
Mereka semua pulang tanpa ada satu pun yang lulus ujian pertama hari kedua.
Sedangkan Sachi masih bahagia karena telah bisa seperti mereka.
Sebelum pulang mami Ren bertanya.
"guru Sin, apa yang kau lakukan tadi? Tiba-tiba Sachi bisa merasakan nya"
"ooooo, beberapa tahun lalu, para dokter membuat eksperimen ingin meningkatkan kekuatan Cakra, dan membuat sebuah obat yang di suntik kan ke dada seseorang". Jawab guru Sin menjelaskan.
"suntik kan nya membuat bekas luka didada nya, dan membuat segel dicakra nya. Seperti kejadian Sachi tadi. Seseorang pertama yang mendapat suntikan itu tidak bisa merasakan Cakra nya, ia selalu pingsan karena tubuh nya juga tergolong lemah mungkin".
"mereka menyelidiki mengapa itu bisa terjadi, lalu seseorang berinisiatif memasukkan inti Cakra nya. Dan sama seperti Sachi, dia tak merasakan apa-apa lagi". Tutur guru Sin.
"karena itu eksperimen tersebut di nyatakan gagal. Dan hasil eksperimen tersebut membuat seorang anak dendam, dan ingin membalaskan nya. Dia menjadi penjahat yang di cari hingga sekarang, dengan kekuatan yang menakjubkan".
"para dokter tersebut memberikan informasi kepada William, dan aku sebagai keluarga nya pasti tau akan hal itu. Maka itu eksperimen tersebut di berhentikan".
"dan sebenar nya aku juga sudah tau sejak hari pertama mereka latihan, semoga Sachi tidak berubah".
Ucap guru Sin panjang menjelaskan.
"lalu siapa yang menyuntikkan itu ke tubuh Sachi" tanya mami Ren.
"sekarang aku tidak tau, pasti perlahan kita akan temukan jawabannya". Jawab guru Sin santai.
...***...
Sesampainya mereka di panti asuhan, membersih diri, makan, lalu tidur dengan pulas.
Hari yang sangat melelahkan.
Pagi tiba mereka semua pergi bersekolah di panti asuhan tinggal lah mamu Ren, mami Juni, dan mami Beka.
"Bagaimana kemarin kak?" tanya mami Juni ke mami ren
"Sachi kini sudah bisa merasakan nya seperti yang lainnya, guru Sin memberikan inti Cakra nya ke tubuh Sachi. Ternyata dia sudah tau jawabannya". Ucap mami Ren menjawab pertanyaan mami Juni sembari memasak makanan untuk siang nanti.
"dia tidak mengatakan hal lain" tanya mami Juni lagi.
"ada, seseorang menyuntikkan sesuatu ke tubuh Sachi. Persis seperti yang dikatakan dokter yang di jumpai Beka. Tapi kita masih belum tau siapa".
"yang tau jawaban ini hanya orang tua nya, atau mungkin orang tua nya yang menyuntikkan. Tapi kita tidak tau orang tua nya, haaaaaaaa" jawab mami Ren menghela nafas panjang.
"tapi dia akan menjadi anak yang kuat nanti" ucap mami Beka mengikuti pembicaraan mereka.
"tentu saja, terlihat dari lari nya. Aku bahkan tidak bisa seperti itu" ucap mami Ren.
"selama dia baik-baik saja aku sudah senang" ucap mami Juni.
...
Mereka semua pulang sekolah.
Mereka pergi berganti pakaian, makan, dan pergi ke rumah guru Sin lagi.
"ayooo kita hari ini harus lulus semua" ucap Sachi di meja makan.
"ayooo" ucap mereka serentak.
__ADS_1
"guru Sin" teriak mereka, guru Sin sedang di dalam membaca buku.
Guru Sin beranjak dari tempat nya dan menjumpai mereka.
"kalian selalu semangat ya" ucap nya kagum.
"berbaris satu barisan panjang" suruh guru Sin.
"balik badan, dan lari 2 kali". Suruh nya lagi setelah mereka berbaris.
Mereka semua berlari bersama, wanita selalu tertinggal di belakang begitu juga popo.
Putaran pertama selesai.
Sachi ingin mengeluarkan kemampuan berlari nya lagi menggunakan Cakra, di benak nya berpikir.
Dia berhenti sebentar dan menutup mata nya.
"wussshhhhh" melewati mereka semua dengan sangat sangat cepat.
"Apa itu" ucap mereka.
"hiii cepat lah" ucap Sachi yang tidak terlalu jauh, tapi sudah kelelahan karena menggunakan Cakra.
Mereka semua tersenyum dan berhenti, mereka menutup matanya dan berlari.
Mereka melewati Sachi yang sedang berjalan kelelahan. Dan berhenti tidak jauh di depan Sachi. Mereka semua kelelahan.
Mereka sepakat berjalan sampai rumah guru Sin.
"Mengapa kalian berjalan?" ucap nya teriak melihat mereka.
Mereka terduduk kelelahan, lebih lelah dari kemarin.
"Mengapa kalian kelelahan sekali?" tanya guru Sin.
"kami menggunakan Cakra guru" kata Menma kelelahan.
"ooooo, ambil posisi push up. Ini hukuman kalian. Siapa yang menyuruh kalian menggunakan Cakra". Ucap guru Sin dengan nada tinggi nya.
Mereka semua mengambil posisi push up.
"50 kali"
"mulaiiii!!!" perintah guru Sin.
Mereka semua push up sambil menyesal dalam hati.
"hanya sepuluh?" ucap guru Sin melihat mereka push up hanya sepuluh kali.
"maaf kan kami guru Sin". Ucap mereka serentak.
"duduk laahh, pejamkan mata kalian. Lakukan seperti kemarin". Ucap guru Sin sembari berjalan kedalam. Mengambil teh nya.
Mereka memejamkan mata nya lagi, dan ujian di mulai lagi.
"ingat seperti yang kita bilang kemarin" ucap baki pelan-pelan.
....
__ADS_1
Menma berada di alam bawah sadar Cakra nya. Dia melihat ada cahaya putih, ingin mendatangi nya tapi semua badannya sulit bergerak.
"apakah aku diam disini saja, memang apa yang ku kejar disana". Batin Menma.
Dia tetap disitu tidur menikmati kenyamanan nya.
"sungguh nikmat disini" batin Menma.
Menma menutup mata nya, dan teringat teman-temannya yang mana mereka telah membuat janji.
"ehhh aku ada janji sama mereka, tapi apa ya. Ntah mengapa aku harus kesana."
Menma mencoba menggerakkan badannya yang cukup berat. Berjalan sempoyongan, mata pun semakin berat.
"ngapain aku kesana ya, lebih baik aku tidur disini dulu" batin Menma lagi.
Ketika dia menutup matanya, teringat lagi temannya. Dan menggerakkan lagi badannya menuju cahaya tersebut.
"ayo lah, sudah dekat lebih baik aku beristirahat disana agar bisa tidur dengan nyenyak" batin Menma malas.
Dia menyentuh cahaya tersebut dan tersenyum. Begitu pula tubuh asli nya tersenyum.
Lalu guru Sin yang melihat itu menyentuh Menma.
"kau lulus" ucap guru Sin.
"haaaa yang betul guru? Yeeeeee" ucap Menma kegirangan.
Hanya Menma yang masih lulus, dan dia seorang yang baru saja membuka mata nya.
"Mami aku lulus" ucap Menma kegirangan ke mami Ren.
"selamat ya Menma" kata mami Ren tersenyum melihat Menma bahagia.
Satu persatu dari mereka lulus, tidak lama Menma lulus Baki pun lulus. Begitu pula yang lainnya. Hanya tinggal Sachi seorang di alam bawah sadar Cakra milik nya.
...
"Apa yang harus ku lakukan, aku tidak menemui cahaya seperti mereka".
Sachi berniat turun dari atas bukit tersebut dan turun ke desa.
Desa yang sangat ramai dan sangat tenteram.
Para penduduk desa selalu senyum ketika berpapasan dengan seseorang, begitu pula Sachi yang haru tersenyum juga.
"harus kemana aku, bagaimana aku bisa lulus latihan hari ini".
Lalu tiba-tiba seseorang mendekap nya dan menggendong badannya yang masih kecil.
"aarrrgggghhh" Sachi memberontak.
Dia tidak bisa berbicara, mulut nya di tutup oleh pria tersebut.
Lalu pria tersebut membawa Sachi ke rumah nya dan langsung mengunci nya.
Yang herannya tak ada seorang pun yang menolong Sachi, padahal banyak warga disana.
Bagaimana kelanjutan Sachi dibawah alam sadar Cakra nya?
__ADS_1
Nanti kan terus.