God' Mistake

God' Mistake
Chapter 21 : Keluarga Ame


__ADS_3

"Aku hanya punya waktu 3 bulan untuk menguasai kekuatan keluarga Ame. Ku rasa itu lebih dari cukup", Ucap Sachi kepada Tenki.


"Jika kau begitu yakin, mari kita lihat", tantang Tenki.


Sudah seminggu Sachi berada di rumah Tenki, selama ini ia hanya disuruh duduk di tengah hujan sambil merasakan Cakra nya.


"Kau harus menyatu dengan air dan alam, kau harus berkenalan dengan mereka", ucap Tenki ketika menyuruh Sachi pertama kali untuk duduk di bawah hujan.


....


"duduk lah lagi disana" suruh Tenki.


Sachi pun duduk tanpa berkata apa pun. Sachi memejamkan matanya, seperti biasa nya.


"Buka mata mu, aku tidak menyuruh mu menutup mata" ucap Tenki teriak karena hujan sangat lebat membuat pendengaran mereka minim.


"Buka kedua tangan mu, dan rasakan air jatuh di kedua telapak tangan mu", ucap Tenki teriak.


Sachi meletakkan tangannya di atas paha, dan duduk bersila.


Ia merasakan setiap tetes air yang jatuh di tangannya, ia bisa menghitung berapa tetes air yang mengenai telapak tangannya.


"kau bisa merasakan air nya di kedua tangan mu?" ucap Tenki teriak.


Sachi menggerakkan kepala nya, bahwa dia dapat merasakan nya. Setiap tetes air seperti meresap ketubuh nya.


"Cobalah alirkan aura mu ke telapak tangan". Ucap Tenki lagi teriak.


Sachi mengeluarkan aura nya, dan tidak terjadi apa-apa.


"tutup kembali mata mu. Rasakan Cakra dan tetesan hujan itu" ucap Tenki lalu pergi kedalam. Ia membiarkan Sachi, hingga malam hari.


Lalu menyuruh nya berhenti dan beristirahat.


"Bagaimana, kau sudah bisa menggunakan dengan aura mu?" Tanya Tenki ketika mereka sedang minum teh bersama.


Sachi menggelengkan kepalanya.


"Biarkan aku seperti kemarin saja, aku masih ingin berkenalan dengan alam" ucap Sachi dengan pandangan kebawah karena penasaran.


...****...


Tak terasa sudah satu bulan dia berlatih hal yang sama.


"Apa kau sudah siap sekarang?", tanya Tenki.

__ADS_1


"seperti nya". Jawab Sachi.


Ia berjalan menyusuri hujan dan duduk dengan tangan terbuka, kini semua tubuh nya bisa merasakan air yang berjatuhan. Dari ujung kaki sampai ujung kepala, ia bisa menghitung berapa air hujan yang jatuh dalam setiap detik nya.


Kepekaan kulit nya semakin tajam karena bercengkrama dengan alam.


Tanpa perintah ia langsung mengalirkan aura nya ke seluruh tubuh.


Dan hujan yang tadi nya jatuh membasahi nya, kini terhalang oleh aura nya.


Tenki yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum bangga. Kini Sachi sudah bisa mengendalikan 3 kekuatan keluarga sekaligus.


Latihan ini hanya lah tahapan awal agar Sachi mengenal alam dan air. Begitu pula air dan alam yang akan mengenal Sachi.


Lalu Tenki mendatangi Sachi yang masih mengeluarkan aura nya.


"mari kita ketahap selanjut nya" ucap Tenki.


Sachi langsung menghentikan aura nya dan siap untuk tahap akhir latihan dari keluarga Ame.


Jika dia bisa melewati tahap akhir ini kurang dari 2 bulan lagi. Dia dapat mengendalikan air semau nya.


Keluarga Ame memang yang paling mudah di pelajari kekuatannya dari pada keluarga lainnya. Tapi kekuatannya tidak bisa diragukan.


Kekuatan keluarga Ame akan kuat jika tempat nya mengandung banyak air, jika hanya sedikit mereka akan terlihat lemah. Karena itu keluarga Ame di katakan yang terlemah dari yang lainnya.


Tenki membawa nya ke danau.


"kita sekarang berlatih disini". Ucap Tenki.


"masuk lah kau ke dalam danau itu".


Sachi masuk kedalam danau dan berendam disana.


"buat lah air danau itu tidak mengenai mu, seperti tadi. dengan cara yang sama". Ucap Tenki lalu pergi pulang.


Seperti biasa Sachi tak menjawab apa pun, dia langsung mengeluarkan aura nya tapi tidak bisa, Karena terhambat oleh tekanan air.


Ternyata tidak semudah yang tadi. Pikir Sachi.


Hingga malam Sachi tidak bisa melakukannya.


...***...


Tak terasa 3 bulan sudah berlalu sejak Sachi datang ke desa hujan.

__ADS_1


Hari ini adalah hari terakhir, sekaligus penentuan untuk menentukan ia berhasil atau tidak dalam latihan ini.


Jika tidak, dia tidak akan bisa mengikuti kompetisi Dewa. Dan akan berlatih lagi bersama Tenki.


"Kau sudah berkembang dengan cepat Sachi, bahkan aku saja dari keluarga Ame butuh waktu 3 bulan untuk melakukan ini". Ucap Tenki.


"Aku hanya berlatih dengan sekuat tenaga" ucap Sachi tenang.


Tenki yang melihat itu hanya tersenyum kecil karena sifat Sachi tidak berubah selama 3 bulan ini. Ia seperti orang misterius dengan wajah tampan nya.


Tenki bahkan belum pernah melihat Sachi tersenyum atau pun tertawa. Wajah nya sangat datar.


"baiklah hari ini adalah hari terakhir mu, gunakan kemampuan mu dengan benar. Lindungi yang lemah, dan yang tak bersalah. Aku sangat senang bisa melatih mu" ucap Tenki sedikit sedih karena ia akan kehilangan teman di rumah nya.


"Terimakasih selama ini guru" Ucap Sachi sembari membungkuk kan badannya. Ini kali pertama Sachi memanggil nya guru.


Tenki yang mendengar itu hati nya cukup tersentuh.


"Baiklah, tunjukkan apa yang sudah kau pelajari selama ini" Ucap Tenki.


Sachi berjalan masuk ke danau tersebut. Ia mengeluarkan aura nya. Air yang tadi tenang kini bergerak menjauhi nya. Kini air seperti mengelilingi nya.


Tak lama setelah itu ia berjalan ke tepi danau, kemana pun Sachi bergerak air danau tak menyentuh nya sedikit pun. Ketika sampai di tepi danau air kembali seperti semula.


Lalu Sachi menggerakkan kedua tangannya ke atas dengan aura di kedua sisi lengan nya.


Air yang sudah tenang tadi terangkat keatas sesuai tangan Sachi bergerak.


Air danau tersebut seluruh nya terangkat ke atas seperti gelombang tsunami. Lalu Sachi menurun kan lagi kedua lengan nya. Begitu pula air nya yang ikut turun.


Tangan Sachi berputar-putar seperti membuat lingkaran. Ia membuat sebuah bola air, dan mencampakkan nya kepada Tenki. Tenki tak mau tubuh nya basah, ia menahan air nya selagi bola tersebut di udara,seperti yang dilakukan Sachi. Tenki tak mau kalah, ia melempar nya dengan sekuat tenaga nya dan Sachi tidak bisa menahannya.


"Aku akan menunjukkan hasil latihan mandiri ku selama kau dirumah" ucap Sachi.


Tenki yang mendengar itu penasaran, apa yang di kembangkan nya.


"Apa itu" tanya Tenki penasaran.


Sachi menggigit jempol nya dan meneteskan darah nya ke air danau tersebut.


Dan apa yang terjadi mengejutkan Tenki, dia menggabungkan kekuatan keluarga Ame dan keluarga Yoon sekaligus.


Dia adalah penemu pertama kekuatan ini, dan baru dia yang bisa melakukannya.


Air danau tersebut berubah menjadi Bongkahan es yang diatas Bongkahan tersebut terdapat duri-duri yang beracun.

__ADS_1


Tenki hanya bisa bangga sekaligus senang mempunyai murid hebat seperti Sachi.


'semoga hati nya tak busuk' batin Tenki.


__ADS_2