahun.


Kompetisi Dewa pun akan di ada kan di kota. Sachi akan berpartisipasi dalam kompetisi tersebut. Kompetisi yang akan mempertemukan seseorang dengan Dewa.


"Sepertinya aku harus pergi sekarang, terimakasih ilmu yang kau berikan selama ini. Aku akan kembali lagi suatu saat". Ucap Sachi membungkuk kan badannya.


"Hati-hati lah, gunakan kekuatan mu dengan bijak jangan untuk memijak" ucap Tenki menasihati sebelum Sachi sebelum pergi.


Sachi tak menjawab apa pun, ia langsung berbalik badan dan membuka payung nya.


'Kau akan menjadi sangat kuat' batin Tenki ketika melihat pundak Sachi berjalan menjauh dari rumah nya.


Sachi berjalan menuju stasiun bis dan menunggu bis menuju kota.


...***...


"Selamat datang, di kompetisi yang kita nanti-nanti kan setiap tahunnya. Kompetisi mencari siapa yang terkuat dan siapa yang terhebat. Selamat datang di Kompetisi Dewa".


"Kembali lagi dengan saya, Brons. Sudah 20 tahun saya membawakan kompetisi ini. Saya sangat senang".


Ucap pembawa acara untuk membuka acara nya.


Sachi dan 20.000 peserta lain nya sedang menunggu di sebuah aula. Mereka tak sabar sekaligus gugup menunggu acara ini.


"hei, siapa itu yang menggunakan penutup kepala?" ucap salah satu peserta ketika melihat Sachi.


"ntah lah, tapi dia terlihat lemah".


"Hei bung mengapa kau diam saja, apakah kau gugup" seseorang mendatangi Sachi dan merangkul nya.


Sachi tak menjawab apa pun.


"Hei apakah kau bisu?"


Sachi masih tak menjawab apa pun.


"Hei, hei" ucap nya sembari menggoyang-goyang tubuh Sachi.


Sachi menyingkirkan tangan pria tersebut dari tubuh nya, tapi pria tersebut menahannya dengan keras.


Sachi pun menyingkirkan nya dengan keras, dan membuat tubuh pria itu sedikit tercampak.


"Hei aku memperlakukan mu dengan baik sobat" Ucap nya marah di depan wajah Sachi yang tunduk.


"heii".


Ucap nya sembari menampar-nampar wajah Sachi dengan lembut.


Sachi menatap nya dan menyingkir kan lagi lengan nya.

__ADS_1


"Mengapa kau menatap ku seperti itu, kau tidak senang dengan ku" ucap nya dengan nada mengejek.


Semua mata tertuju pada mereka.


"Cuihhhh" pria tersebut meludahi sepatu Sachi sembari berjalan menjauhi Sachi.


"Membosankan kau".


Sachi melihat ada air di dekat nya, ia menggunakan kekuatannya untuk membasahi pria itu.


"Siapa yang melakukan ini!!!! Pasti kau" ia menuduh pria yang berada di samping nya.


Pria yang mengganggu sachi tadi langsung memukul nya, tapi ditahan dan menendang nya hingga sisi aula.


"Dasar lemah".


Kini semua mata tertuju pada mereka berdua begitu juga Sachi.


"orang itu kuat, aku tidak mau berhadapan dengannya" mulut penonton terdengar dengan jelas betapa takut nya mereka.


"Hei kau di ganggu oleh pria sampah tadi?" ucap pria yang menendang tadi kepada Sachi.


"Tidak" ucap Sachi santai.


"siapa nama mu?" tanya pria tersebut dan menjulurkan tangannya.


"Sachi" jawab Sachi dan menjabat tangannya.


Kun tampak sangat kuat wajah nya juga sangat tampan, mata wanita tak lepas dari ketampanannya.


Ia berasal dari keluarga Naku, keluarga terkuat dari yang lainnya.


Lalu tiba-tiba terdengar suara pembawa acara dari pengeras suara yang ada di aula.


"Cek... Cekk...."


"SELAMAT DATANG KEPADA PARA PESERTA YANG SUDAH SABAR MENUNGGU, KU HARAP KALIAN SEMUA SELAMAT DALAM KOMPETISI INI. AKU AKAN MEMBACAKAN PERATURAN KOMPETISI YANG PERTAMA INI.


PERTAMA, SELAMA SEMINGGU KALIAN DIHUTAN, KALIAN BOLEH MEMBUNUH, BOLEH MELUKAI, BOLEH JUGA TIDAK MELAKUKAN APA PUN. TAPI KETIKA HARI KE 7 KALIAN HARUS MEMBAWA NO PESERTA LAIN. JADI KALIAN HARUS MEMEGANG MINIMAL 2 NO PESERTA JIKA INGIN LULUS. LEBIH JUGA BOLEH.


KEDUA, KALIAN BISA BEKERJA SAMA DENGAN SESEORANG DI DALAM HUTAN.


KETIGA, KUHARAP KALIAN SELAMAT". Ucap pembawa acara menjelaskan dengan panjang. Peraturan nya tak ada yang berubah dari jaman dulu. (bacalah chapter 1 untuk mengetahui apa saja yang akan di Kompetisi kan).


"KALIAN AKAN KAMI PINDAHKAN DALAM 30 MENIT LAGI. BERSIAP LAH, ATAU CARI TEMAN MU SEKARANG". Sambung pembawa acara tersebut lalu mematikan pengeras suara nya.


"heeiii kau mau bersama ku"


"hei ayo kita bekerja sama"

__ADS_1


"mari kita bersama-sama". Suara peserta lain terdengar heboh setelah mendengar pembawa acara berbicara.


Sachi hanya duduk di tepi aula menggunakan penutup kepalanya dan menunduk.


"Hai, mari kita bersama-sama" Terdengar suara wanita yang berbicara kepada Sachi berdiri tepat di hadapan Sachi. Tapi Sachi tidak melihat nya, ia masih menunduk.


"Pergi lah, aku tidak akan bekerja sama". Ucap sachi tenang.


"yaa, baiklah" ucap wanita tersebut lalu pergi.


Lalu Sachi mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang barusan berbicara dengannya. Sachi melihat bajunya berwarna kuning dengan punggung nya sedikit terbuka. Rambut nya panjang hingga pinggang dan di ikat.


Yang meminta bekerja sama dengan Sachi hanya wanita tersebut. Sachi terlihat lemah dimata peserta yang lain.


Lain hal nya dengan Kun Naku, hampir setengah dari peserta mengajak nya bekerja sama. Bukan hanya tampan, tapi juga kuat. Mereka menilai Kun dari kejadian tadi.


Tapi Kun sama seperti Sachi, hanya ingin sendiri.


'ketika kita pindahkan, maka akan terjadi keributan di awal. Aku harus bisa menghindari keributan itu dengan cepat' Batin salah satu peserta yang juga sendiri dalam kompetisi ini.


Begitu pula wanita yang mengajak Sachi bekerja sama tadi, ia juga sendiri.


"INI WAKTUNYA, SETENGAH JAM TAK TERASA SUDAH BERLALU. DALAM HITUNGAN TIGA KALIAN AKAN DI PINDAHKAN KE SEBUAH HUTAN DI PULAU YANG SANGAT TERPENCIL. SATU....... DUA...... TIGA...... SEMOGA BERUNTUNG".


"tinnnngggggggg" mereka semua hilang.


Penonton menyaksikan di stadion dengan layar yang sangat besar bersorak.


"Yaaaaaaaaaaaa" ucap mereka semua teriak serentak.


Mereka semua kini sudah pindah, ada seseorang yang mengambil no Peserta lainnya. Kericuhan di mulai karena nya.


Setengah lebih peserta bertarung satu lawan satu, dan beberapa berhasil meloloskan diri dari Kericuhan tersebut.


"tinngggg" "buummm" "sssrrrttt"


Semua terdengar dalam Kericuhan tersebut, pedang, pukulan, tendangan.


Sachi adalah peserta yang berhasil lolos, ia langsung melompat ke atas pohon yang cukup jauh. Ia tidak mau membunuh seseorang jika ikut dalam Kericuhan itu.


Sachi melihat mereka yang sedang bertarung, dan dia melihat Kun di keramaian itu. Kun hanya berdiri menghindari serangan dari dua arah sekaligus.


Kun menunduk, menghindar kesamping. Mereka berdua tak bisa mengenai Kun.


"Sebaik nya kita pergi, dia terlalu kuat" ucap mereka yang tadi menyerang Kun.


Mereka berlari cukup jauh, lalu Kun mengejar nya dan menenggelam kan nya ke dalam tanah. Kekuatan keluarga Naku mengendalikan tanah.


'Dia kuat' Batin Sachi yang melihat dari atas pohon.

__ADS_1


"Heeiiii kau, turun lah. Sedang apa kau diatas sana"


............


__ADS_2